MEMBURU GELAR PENDAKI GUNUNG TERHEBAT?

Nirmal Purja atau Nimsdai Sherpa 
 
Saya memasukkan nama Nirmal Purja Sherpa atau yang lebih akrab dipanggi Nimsdai sebagai orang terakhir dalam daftar 10 pendaki gunung yang diprediksi akan sangat bersinar dimasa depan dalam buku Dunia Batas Langit yang Insya Allah akan dirilis awal Maret 2019 ini. Bersanding dengan Nimsdai, saya memasukkan pula nama-nama pendaki muda populer seperti Tom Ballard, David Lama, Colin Haley, Sasha Digiulian dan lain sebagainya. Berdasarkan pengamatan dan penilaian saya, sepuluh nama dalam daftar tersebut memiliki peluang untuk menjadi pendaki gunung populer pada masa-masa yang akan datang. Dalam satu dekade atau kurang ke depan mungkin saja.

Apa sebenarnya yang telah dilakukan oleh Nimsdai sehingga ia layak dimasukkan dalam daftar tersebut?
Dari sisi pencapaian, rekor yang dipegang Nimsdai ada dua yang cukup eksklusif saat ini. Yang pertama ia adalah pemegang rekor pendaki gunung pertama yang berhasil memuncaki tiga puncak delapan ribu meter hanya dalam waktu lima hari.

Nimsdai memuncaki Everest, Lhotse dan Makalu dalam waktu kurang dari satu minggu, dan tentu itu adalah sesuatu yang luar biasa. Hal kedua kemudian yang membuat ia populer adalah penyelamatan tunggal yang ia lakukan diatas ketinggian 8.000 meter terhadap satu klien yang mengalami kesulitan di Everest. Determinasi seorang diri yang ditunjukan Nims (biasa ia dipanggil demikian) adalah sebuah performa luar biasa dari seorang pendaki dengan stamina yang sangat prima.

Kita mungkin dapat melihat persamaanya saat membandingkan upaya yang dilakukan Anatoli Boukreev saat menyelamatkan Sandy Hill Pitman, Charlote Fox, dan lainnya dari South Col pada tragedi Everest tahun 1996. Atau masih dari tahun yang sama, saat membaca upaya Lopsang Jangbu untuk menurunkan Scott Ficher yang telah jatuh dalam cerebral edema yang parah. Fischer memang tidak selamat, namun Lopsang telah menunjukkan bahwa ia adalah salah satu sherpa terkuat saat itu diketinggian delapan ribu meter Everest.

Jika hanya memasukkan nama Nimsdai karena dua hal yang ia lakukan sebelumnya, maka saya merasa itu sangat belum cukup. Alasan utama saya kemudian memasukkan bos Elite himalayan adventures ini adalah sebuah misi yang akan ia lakukan sekitar 20 hari lagi (terhitung saat saya menulis artikel ini). Nims akan melakukan sebuah proyek yang ia sebuat Project Possible 8.000 14/7. Dalam penjabarannya ini adalah proyek mendaki 14 puncak gunung tertinggi di dunia (diatas delapan ribu meter) hanya dalam waktu tujuh bulan, atau hanya dalam satu musim pendakian. Sangat ambisius sekali!

Sekedar untuk menyegarkan ingatan kita, dua pendaki besar dunia yang telah berhasil memahat nama abadi mereka dalam speed record 14 puncak dunia adalah Jerzy Kukuczka dan Park Young Seok. Baik Jurek maupun Park menghabiskan waktu setidaknya 8-9 tahun untuk menuntaskan sirkuit tersebut. Jadi jika Nims bertekad menyelesaikannya hanya dalam 7 bulan, ini memang terdengar sangat luar biasa. Dan mungkin terdengar terlalu ambisius, bahkan berlebihan.

Apa yang menjadi motivasi Nimsdai untuk melakukan ini? Secara rinci tidak ada yang tahu, ia hanya mengatakan ingin mematahkan rekor sebelumnya, baik rekor Park maupun Kukuczka.
Akan tetapi jika kita melihat ini dari sudut pandang yang lain, kita mungkin akan menemukan adanyasebuah upaya dominasi dari para pendaki gunung, sherpa, agen ekspedisi dari orang-orang asli Nepal di Himalaya yang notabene adalah rumah mereka melalui upaya heroik dan ikonik yang dilakukan oleh Nims.

Ini seperti kita mendengar lagi Anatoli berbicara pada tahun 1997 ketika ia menulis buku The Climb: A Tragis Ambition on Everest bahwa akan datang masanya bisnis pendakian gunung di Himalaya akan dikendalikan oleh penduduk aslinya. Dan upaya Nims pada konteks ini, mungkin dapat kita lihat sebagai salah satu upaya untuk mewujudkannya.
Namun selain itu, apakah Nirmal Purja juga mengejar sebuah tahta lain melalui proyek prestiusnya itu? Sebagai pendaki gunung terbaik, terbesar, terpopuler misalnya?

Agak sulit untuk mengatakannya, namun bisa jadi iya, dan bisa juga tidak. Siapapun orangnya yang berhasil menyapu empat belas puncak delapan ribu meter di muka bumi adalah pendaki besar dan sangat luar biasa hebatnya. Tour enchainment semacam itu adalah ciri khas khusus dari alpinis papan atas dunia yang menganut mazhab tradisional. Jean Marc Boivin, Jean Christophe Lafaille, Paul Preuss, Reinhold Messner, Ueli Steck dan para legenda besar lain, pernah melakukan hal yang sama.

Jadi sebuah ambisi, tekad, obsesi, ego, atau apapun kita menyebutnya yang telah menelurkan semangat untuk melakukan sesuatu yang baru, yang melangkahi batas-batas lazim mountaineering (dalam pengertian positif), adalah sebuah sifat yang telah menjadi ciri
khas dari seorang pendaki gunung besar yang sejati.

Dan Nimsdai tak diragukan lagi, memiliki peluang untuk itu.
Kita akan melihat kerja keras Nimsdai dalam tujuh bulan ke depan. Dan jika ia berhasil dan sukses dengan proyeknya ini, saya sangat lega telah memasukkan namanya dalam daftar para pendaki gunung terbesar masa depan. Hanya saja, Nims telah mewujudkannya lebih cepat dari yang saya duga... 

Anton Sujarwo
Penulis buku Wajah Maut Mountaineering Indonesia, Mahkota Himalaya, dan Dunia Batas Langit.

Leave a comment

All comments are moderated before being published