Panduan Lengkap Dan Daftar Peralatan Mendaki Gunung Untuk Pemula - OFFICIAL AKASAKA ONLINE STORE

Panduan Lengkap Dan Daftar Peralatan Mendaki Gunung Untuk Pemula

3 bulan yang lalu      EDUKASI

 

Mengibaratkan aktivitas pendakian gunung dengan keberangkatan ke medan perang, mungkin terdengar begitu ekstrem. Namun, pada kenyataannya, kedua hal ini memiliki banyak kesamaan. Keduanya harus dilakukan dengan persiapan matang, baik dari segi perlengkapan serta kemampuan. Kalau tidak, bisa-bisa sobat Akasaka akan kehilangan nyawa.

Perlengkapan naik gunung bagi seorang pendaki, ibaratnya adalah senjata bagi tentara. Keberadaan peralatan gunung itu menjadi modal untuk bisa bertahan hidup selama berhari-hari di tengah hutan. Sementara itu, teknik mendaki gunung, merupakan kemampuan dalam memanfaatkan peralatan sehingga bisa digunakan secara maksimal.

Persiapan Mendaki Gunung untuk Pemula


Ketika melakukan pendakian gunung, seorang pendaki harus memiliki persiapan yang matang. Apalagi, gunung memperlakukan setiap pendaki sama saja, baik seorang pendaki pemula ataupun seorang veteran. Ketika melakukan kesalahan di tengah-tengah aktivitas pendakian, siapapun bisa kehilangan nyawanya.

Sobat Akasaka bisa mengetahui, betapa banyaknya nyawa pendaki yang hilang ketika berada di gunung. Penyebab kematiannya beragam, mulai dari karena kehabisan persediaan makanan, tersesat, kedinginan, atau terjatuh ke dalam jurang. Dengan persiapan yang matang, risiko kecelakaan yang berakibat kematian di gunung bisa diminimalkan.

Lalu, apa saja persiapan yang harus dilakukan ketika ingin mendaki gunung, khususnya bagi pemula? Setidaknya, ada 7 hal yang perlu sobat persiapkan, yaitu:

  • Jangan pernah pergi sendiri

Menjadi seorang pendaki pemula, sobat memerlukan kehadiran seorang pendaki berpengalaman yang bisa membimbing selama aktivitas pendakian. Oleh karena itu, alih-alih melakukan pendakian secara mandiri atau berkelompok sesama pemula, lebih baik ikut serta dalam aktivitas pendakian bersama. Dengan begitu, keselamatan selama pendakian bisa lebih terjamin.

  • Persiapkan fisik dan mental sebaik-baiknya

Persiapan berikutnya yang perlu diperhatikan bagi pendaki pemula adalah fisik serta mental. Persiapan fisik dilakukan dengan melakukan olahraga sebelum keberangkatan. Sobat bisa mencoba untuk membiasakan diri jogging di pagi hari secara rutin, setidaknya 1 atau 2 bulan sebelum keberangkatan.

Sementara itu, persiapan mental juga tidak kalah penting dibandingkan persiapan fisik. Ketika berada di atas gunung, sobat harus siap menghadapi segala macam kondisi. Selain itu, perjalanan menuju puncak juga sangat berat. Dengan mental yang kuat, sobat bisa meneguhkan hati untuk tetap melanjutkan perjalanan sampai ke puncak.

  • Cari info sebanyak-banyaknya tentang gunung yang bakal didaki

Persiapan selanjutnya ketika ingin mendaki untuk pertama kalinya adalah mencari info sebanyak-banyak tentang gunung yang bakal dinaiki. Perlu sobat ketahui, tidak semua gunung di Indonesia cocok untuk pendaki pemula. Apalagi, beberapa di antaranya memiliki jalur pendakian yang sangat terjal dan berbahaya.

Beberapa gunung dengan jalur pendakian ekstrem yang sebaiknya dihindari oleh pendaki pemula di antaranya adalah Gunung Leuser, Gunung Raung, Puncak Carstensz, serta Gunung Kerinci. Sementara itu, gunung yang cukup ramah untuk pendaki pemula di antaranya adalah, Gunung Papandayan, Gunung Andong, Gunung Gede, Gunung Batur, Gunung Panderman, ataupun Gunung Penanggungan.

