Popularitas di Media Sosial Menjadi Motivasi Hiking Masa Kini - OFFICIAL AKASAKA ONLINE STORE

Popularitas di Media Sosial Menjadi Motivasi Hiking Masa Kini

1 minggu yang lalu      NEWS

Kegiatan hiking dan mendaki gunung semakin digandrungi oleh generasi masa kini, tak lepas dari pengaruh film tentang pendakian, acara petualangan di televisi, dan media sosial. Tren yang berkembang beberapa tahun terakhir ini mendongkrak naiknya industri wisata di Indonesia terutama wisata alam. Namun di sisi lain, masalah sampah, kerusakan lingkungan, dan kisah pendaki hilang atau meninggal dunia di gunung semakin mengemuka. Motivasi hiking masa kini nampaknya bukan lagi untuk menikmati keindahan alam, melainkan adu eksistensi di media sosial dengan foto berbagai pose di alam terbuka.

Beda Hiking Dulu dan Kini

Motivasi hiking masa kini - switchbacktravel.com

 

Dulu hiking atau naik gunung bukan hobi yang populer di kalangan anak muda. Bisa dikatakan, mereka yang keluar masuk hutan dan mendaki hanyalah kelompok pecinta alam. Umumnya mereka lebih suka berkumpul bersama teman-teman sambil bernyanyi dan bermain gitar. Hasilnya jika Sobat Akasaka naik gunung pada masa itu, tidak akan bertemu banyak orang.

Berbeda jauh dengan kondisi gunung saat ini. Motivasi hiking masa kini yang tak sekadar mengungkapkan cinta kepada alam, telah mengubah keadaan puncak gunung menjadi seperti pasar.

Soal perlengkapan hiking dulu juga masih terbatas dan harganya mahal. Sehingga tidak banyak yang memiliki perlengkapan sendiri seperti tenda, ransel, kantung tidur, kompor, dan senter. Untuk kebutuhan hiking biasanya saling meminjam dengan teman atau saudara, karena jasa penyewaan perlengkapan juga tak sebanyak sekarang.

Bagaimana dengan dokumentasi? Saat ini pasti Sobat Akasaka sudah akrab dengan kamera digital, kamera aksi, dan kamera telepon seluler yang penuh dengan fitur canggih. Lain dengan dulu, alat dokumentasi yang dapat dikatakan canggih adalah kamera dengan rol berisi 36 film. Karena keterbatasan ini, foto yang diambil pun hanya yang penting-penting saja. Misalnya foto bersama ketika tiba di puncak dan panorama alam.

Jika Sobat Akasaka jeli melihat foto-foto pendaki zaman dulu, kebanyakan mereka adalah pria dengan rambut gondrong dan tampak kurang terurus. Sementara pendaki sekarang cenderung terlihat rapi dan bergaya. Tentu hal ini dipengaruhi oleh motivasi hiking masa kini yang ingin tampil sempurna di depan kamera.

Apa Pun Motivasinya, Beginilah Hiking Seharusnya

Motivasi hiking masa kini - tourism.gov.my

 

Motivasi hiking masa kini yang banyak dipengaruhi oleh media sosial sudah pasti membuat banyak perbedaan antara pendaki dulu dan sekarang. Selain mengejar popularitas, banyak motivasi lain yang membuat seseorang menekuni hobi ini. Misalnya ingin menikmati keindahan alam, menyingkir dari keramaian kota, menyegarkan pikiran, dan memberi tantangan kepada diri sendiri.

Terlepas dari motivasi tersebut, seharusnya Sobat Akasaka mengetahui apa saja yang harus dilakukan agar tidak menimbulkan kerusakan alam dan membahayakan diri ketika mendaki.

Pendaki sejati harus menjaga alam dan segala yang ada di dalamnya. Sobat Akasaka juga mesti bersikap ramah kepada masyarakat setempat serta menghormati kebudayaan mereka. Sebagai tamu, memang seharusnya baik dan sopan kepada tuan rumah bukan?

Sebelum mendaki, pastikan Sobat Akasaka memperlajari seluk beluk pendakian. Hal-hal dasar seperti cara mengelola sampah, cara buang air dan membersihkan diri, pertolongan pertama pada kecelakaan, dan penyiapan perbekalan harus dikuasai. Pelajari juga apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama berada di jalur pendakian, sebab antara satu tempat dan tempat lain mungkin mempunyai peraturan berbeda.

Hiking dan mendaki gunung termasuk olahraga ekstrem, jadi Sobat Akasaka harus mempersiapkan diri dengan matang. Jangan memaksakan diri tanpa perbekalan dan perlengkapan memadai, karena hal ini bisa membahayakan keselamatan dan menyusahkan orang lain.

Meski kerusakan alam dan perilaku pendaki saat ini begitu memprihatinkan, namun tak semua pendaki berkelakuan buruk. Masih ada juga yang peduli kepada sampah, bunga-bunga yang dirusak oleh orang yang tidak bertanggungjawab, dan masalah pencemaran. Motivasi hiking masa kini untuk mencari popularitas, tidak selalu salah asalkan memperhatikan keselamatan dan kelestarian alam.




Komentar Artikel "Popularitas di Media Sosial Menjadi Motivasi Hiking Masa Kini"