6 FAKTA PENTING FILM MENDAKI GUNUNG THE CLIMBERS YANG JARANG DIKETAHUI

film mendaki gunung

Apakah kamu suka menonton film mendaki gunung? Jika iya, apakah kamu pernah menonton film The Climbers  yang salah satu perannya dimainkan oleh sang mega bintang Jackie Chan?

Jika kamu menyukai film tentang pendakian gunung dan belum pernah menyaksikan film The Climbers , maka ini adalah beberapa alasan mengapa kamu harus menonton film tersebut. Atau jika kamu yang sudah pernah menyaksikannya, maka beberapa hal berikut ini akan memperkuat pemahamanmu mengenai apa yang sesungguhnya terjadi di balik skenario pembuatan film itu.

Lantas, apa saja fakta tentang film The Climbers  yang paling layak untuk kamu ketahui baik sebelum atau sesudah menontonnya?

Berikut uraian lengkapnya.

Berbagai Fakta Menarik Film Mendaki Gunung The Climbers  yang Sangat Jarang Diketahui oleh Penonton

film mendaki gunung

 Ketika film pendakian gunung Everest (2015) dirilis, euphoria menyambut film ini cukup ramai di berbagai belahan dunia. Film ini seperti yang mungkin kamu sudah tahu, adalah film sejarah yang melukiskan badai maut yang membunuh 5 orang pendaki pada musim pendakian Everest di bulan Mei tahun 1996.

Sebelum kemunculan Everest, film yang juga menceritakan tragedi maut yang membunuh dua pendaki gunung besar dunia bernama Rob Hall dan Scott Fischers itu pernah pula difilmkan dalam judul Into Thin Air. Menariknya Into Thin Air adalah film yang diadaptasi dari buku karya John Krakauer, yang juga adalah salah satu saksi mata malapetaka di gunung tertinggi di dunia pada peristiwa mengenaskan tersebut.

Sebagai gunung dengan elevasi tertinggi di muka bumi, Everest memang selalu menarik perhatian. Pada pertengahan abad ke-20, gunung ini adalah pusat unjuk kekuatan dunia dalam hal ekspedisi dan penjelajahan. Nah, The Climbers  dalam hal ini juga menunjukkan fakta yang tidak akan jauh berbeda.

The Climbers  adalah film gunung Everest dan berkisah tentang upaya manusia untuk mencapai puncaknya. The Climbers  juga diklaim sebagai film sejarah yang menceritakan upaya negeri Tirai Bambu atau Tiongkok untuk menegaskan kemampuan mereka dalam ekspedisi raja gunung dunia. Dalam konteks yang lebih eksplisit, film ini juga dapat diartikan sebagai penegasan kekuasaan China atas Tibet yang didalamnya terdapat gunung Everest.

Nah, sebagai film sejarah dalam upaya pencapaian puncak tertinggi dunia, The Climbers  memiliki beberapa fakta yang menarik. Dan uniknya lagi adalah, bahwa fakta-fakta ini jarang sekali diketahui oleh orang-orang yang tidak memiliki latar belakang tentang penelitian sejarah mountaineering . Sehingga beberapa poin penting yang seharusnya juga ikut menjadi perhatian selama menyaksikan film ini dapat saja menjadi terlewatkan begitu saja.

Lalu, apa sajakah fakta yang paling menarik untuk diketahui mengenai film The Climbers  ini?

Yuk, baca beberapa poin pentingnya berikut ini versi Akasaka Outdoor.

BACA JUGA:

The Climbers  adalah Film Kisah Nyata

film mendaki gunung

Tidak diragukan lagi bahwa The Climbers  adalah sebuah film yang berusaha mengangkat sebuah momen sejarah penting bagi bangsa China. Film ini secara umum ingin menyoroti aksi heroik para pendaki gunung China dalam upaya mereka menaklukkan Everest pada tahun 1960 dan juga 1975.

