DAFTAR 5 GUNUNG TERTINGGI YANG BELUM PERNAH DIDAKI MANUSIA

Apakah masih ada gunung tertinggi yang belum pernah didaki manusia pada zaman sekarang ini? Jawabannya tentu saja masih ada, dan masih banyak. Dari Muchu Chhish di belantara Karakoram sampai Gangkhar Puensum di perbatasan Bhutan, terbaring beberapa Everest baru yang menantang setiap jiwa penjejalah dan penakluk gunung untuk berdiri di atas puncaknya.

Namun pertanyaannya kemudian adalah; Apa yang membuat gunung-gunung itu menarik untuk didaki dan dijelajahi? Apa yang membuat gunung tersebut lebih istimewa dibandingkan Everest yang telah menjadi magnet utama mountaineering saat ini? Nah, artikel berikut ini akan mengulas  lengkap tentang hal itu. Jadi dibaca sampai tuntas, ya!

Daftar Gunung Tertinggi yang Belum Pernah Didaki Manusia dari Muchu Chhish Hingga Gangkhar Puensum

Jika membuat daftar gunung apa saja yang belum pernah dijelajahi oleh manusia, maka daftarnya akan panjang sekali. Namun kemudian yang perlu untuk diperhatikan adalah, seberapa menarik gunung-gunung yang belum tersentuh tersebut untuk dicapai puncaknya oleh manusia?

Seumpama hanya membuat daftar berdasarkan statusnya yang unclimbed  saja, maka  daftar ini akan pula dijejali dengan nama-nama seperti Gangkhar Puensum, Gunung Kailas, Gunung Machapucare dan lain sebagainya. Akan tetapi jika gunung dengan unsur larangan pendakian ini dikesampingkan, maka daftarnya juga masih cukup panjang.  Sebut saja misalnya  ada Muchu Chhish, Namcha Barwa II, Asapurna, dan lain sebagainya.

Nah, apa saja sih daftar nama-nama gunung tinggi paling populer yang belum pernah didaki puncaknya oleh manusia? Berikut lima daftarnya.

Gunung Gangkhar Puensum di Bhutan

Gunung Gangkhar Puensum adalah gunung tertinggi di dunia yang belum pernah dicapai puncaknya oleh manusia. Gangkhar Puensum termasuk sebagai gunung yang tidak boleh didaki lantaran alasan kepercayaan masyarakat Bhutan yang menganggap bahwa bagian dari pegunungan Kangchenjunga ini sebagai rumah para dewa yang tidak  layak untuk didaki dan dijejaki.

Ketinggian Gangkhar Puensum adalah 7.570 meter dan merupakan yang tertinggi dari daftar highest unclimbed   mountains di dunia. Satu-satunya faktor yang membuat gunung ini tetap tidak terjamah memang karena aturan dan larangan pendakian yang diterapkan di atasnya. Faktor kepercayaan masyarakat Bhutan merupakan pagar pelindung puncak gunung ini dari jamahan kaki para penakluk gunung dunia.

Akan tetapi jika keperawanan sebuah gunung terjaga hanya karena kepercayaan masyarakat yang menjaganya, maka Gangkhar Puensum bukanlah satu-satunya gunung yang mendapatkan keistimewaan itu. Gunung Kailash, Gunung Nanda Devi, Gunung Machapucare, bahkan Gunung Kangchenjunga yang merupakan gunung tertinggi ketiga di dunia di bawah Everest dan K2, pada dasarnya juga menyandang status yang sama. Hanya saja hingga saat ini, memang Gankhar Puensum dan Kailash yang masih bertahan.

Gunung Muchu Chhish Di Pegunungan Batura Sar, Pakistan

Selanjutnya pada urutan gunung tertinggi kedua yang belum pernah didaki oleh manusia adalah Muchu Chissh atau familiar pula dengan sebutan Puncak Batura V. Muchu Chissh menjadi banyak dibicarakan sebagai destinasi pendakian baru yang masih orisinil setelah pemerintah Pakistan membuka gunung ini untuk aktivitas pendakian beberapa waktu yang lalu.

