Kesalahan Saat Rappeling dan Cara Agar Tetap Aman - OFFICIAL AKASAKA ONLINE STORE

Kesalahan Saat Rappeling dan Cara Agar Tetap Aman

5 bulan yang lalu      NEWS

Sobat Akasa tentu tidak asing dengan kegiatan outdoor rock climbing. Meski tergolong ekstrem, olahraga panjat tebing yang menantang ini semakin banyak digemari. Pasalnya, selain mengandalkan kekuatan fisik, jam terbang yang tinggi, dan skill, ketangguhan mental juga berperan sangat penting dalam melakukan rock climbing.

Agar pendakian aman, setiap pendaki harus mengerti dan memahami betul teknik-teknik yang dilakukan dalam rock climbing. Salah satunya adalah rappeling, yakni sebuah teknik yang digunakan untuk menuruni tebing. Bagi orang awam, menuruni tebing terlihat tidak semelelahkan atau semengerikan saat proses mendaki. Namun kenyataannya, rappeling adalah teknik paling berbahaya, berisiko, sekaligus paling penting untuk dikuasai jika ingin kembali dalam keadaan selamat.

Nah, bagi Sobat Akasaka yang ingin melakukan rock climbing, pastikan mengikuti tips rappeling yang benar. Jangan mengabaikan hal-hal kecil yang kerap menjadi kesalahan dalam rappeling dan justru membahayakan nyawa seperti berikut.

 

Anchor yang Tidak Tepat

Anchor yang Tidak Tepat - Alpineinstitute

 

Anchor merupakan alat yang digunakan sebagai penahan beban. Ada dua jenis anchor yang dikenal dalam rock climbing, yakni natural anchor (seperti celah atau lubang pada permukaan tebing, tonjolan bebatuan, pohon, dan sebagainya) dan artificial anchor (merupakan anchor buatan seperti chock, piton, bolt, dan lain-lain. Anchor buatan ini diletakkan sendiri oleh pendaki pada tebing).

Saat rappeling, anchor benar-benar menjadi lifeline. Karena itu, saat menentukan lokasi anchor, pastikan bahwa penahan beban ini cukup kuat. Bila menggunakan pohon misalnya, pilih pohon yang memang cukup kuat untuk menahan bebanmu—batang yang besar dan memiliki akar kuat. Untuk artifical anchor, periksa paling tidak tiga kali bahwa alat tersebut tidak rusak dan masih kuat.

 

Pakaian dan Sepatu yang Tidak Sesuai

Pakaian dan Sepatu yang Tidak Sesuai - rei

 

Kesalahan lain yang umum terjadi adalah pakaian yang dikenakan pendaki tersangkut pada peralatan rappeling. Saat hal ini terjadi, konsentrasi akan terpecah dan berimbas pada keseimbangan. Karena itu, pastikan baju yang kamu kenakan cukup ringkas dan nyaman alih-alih baju yang terlalu longgar.

Pun soal sepatu, kenakanlah sepatu yang pas dan nyaman untuk membuat pijakan semakin mudah dan lancar. Sebagai pilihan, kamu bisa menggunakan sepatu untuk hiking atau sepatu untuk tenis yang kokoh. Dua jenis sepatu ini cukup sesuai dengan berbagai jenis rappel. Tak lupa, kenakan kaus kaki yang nyaman dan mudah menyerap keringat.

 

Ikatan Rambut dan Helm yang Mengganggu

Ikatan Rambut dan Helm yang Mengganggu - climbing

 

Tips rappeling yang satu ini boleh jadi terlihat sangat sederhana, tetapi tidak sedikit pendaki yang kewalahan lantaran helai-helai rambut yang mengganggu penglihatan atau bahkan tersangkut. Hal ini paling umum dialami oleh pendaki yang berambut panjang, baik laki-laki maupun perempuan. Karena itu, bila kamu memiliki rambut yang panjang, ikatlah dengan rapi sehingga tidak menggangggu pandangan.

Jangan remehkan pula penggunaan helm. Lindungi kepalamu dari berbagai risiko cedera akibat benturan. Pastikan kamu sudah mengaitkannya dengan pas—tidak terlalu longgar dan tidak terlalu erat karena hanya akan membuat kepalamu sakit.

Tiga hal di atas merupakan kesalahan yang paling saling terjadi saat melakukan rappeling. Meski tidak terlalu teknis, risiko keselamatan yang ditimbulkan sama sekali tidak berkurang.

Selain tips rappeling di atas, Sobat Aksaka juga harus memastikan yang dibawa sudah lengkap. Beberapa alat kelengkapan rock climbing yang paling esensial seperti tali karmentel, ascender, descender, sling, harnes, dan carabiner  harus selalu ada dalam daftar perlengkapanmu.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu tahu soal rock climbing khususnya teknik rappeling. Stay safe!




Komentar Artikel "Kesalahan Saat Rappeling dan Cara Agar Tetap Aman"