Pada tahun 1960, atau 7 tahun setelah keberhasilan Edmund Hillary dan Tenzing Norgay mencapai puncak Everest untuk yang pertama kalinya, China mengirim para pendaki mereka untuk mencapai puncak gunung yang sama melalui jalur utara yang masuk dalam wilayah Tibet. Pada pendakian ini, dikonfirmasi tiga orang pendaki gunung China berhasil mencapai puncak yakni; Wang Fuzhou, Gonpo, dan Qu Yinhua.

Namun pada hakikatnya, film ini lebih banyak memberi porsi pada ekpedisi China di Everest tahun 1975. Tahun ini 9 orang pendaki China berhasil mencapai puncak, memasang tonggak triangulasi, mengukur ulang ketinggian Everest, dan mungkin yang paling tidak populer untuk kamu ketahui; memasang tangga di Second Step Everest.

Apakah kamu tahu apa itu Second Step Everest?

Terus saja baca sampai selesai, ya, pembahasannya akan diulas di depan.

Tidak Ada Nama Everest di The Climbers

film mendaki gunung

Dalam buku yang ditulis Anton Sujarwo berjudul Mahkota Himalaya, Everest memiliki banyak nama yang digunakan untuk menyebutnya. Selain nama Everest yang digunakan sebagai nama resmi, gunung ini memiliki nama lain yaitu Sagarmatha yang dipergunakan oleh orang-orang Nepal. Sementara orang-orang Tibet menyebut gunung ini dengan sebutan Chomolungma.

Dalam film The Climbers , nama Everest lebih jarang disebut. Para pendaki China dan ekspedisi mereka, juga pada saat pemuncakan terjadi, lebih banyak menggunakan kata Chomolungma untuk Everest.

Nah, kamu tahu apa maksudnya?

Kata-kata ini adalah sebuah simbol yang juga berusaha menjelaskan bahwa gunung Everest, atau gunung Sagarmatha dalam bahasa Nepal, atau gunung Deodungga dalam bahasa Darjeeling, adalah milik China. Setidaknya milik mereka juga. Dan itu diikrarkan dengan penggunaan nama Chomolungma sepanjang film tersebut.

The Climbers  adalah Kesangsian Pendakian Barat Terhadap Pencapaian Pendaki Gunung Asia

film mendaki gunung

Untuk sebuah pencapaian internasional, pengakuan adalah sesuatu yang penting. Dalam pencapaian mountaineering  maka pengakuan publik mountaineering  internasional juga perlu untuk diperhitungkan. Dan dalam film pendakian gunung The Climbers  ini, hal ini mendapat contoh yang akan membuat kamu mengerti lebih jauh.

Apakah kamu pernah nonton film pendakian terakhir dimana kemudian sang pendaki tewas dalam upaya mencapai puncaknya?

Meskipun tidak menyoroti hal seperti itu secara persis, namun The Climbers  memiliki korelasi yang sesuai. Pada ekspedisi tahun 1960 dimana Wang Fuzhou dan dua temannya berhasil mencapai puncak, ketua pendakian mereka terbunuh dalam longsoran, dan dalam film, hal ini digambarkan dengan sangat dramatis.

Saat ketua pendakian mereka terjatuh, fotografer ekspedisi juga nyaris terbunuh. Nah, disini ada adegan yang menunjukkan bahwa sang pendaki utama mengalami dilema untuk menyelamatkan nyawa temannya ataukah menyelamatkan kamera mereka. Dan sebagai manusia dan tokoh protagonis, tentu saja kemudian ia memilih menyelamatkan nyawa temannya dan membuang kamera.

Tapi, apakah kamu tahu apa kira-kira konsekuensi dari tindakan tersebut?

Ya, benar sekali. Mereka tidak punya bukti foto 360˚ yang menjadi salah satu syarat verifikasi pemuncakan dalam mountaineering . Dan itu adalah salah satu alasan paling mendasar bahwa pencapaian Wang Fuzhou dan dua temannya di puncak Everest pada tahun 1960, tidak pernah diakui keabsahannnya. Setidaknya oleh komunitas mountaineering  dari barat.