Jika dipandang dari statusnya sebagai highest unclimbed   mountains in the world yang legal untuk didaki, maka tak heran memang mengapa Muchu Chhish begitu menarik perhatian. Ini kembali seperti pada kisaran tahun 1900-an awal dan pertengahan, saat perlombaan mountaineering masih berkecamuk dengan hebatnya di Himalaya dan Karakoram.

Manusia telah memiliki kodratnya untuk terus menjelajahi sesuatu yang tidak mereka ketahui, dan dalam ranah mountaineering saat ini, Muchu Chhish memiliki sesuatu itu. Selain statusnya sebagai raja dari daftar gunung tertinggi di dunia yang belum pernah didaki manusia, adanya izin dari otoritas Pakistan serta faktor unknown adalah daya tarik lain dari gunung ini sebenarnya.

Gunung Summa Ri di Pegunungan Skillbrum, Karakoram, Pakistan

Untuk arena mountaineering di masa mendatang, Nepal bagaimana pun juga harus mengakui keunggulan Pakistan dengan jajaran menara Karakoram-nya. Di pegunungan ini berdiri raksasa-raksasa tak tersentuh yang hanya berani didatangi oleh para pendaki gunung sejati. Misalnya ketika Nepal memiliki Everest, Annapurna dan Lhotse, maka Pakistan memiliki K2, Nanga Parbat, Gasherbrum, Chogolisa, dan tentu saja yang sedang dibahas; Pegunungan Skillbrum dengan puncak Summa Ri-nya.

Meskipun Karakoram tidak memiliki puncak gunung tertinggi di Himalaya seperti Everest, namun dari sisi tantangan dan unsur petualangan, jelas pegunungan Kakakoram jauh mengunggulinya. Di saat puncak musim dingin K2 belum terkalahkan sampai kini, Summa Ri dengan ketinggian 7.302 meter telah mencuat pula sebagai salah satu destinasi mountaineering bagi pendaki gunung sejati di dunia.

Summa Ri setidaknya telah dicoba beberapa ekspedisi untuk mencapai puncaknya, namun selalu gagal. Percobaan pertama menaklukkan unclimbed  mountains ini terjadi pada tahun 1983 oleh ekspedisi dari Ceko, namun terhenti pada ketinggian 6.550 meter di sisi timur. Selanjutnya percobaan kedua datang dari ekspedisi Skotlandia yang juga berakhir pada ketinggian 7.000 meter di Pilar Tenggara.

Gunung Karjiang di Pegunungan Kula Kangri, Bhutan

Selanjutnya gunung tertinggi yang belum pernah didaki manusia adalah Gunung Karjiang yang juga terletak di wilayah Bhutan, sama seperti Ghangkar Puensum. Ketinggian gunung Karjiang adalah 7.221 meter dan selain memiliki puncak utama yang statusnya masih dalam list of unclimbed   mountains, gunung Karjiang juga memiliki beberapa puncak lainnya dengan elevasi yang rata-rata di atas 6000 meter.

Sebagai salah satu gunung tertinggi di dunia sebelum Everest, Karjiang mungkin belum memiliki catatan panjang usaha manusia untuk mencapai puncaknya. Namun demikian, bukan bearti pula jika gunung ini tidak menarik perhatian. Sepanjang sejarah mountaineering atas dirinya, gunung Karjiang setidaknya telah dicoba oleh tiga ekspedisi dari tiga negara berbeda yang semuanya berakhir dengan kegagalan.

Ekspedisi ke Karjiang yang pertama dilakukan oleh Jepang pada tahun 1986 yang berhasil mencapai Puncak Tengah Karjiang (selisih 176 meter dari puncak tertinggi). Kemudian ekspedisi kedua dilakukan oleh negara Belanda pada tahun 2001 yang berakhir dengan kegagalan.

Negara selanjutnya yang mencoba keberuntungan di Karjiang adalah Amerika  melalui dua pendakinya yang bernama Joe Puryear dan David Gottlieb. Kedua pendaki gunung ini juga gagal mencapai puncak yang salah satu sebabnya adalah izin pendakian yang bermasalah. Malangnya lagi Joe Puryear tak lama kemudian tewas di Gunung Labuche Kang saat ia mencoba mendaki gunung itu dari sisi timur.

