DUA PENDAKI HILANG DI GUNUNG PEMBUNUH



Masih terlalu dini untuk kita berspekulasi yang tidak-tidak tentang dua pendaki ini. Namun bagaimanapun juga, catatan sejarah dan rekam pendakian gunung yang memang tidak ramah di kalangan pendaki ini membuat beberapa orang secara tidak langsung telah mengambil kesimpulan yang serius; keduanya telah hilang! 

Adalah Daniele Nardi dan Tom Ballard yang hilang kontak sejak tanggal 24 Februari 2019 kemarin, sejak terakhir kali mereka berkomunikasi dengan basecamp sebelum melakukan pendakian diatas 6.300 meter. Keduanya menghilang saat berupaya melakukan pendakian musim dingin kedua di Gunung Nanga Parbat melalui sisi Diamir Face.

Pendakian musim dingin pertama yang mencapai puncak berhasil dibukukan pada tahun 2017 lalu oleh Simone Moro (Italia), Alex Txikon (Spanyol), Ali Sadpara (Pakistan) dan Tamara Lunger (Italia, hanya saja Tamara tidak berhasil mencapai puncak karena alasan kesehatan)

Nanga Parbat memang memiliki sejarah dan reputasi yang buruk dalam catatan pendakian gunung dunia. Nama julukan populer dari gunung ini adalah ‘The Killer Mountain’ atau si gunung pembunuh. Sementara merujuk pada catatan yang lebih awal, kita juga akan menemukan istilah yang tidak kalah mengerikan untuk Nanga Parbat yang disebut sebagai ‘Raksasa Pemakan Manusia’.

Ini bukan sebuah istilah dan ungkapan yang berlebihan. Gunung dengan salah satu lonjakan vertikal paling dramatis di dunia ini telah memakan setidaknya 30 nyawa manusia
sebelum puncaknya berhasil dicapai pertama kalinya oleh pendaki gunung legendaris Austria bernama Hermann Buhl. Orang populer pertama yang menjadi tumbal keganasan Nanga Parbat adalah Albert Frederick Mummery, pendaki gunung Inggris revolusioner, pemilik desain tenda ridge yang populer sebelum kehadiran model dome.

Kemudian ada lagi nama Gunther Messner (adik kandung Reinhold Messner) yang juga tewas di gunung ini pada tahun 1970. Sementara yang barusan saja terjadi pada musim dingin tahun lalu, Tomek Mackiewicz yang tewas terjebak badai dan snow blind.

Elisabeth Revol dari Perancis dalam upayanya yang ketujuh kali pada musim dingin di Nanga Parbat. Revol selamat saat itu setelah mendapat bantuan penyelamatan dari dua pendaki populer lainnya, Denis Urubko dan Adam Bielecki dari Polandia

Dua pendaki yang menghilang kali ini, adalah dua laki-laki yang sudah populer dalam aktivitas mountaineering profesional dengan kaliber internasional. Seperti Mummery, Gunther ataupun Tomek, mereka juga adalah sosok yang familiar. Daniele Nardi adalah pendaki gunung Italia yang telah beberapa kali mendaki Nanga Parbat. Bahkan pada tahun 2017 ia sempat satu tim dengan Simone Moro sebelum akhirnya menarik diri dari upaya first winter ascent. 

Sementara Tom Ballard adalah pendaki muda yang merupakan putra sulung Alison Jane Hangreaves, wanita pertama di dunia yang berhasil mendaki Everest dengan alpine style, tanpa tabung oksigen, tanpa sherpa, tanpa fixline dan secara solo. Alison sendiri tewas di K2 pada tanggal 13 Agustus 1995, setelah terjebak badai yang panjang dan ganas di K2, raksasa mematikan lain dari Pegunungan Karakoram. 

Tom Ballard tidak populer karena nama besar ibunya saja. Ia juga membuat rekor beberapa tahun lalu setelah berhasil menyelesaikan pendakian enchainment (berantai) pada enam tebing utara paling mematikan di Eropa secara solo dan hanya dalam satu musim dingin. Prestasi ini membuat Ballard sempat mendapat julukan ‘Kings Of The Alps Climb’ dan belum ada yang berhasil mengikuti jejaknya sampai sekarang. 

Harapan besar tentu saja Tom Ballard dan Daniele Nardi dapat turun kembali dengan selamat di Nanga Parbat. Meskipun melihat dari reputasi dari Nanga Parbat selama ini, agak sulit menemukan jejak pendaki yang selamat saat terperangkap dalam cengkraman gunung pembunuh ini. Dekapan gunung ini terlalu erat, banyak pendaki terbaik tidak dapat lagi beranjak dan bernapas karena pelukannya.

Anton Sujarwo
Penulis buku Wajah Maut Mountaineering Indonesia, Mahkota Himalaya, dan Dunia Batas Langit.

Leave a comment

All comments are moderated before being published