The Climbers  adalah Film Pendakian Sisi Utara Everest yang Jauh Lebih Sulit dan Mematikan

film mendaki gunung

Jika menyaksikan film tentang pendakian gunung Semeru seperti 5 CM atau yang lainnya, kamu mungkin akan selalu disodorkan bahwa pendakian hanya akan dilakukan melalui satu sisi, yakni melalui rute Kalimati. Nah, di gunung bersalju dan tertinggi di dunia seperti Everest, rute baru sama dengan prestasi dan pencapaian baru. Dan itu artinya jika kamu berhasil melakukannya, kamu telah menciptakan sejarah.

Pada tahun 1953 dan tahun-tahun sebelum itu, pendakian di gunung Everest lebih banyak menggunakan rute melalui jalur selatan yang ada dalam wilayah Nepal. First ascent gunung Everest dimana Edmund Hillary dan Tenzing Norgay berhasil mencapai puncak itu juga dilakukan melalui sisi Nepal. Dan rute yang dilalui dua pendaki gunung legendaris itu kemudian menjadi rute standar pendakian gunung Everest melalui sisi selatan hingga saat ini.

Ditinjau dari kesulitan teknis dan tantangan yang dimilikinya, rute utara dinilai jauh lebih sulit dibandingkan rute selatan. Dengan kata lain dapat disimpulkan pula bahwa pencapaian puncak Everest yang dilakukan melalui sisi utara, memiliki skala yang lebih menantang dibandingkan pencapaian yang dilakukan melalui sisi Nepal atau selatan.

Hal ini pula yang kemudian berusaha digambarkan dalam film The Climbers , bahwa badai yang mereka hadapi, medan, longsoran, dan lain sebagainya, jauh lebih sulit dibandingkan sisi selatan yang telah ditaklukkan sebelumnya.

The Climbers  Memiliki Korelasi Dengan Sejarah Hilangnya George Mallory dan Irvine Andrew tahun 1924

film mendaki gunung

Oya, Sobat Akasaka, apakah kamu pernah mendengar nama George Leigh Mallory dan Andrew Irvine?

George Mallory adalah pendaki gunung Inggris yang pernah mencoba mendaki Everest pada tahun 1922 dan 1924. Dalam pendakiannya di tahun 1924, Mallory mengajak seorang anak muda bernama Andrew Irvine bersamanya. Naasnya dalam pendakian ini, keduanya menghilang dan tidak pernah kembali lagi.

Hal yang kemudian membuat dunia mountaineering  tidak berhenti berdebat adalah dugaan yang mengatakan bahwa Mallory dan Irvine pada saat itu berhasil mencapai puncak Everest. Dengan kata lain untuk menjelaskan hal ini adalah; bahwa first ascent puncak Everest sebenarnya telah tercapai pada tahun 1924 oleh Mallory dan Andrew Irvine, 29 tahun sebelum kehadiran Tenzing Norgay dan Edmund Hillary di puncak gunung yang sama.

Lantas, apakah kamu tahu korelasi hal ini dengan film The Climbers ?

Korelasi yang pertama adalah baik ekspedisi China mau pun ekspedisi Mallory-Irvine tahun 1924 menggunakan rute yang sama. Dan korelasi yang kedua dan yang paling menentukan adalah bahwa pada ekspedisi China di gunung Chomolungma tahun 1975, mereka berhasil memasang sebuah tangga besi di Second Step.

Dan di rute utara, Second Step adalah titik paling krusial dimana dunia menyangsikan kemampuan Mallory dan Irvine Andrew mampu melewatinya pada tahun 1924.

The Climbers dan Nama Phanthog

film mendaki gunung

Sebagai sebuah film yang berupaya mengangkat sejarah penting dalam dunia mountaineering  negeri China, sangat disayangkan bahkan profil Phanthog sama sekali tidak ditampilkan.