  • Sediakan peralatan mendaki yang komplet, baik perlengkapan pribadi ataupun kelompok

Persiapan berikutnya adalah dengan menyediakan perlengkapan naik gunung yang komplet. Perlu sobat ketahui, perlengkapan ketika mendaki, terbagi menjadi 2, yakni perlengkapan pribadi dan kelompok. Perlengkapan pribadi menjadi tanggung jawab masing-masing. Sementara itu, perlengkapan kelompok merupakan tanggung jawab bersama. Untuk informasi lebih rinci terkait perlengkapan apa saja yang perlu sobat bawa, ada penjelasannya di bawah.

  • Pastikan untuk mendapat surat izin pendakian atau SIMAKSI

Hal yang kerap terjadi di lapangan adalah, sekelompok pendaki yang nekat melakukan pendakian tanpa mendapatkan surat izin pendakian atau Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI). Alhasil, ketika terjadi hal yang tidak diinginkan, pihak pengelola tidak bisa melakukan penanganan lebih cepat.

Sobat juga perlu tahu, bahwa tidak semua gunung di Indonesia bebas didaki. Pada beberapa jenis gunung, pihak pengelola sengaja memberlakukan sistem kuota. Ketika kuota tersebut terpenuhi, maka pengeluaran izin dihentikan. Selain itu, ada pula momen-momen tertentu ketika pendakian ditutup secara penuh, baik terkait alasan keamanan atau upaya pelestarian ekosistem gunung.

  • Persiapkan logistik yang mencukupi

Persiapan logistik atau persediaan makanan selama di gunung juga tidak kalah pentingnya. Ketika mempersiapkan logistik, sobat harus mempertimbangkan durasi pendakian serta jumlah rombongan. Mengenai pemilihan logistik, sobat bisa mempertimbangkan untuk membawa makanan yang bisa langsung dikonsumsi. Namun, kalau ingin berkreasi, bisa pula membawa makanan mentah yang dapat dimasak di atas gunung.

  • Jangan lupa berdoa dan minta izin orang tua

Persiapan terakhir dan yang tidak kalah pentingnya adalah, meminta izin kepada orang tua sebelum berangkat. Dengan adanya izin tersebut, sobat juga akan didoakan sehingga bisa selamat selama aktivitas pendakian.

Peralatan Hiking yang Perlu Disiapkan Saat Mendaki Gunung

perlengkapan naik gunung

Seperti yang telah disebutkan, perlengkapan hiking menjadi modal persiapan yang penting ketika mendaki. Perlengkapan tersebut terbagi menjadi 2, yakni perlengkapan pribadi dan kelompok. Perlengkapan pribadi dipakai masing-masing pendaki. Sementara itu, perlengkapan kelompok, ditujukan untuk pemakaian seluruh rombongan. Dari sekian banyak perlengkapan, berikut ini peralatan mendaki gunung yang wajib sobat bawa:

Perlengkapan Pribadi

  • Tas carrier

Peralatan gunung ini berguna untuk membawa beragam jenis perlengkapan serta makanan selama pendakian. Ketika memilih tas, sobat tak hanya perlu memperhatikan kapasitas, tapi juga kenyamanan saat dipakai.

  • Jaket gunung

Jaket gunung menjadi peralatan mendaki yang krusial. Pastikan untuk memilih jaket yang tak hanya melindungi tubuh dari hawa dingin, tapi juga sebagai pelindung tubuh dari duri tajam. Ketika memilih jaket gunung, pastikan bahwa jaket itu terbuat dari bahan yang tahan air dan angin.

  • Sepatu dan sandal gunung


Peralatan gunung selanjutnya adalah dengan membawa sepatu serta sandal gunung. Kedua jenis alas kaki ini punya kelebihan serta kekurangan masing-masing. Sobat Akasaka perlu memilih pemakaiannya secara bijak dengan mempertimbangkan medan yang bakal dilalui.

Sepatu gunung memberi perlindungan secara menyeluruh dan bisa membuat kaki lebih hangat. Hanya saja, bobotnya sangat berat. Sementara itu, sandal gunung, membuat gerakan lebih lincah serta ringan.

  • Kaus kaki

Kaus kaki juga tidak boleh dilewatkan ketika naik gunung. Sebagai persiapan, bawa 2 pasang kaus kaki sebagai antisipasi ketika salah satunya basah. Sebagai alternatif, bisa pula memilih untuk memakai kaus kaki yang tahan air.

  • Sarung tangan dan penutup kepala

Sarung tangan serta penutup kepala juga menjadi perlengkapanhiking yang tidak kalah penting. Sarung tangan tak hanya berguna sebagai pelindung dari duri atau gigitan binatang. Perlengkapan hiking ini juga bermanfaat untuk menjaga agar tetap hangat. Demikian pula penggunaan penutup kepala yang bisa melindungi kepala dari dingin serta panas.  