Gunung Namcha Barwa II di Pegunungan Namcha Barwa, Tibet

Bersama dengan pegunungan Everest dan pegunungan Nanga Parbat, Namche Barwa adalah salah satu pegunungan besar di muka ini yang secara topografi disebut berdiri sendiri. Hingga puncak utamanya (Namcha Barwa I ) berhasil didaki pada tahun 1992, pegunungan Namcha Barwa adalah pegunungan besar dengan topografi paling mencolok yang belum pernah didaki manusia.

Meskipun puncak utamanya sudah berhasil ditaklukkan pada tahun 1992, tapi Namcha Barwa sama sekali tidak kehilangan daya tariknya. Namcha Barwa II yang berdiri pada elevasi 7.146 meter adalah salah satu puncak gunung tertinggi di Asia Timur yang belum pernah didaki manusia. Beberapa ekspedisi pernah menjajal ketangguhan puncak tertinggi kedua dari Namcha Barwa ini. Dan semuanya belum membuahkan keberhasilan.

Mengapa Unclimbed   Mountains Menarik Untuk Didaki?

Ada banyak dorongan mengapa seseorang kemudian nekat untuk mendaki sebuah puncak gunung yang bahkan belum pernah dijelajahi oleh manusia. Di antara berbagai dorongan tersebut, petualangan memasuki dunia yang belum diketahui manusia adalah alasan yang utama. Ketidaktahuan pada banyak kasus, adalah alasan utama dari sebuah petualangan.

Dorongan untuk menjadi orang pertama yang berhasil mencapai sesuatu juga adalah alasan lain mengapa pengejaran puncak gunung juga tidak pernah mengenal kata berhenti. Gambar gunung tertinggi di dunia seperti Everest yang sudah penuh sesak dan dianggap terlampau komersial, tidak lagi menyajikan tantangan mountaineering pada banyak orang. Sehingga untuk mencari jawabannya, mereka mendaki gunung lain yang bahkan belum pernah dikunjungi oleh manusia.

Akan selalu ada tantangan di atas gunung yang mengundang para petualang untuk mendakinya. Ketidaktahuan, panggilan kebanggaan menjadi yang pertama, pengejaran pribadi pada pencapaian, dan lain sebagainya, adalah beberapa tantangan yang tak pernah hilang di atas gunung. Dan mencapai puncak gunung tertinggi yang belum pernah didaki manusia sebelumnya, adalah salah satu dari bentuk nyata tantangan dan dorongan tersebut.

Referensi:

 

Note:

Kamu dapat membaca lebih banyak pengetahuan tentang dunia mountaineering secara global melaui buku-buku yang ditulis oleh penulis Akasaka berikut ini.

KLIK DISINI UNTUK MENDAPATKAN BUKU-BUKU PENDAKIAN GUNUNG TERBAIK YANG DITULIS OLEH ANTON SUJARWO.

Tulisan lain dari Anton Sujarwo dapat dibaca pula pada website;

 

 

 

 

 

Baca Ini Juga Yuk!

DUA KUBURAN PENDAKI GUNUNG TERBAIK DUNIA
DUA KUBURAN PENDAKI GUNUNG TERBAIK DUNIA
Alison Jane Hargreaves menggendong puterinya dan merangkul Tom Ballard, tak disangka dua puluh empat tahun kemudian anak lelakinya itu juga akan tewas di gunung seperti dirinya. K2 (kanan atas) dan...
Read More
DUA PENDAKI HILANG DI GUNUNG PEMBUNUH
DUA PENDAKI HILANG DI GUNUNG PEMBUNUH
Masih terlalu dini untuk kita berspekulasi yang tidak-tidak tentang dua pendaki ini. Namun bagaimanapun juga, catatan sejarah dan rekam pendakian gunung yang memang tidak ramah di kalangan pendaki ...
Read More
PIALA OSCAR PERTAMA UNTUK PENDAKI GUNUNG
PIALA OSCAR PERTAMA UNTUK PENDAKI GUNUNG
Setelah Meru yang dirilis tahun 2015, Free Solo adalah film dokumenter populer kedua yang digarap oleh Jimmy Chin sebagai mahakaryanya dalam dunia fotografer dan sinematografi petualangan dunia. Da...
Read More

Leave a comment

All comments are moderated before being published