  • Celana gunung


Peralatan gunung berikutnya adalah pemakaian celana gunung. Jangan pernah naik gunung dengan mengenakan celana jeans atau kain. Selain tidak memberi perlindungan selama pendakian, celana tersebut juga menghambat pergerakan. Sebaliknya, celana gunung memberi keuntungan karena ringan, cepat kering, serta dibuat dari bahan yang lentur dan tak mudah rusak.

  • Head lamp

Senter atau head lamp jadi perlengkapanhiking berikutnya yang wajib sobat bawa ketika mendaki gunung. Head lamp ini menjadi sarana penerangan ketika melakukan perjalanan di malam hari. Sebagai tambahan, jangan lupa untuk membawa baterai cadangan, ya.

  • Jas hujan atau ponco

Perlengkapan naik gunung berikutnya adalah jas hujan. Sebagai pertimbangan, pilih jas hujan berbentuk ponco yang tidak hanya berguna untuk melindungi ketika hujan. Ponco juga dapat dipakai sebagai tenda darurat.

  • Survival kit

Survival kit juga perlu sobat sediakan saat ingin mendaki pertama kali. Survival kit ini berguna sebagai alat untuk bertahan hidup ketika sobat menghadapi situasi darurat, seperti tersesat di tengah hutan atau terpisah dari rombongan.

  • Sleeping bag dan matras.


Sleeping bag menjadi perlengkapan naik gunung penting berikutnya yang perlu dibawa ketika mendaki gunung. Penggunaannya dipakai bersama dengan matras ketika tidur. Dengan begitu, sobat bisa beristirahat dengan nyaman terhindar dari udara dingin selama di gunung.

  • Gaiter atau pelindung kaki

Pada beberapa gunung, sobat juga memerlukan pelindung kaki atau gaiter yang dipakai bersamaan dengan sepatu gunung. Gaiter menjadi perlengkapan wajib ketika sobat melintasi jalur pendakian yang berdebu atau berpasir. Dengan adanya gaiter, tidak akan ada debu atau pasir yang masuk ke dalam sepatu.

  • Tas selempang

Perlengkapan naik gunung ini merupakan peralatan yang diperlukan ketika melakukan summit attack atau perjalanan ke puncak. Kegunaannya dipakai untuk membawa perbekalan selama menempuh perjalanan ke puncak.

  • Kartu identitas

Kartu identitas juga tidak boleh dilewatkan. Apalagi, kartu identitas merupakan salah satu syarat utama yang diperlukan ketika mengajukan SIMAKSI.

  • Obat-obatan pribadi

Ketika berada di gunung, sobat juga memerlukan keberadaan kotak P3K. Di dalamnya, terdapat beragam jenis obat-obatan pribadi serta perlengkapan untuk memberi pertolongan pertama ketika mengalami permasalahan kesehatan. 

  • Uang secukupnya

Tidak kalah penting, sobat juga perlu membawa uang secukupnya ketika mendaki gunung. Tujuannya, uang tersebut diperlukan untuk melakukan pembayaran izin pendakian serta pembelian tambahan logistik kalau diperlukan.

Perlengkapan Kelompok

Sementara itu, perlengkapan kelompok juga tidak kalah pentingnya ketika melakukan pendakian ke gunung. Beberapa jenis perlengkapan kelompok antara lain adalah:

  • Tenda

Tenda menjadi perlengkapan yang tak boleh terlewatkan ketika mendaki gunung. Tenda berguna sebagai tempat perlindungan dari udara dingin dan panas selama di gunung. Di waktu yang sama, tenda juga memberikan tempat privasi untuk beristirahat dan memulihkan tenaga. 

  • Penampung air

Penampung air juga menjadi perlengkapan yang wajib dibawa ketika mendaki gunung. Penampung air tersebut juga harus mampu memenuhi kebutuhan air seluruh kelompok, baik untuk keperluan air minum ataupun memasak.

  • Trash bag

Hal yang tak kalah penting, setiap kelompok pendaki yang tengah berada di gunung juga harus membawa trash bag atau kantong sampah. Benda ini berguna untuk mengumpulkan sampah-sampah yang dihasilkan selama berada di gunung. Pastikan untuk tidak meninggalkan secuil pun sampah agar lingkungan di gunung tetap lestari.

  • Nesting dan kompor

Nesting dan kompor menjadi perlengkapan naik gunung yang harus diperhatikan. Nesting merupakan perlengkapan memasak yang secara khusus didesain untuk aktivitas outdoor. Sebagai pelengkap, sobat juga memerlukan kompor lapangan, tersedia dalam beragam pilihan, seperti kompor berbahan bakar gas, padat, ataupun cair.

Peralatan-peralatan mendaki tersebut, baik perlengkapan pribadi ataupun kelompok, bisa sobat dapatkan dengan cara membeli atau menyewa. Namun, sobat harus memastikan bahwa perlengkapan yang dibawa ke atas gunung memiliki kualitas terbaik, karena menjadi modal untuk keamanan serta kenyamanan selama pendakian.

Untuk mendapatkan peralatan mendaki yang berkualitas tinggi, sobat bisa mendapatkannya di Akasaka Outdoor. Akasaka menyediakan beragam jenis perlengkapan untuk aktivitas pendakian, seperti sandal gunung, celana gunung, jaket, rain cover, sleeping bag, dan lain-lain.

Berlabel sebagai produk dalam negeri, peralatan mendaki gunung dari Akasaka bisa sobat dapatkan dengan harga yang terjangkau. Meski begitu, kualitasnya tidak kalah dibandingkan dengan produk impor dengan harga yang jauh lebih tinggi. Apalagi, pembeliannya juga mudah dan tepercaya. Bisa dilakukan lewat situs resmi Akasaka.  

Teknik Mendaki Gunung yang Perlu Diketahui Pemula

perlengkapan hiking

Setelah menyediakan perlengkapan yang komplet, sobat Akasaka juga harus melengkapi diri dengan beragam teknik penting. Teknik-teknik ini sangat berguna untuk membantu kelancaran aktivitas pendakian, di antaranya adalah:

  1. Teknik packing

Sobat sudah mengetahui begitu banyaknya peralatan mendaki yang perlu dibawa ketika naik gunung. Semua perlengkapan tersebut harus dimasukkan pada tas carrier yang notabene punya kapasitas terbatas. Oleh karena itu, perlu teknik packing yang membuat semua perlengkapan itu bisa dimasukkan ke dalam tas carrier.

Teknik packing dilakukan dengan memperhatikan skala prioritas perlengkapan. Barang yang bobotnya ringan dan sering dipakai, ditaruh di atas, seperti tisu, mantel, atau makanan kecil. Sementara itu, perlengkapan yang berbobot paling berat, bisa ditempatkan di bagian yang terdekat dengan punggung. Jangan ditaruh di bagian terluar dari tas, karena bisa mempengaruhi keseimbangan. Sementara itu, di bagian bawah tas carrier, bisa dipakai untuk menempatkan barang yang bobotnya tidak terlalu berat.

Sebagai tambahan, manfaatkan pula kantong kecil yang ada di bagian luar tas carrier. Kantong-kantong itu bisa dipakai untuk menempatkan beragam jenis barang, seperti jas hujan, matras, botol minuman, dan sebagainya. Sementara itu, barang-barang berukuran kecil seperti korek api, kompas, senter, dan sebagainya, bisa ditaruh di kantong baju atau jaket.

  1. Teknik berjalan kaki

Saat berada di gunung, sobat juga perlu belajar teknik berjalan yang tepat. Teknik lock-knee dipakai ketika berjalan di medan yang miring. Teknik ini dilakukan dengan meluruskan lutut kaki depan, baru kemudian diikuti dengan menggerakkan kaki belakang.

Selain itu, biasakan untuk berjalan pelan dengan langkah yang mantap dan kuat. Cara ini lebih efisien dibandingkan dengan berjalan cepat, tapi diselingi dengan intensitas waktu istirahat yang lebih banyak. Selain itu, pastikan untuk tetap berjalan dalam kelompok, sehingga ketika terjadi hal-hal yang tak diinginkan, ada orang yang siap menolong.

  1. Teknik bertahan hidup di alam bebas

Teknik bertahan hidup atau survival juga penting untuk diketahui oleh seorang pendaki pemula. Dengan teknik ini, sobat bisa mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang aman dimakan dan jenis tanaman yang bisa diambil airnya untuk diminum.

  1. Teknik navigasi dasar

Teknik navigasi dasar juga menjadi kemampuan yang perlu dimiliki oleh seorang pendaki. Dengan teknik ini, seorang pendaki paling tidak bisa mengetahui titik tujuan, arah mata angin, serta titik awal dengan efisien.

  1. Teknik memasang tenda

Terakhir, teknik memasang tenda yang benar juga harus diketahui oleh seorang pendaki pemula. Tenda harus dibangun di permukaan yang datar dan ditempatkan dengan menghindari arah datangnya angin. Selain itu, pastikan untuk membuat parit yang bertujuan untuk menghindari masuknya air hujan ke dalam tenda.

Tips Mendaki Gunung untuk Pemula

peralatan gunung

Persiapan sudah dilakukan. Perlengkapan juga sudah diperoleh. Teknik, bisa didapatkan dengan belajar dari pendaki berpengalaman. Namun, semua itu masih belum lengkap. Sobat juga perlu memperhatikan beberapa tips mendaki yang kerap diacuhkan oleh banyak pendaki pemula, yakni:

  • Perhatikan kode etik pecinta alam

Hal utama yang perlu diperhatikan ketika mendaki gunung adalah, dengan menjaga kelestariannya. Untuk itu, menerapkan kode etik pecinta alam ketika mendaki merupakan sebuah keharusan. Ada 3 kode etik yang ada, yakni tidak mengambil barang apapun dari alam kecuali foto. Tidak meninggalkan apapun kecuali jejak, dan tidak membunuh apapun, kecuali waktu.

  • Bijaksana dalam memilih gunung yang akan didaki

Seperti yang telah disebutkan, tidak semua gunung cocok untuk seorang pendaki pemula. Oleh karena itu, pastikan untuk memilih gunung yang memiliki medan tidak terlalu sulit dan bisa dilalui oleh seorang pendaki pemula dengan relatif lebih mudah.

Namun, hal yang harus diperhatikan, gunung apapun yang sobat daki, tetap tidak boleh bertindak sembarangan. Sobat harus mematuhi aturan yang berlaku, demi keamanan selama pendakian.

  • Perjalanan menuju puncak bukan hal utama

Hal yang harus diperhatikan berikutnya adalah, perjalanan menuju puncak bukanlah tujuan utama dari sebuah aktivitas pendakian. Hal utama yang perlu sobat ingat adalah, untuk kembali pulang dengan tubuh yang utuh dan sehat. Keberhasilan mencapai puncak gunung hanyalah bonus.

Oleh karena itu, ketika sobat merasa tidak fit di tengah perjalanan, istirahatlah. Kalau memang kondisi tidak memungkinkan, pilih untuk beristirahat di dalam tenda dan tidak melakukan summit attack. Selain itu, pastikan ada teman yang mendampingi di dalam tenda ketika rombongan melakukan summit attack

  • Kerjasama adalah hal yang utama

Ketika mendaki gunung, sobat harus menjaga kerjasama yang solid dengan sesama pendaki. Kerjasama tersebut bisa dilakukan dengan beragam cara. Misalnya, dengan membagi beban perlengkapan kelompok ketika perjalanan, atau bisa pula dilakukan dengan pembagian tugas ketika tenda telah berdiri.

  • Kesampingkan ego, ikuti petunjuk pendaki yang lebih berpengalaman

Sebagai seorang pendaki pemula, sobat juga harus mengesampingkan ego pribadi. Apalagi, ketika mendapatkan instruksi dari pendaki yang lebih berpengalaman. Instruksi yang mereka berikan, semata-mata dilakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan selama pendakian.

  • Bersihkan gunung dari sampahmu, ya

Terakhir, sobat juga harus memastikan bahwa tidak ada sampah yang tersisa di area sekitar tempat pendirian kemah. Kalau kondisi fisik memungkinkan, sobat juga bisa mempertimbangkan untuk memungut setiap sampah yang dijumpai. Pemungutan sampah ini bisa dilakukan ketika perjalanan turun.

Selain itu, perhatikan pula ketika buang air besar. Jangan melakukannya di dekat sumber air atau di tempat terbuka. Saat buang air besar ketika mendaki, gali lubang terlebih dahulu. Setelah selesai, tutup lubang tersebut sehingga tidak ada ‘ranjau darat’ yang bisa merugikan orang lain.

Itulah panduan komplet yang perlu diperhatikan oleh para pendaki pemula. Ingat, menjadi pendaki bukanlah sarana untuk tampil lebih keren. Aktivitas pendakian yang sobat lakukan merupakan salah satu cara dalam mensyukuri nikmat keindahan alam Indonesia yang diberikan oleh Tuhan YME.

Apalagi, Indonesia memiliki banyak gunung yang menanti untuk sobat daki. Sobat bisa mencoba menaklukkan Gunung Semeru seperti di film 5 cm. Bisa pula berburu pemandangan golden sunrise di Dieng.

Selamat berpetualang dan semoga selamat sampai pulang kembali ke rumah, ya.




Komentar Artikel "Panduan Lengkap Dan Daftar Peralatan Mendaki Gunung Untuk Pemula"