Oya, apakah Sobat Akasaka tahu siapa itu Phanthog?

Phanthog atau Pan Duo adalah salah satu nama yang tidak banyak diketahui dalam sejarah pendakian gunung dunia. Namun ia adalah orang yang sejajar dengan Junko Tabei dari sisi pencapaian di Everest.

Antara Junko Tabei dan Phanthog hanya selisih 11 hari dalam pencapaian di puncak Everest. Ketika Junko mencapai puncak gunung tertinggi di dunia itu pada tanggal 16 Mei 1975, maka pada tanggal 27 Mei 1975, Phanthog juga berhasil mencapai tempat yang sama.

Tapi mengapa Phanthog tidak seterkenal Junko Tabei jika pendakiannya di Everest sama-sama mengesankan? Bukankah ia mendaki melalui sisi utara yang lebih sulit dibandingkan Junko yang mengambil sisi selatan?

Itu karena dunia tidak pernah mengenal orang kedua. Posisi kedua, ketiga dan seterusnya dalam sebuah pencapaian mountaineering  lebih sering tidak diketahui. Orang-orang akan dengan cepat ingat dan tahu siapa orang pertama yang sampai di puncak Everest, namun jika ditanya siapa orang yang kedua? Jawabannya lebih banyak yang tidak tahu.

film mendaki gunung

Phanthog memiliki nilai pionir yang sama kuat dengan Junko Tabei dalam sejarah emansipasi mountaineering  di Everest. Atau sama kuat dengan nama Wanda Rutkiewicz dalam sejarah dan film gunung K2. Atau di Indonesia, Phanthog dapat kamu samakan perannya seperti Clara Sumarwati yang berhasil mengibarkan bendera Indonesia di puncak Everest pada tahun 1996.

Emansipasi dalam mountaineering  adalah sesuatu yang menarik untuk diperhatikan. Di Indonesia, kamu dapat membaca sangat lengkap tentang hal ini dalam buku Anton Sujarwo ke -11 yang diberi judul Dewi Gunung. Dalam buku setebal 590 halaman ini, kamu akan menemukan sejarah lengkap masuknya perempuan dalam aktivitas mountaineering  hingga berbagai kontroversi kehadiran mereka.

BACA PULA:

film mendaki gunung

Nah, Sobat Akasaka, sambil menikmati dramatisnya adegan-adegan dalam film The Climbers , kamu bisa juga mencermati 6 fakta yang disampaikan di atas.

Oya, untuk membuat acara nonton film mendaki gunung The Climbers -nya semakin menyenangkan, yuk, lihat dulu berbagai koleksi terbaru dari Akasaka Outdoor berikut ini.

Dari jaket gunung dengan kualitas terbaik, sandal gunung paling tangguh untuk medan petualangan Indonesia, hingga carrier super ringan dengan garansi satu tahun penuh, semuanya bisa kamu dapatkan melalui tautan di bawah ini.

KLIK DISINI UNTUK MENDAPATKAN BERBAGAI PRODUK TERBARU DARI AKASAKA OUTDOOR UNTUK MENEMANI PETUALANGANMU

 

 

Baca Ini Juga Yuk!

DAFTAR 5 GUNUNG TERTINGGI YANG BELUM PERNAH DIDAKI MANUSIA
DAFTAR 5 GUNUNG TERTINGGI YANG BELUM PERNAH DIDAKI MANUSIA
Apakah masih ada gunung tertinggi yang belum pernah didaki manusia pada zaman sekarang ini? Jawabannya tentu saja masih ada, dan masih banyak. Dari Muchu Chhish di belantara Karakoram sampai Gangkh...
Read More
DUA KUBURAN PENDAKI GUNUNG TERBAIK DUNIA
DUA KUBURAN PENDAKI GUNUNG TERBAIK DUNIA
Alison Jane Hargreaves menggendong puterinya dan merangkul Tom Ballard, tak disangka dua puluh empat tahun kemudian anak lelakinya itu juga akan tewas di gunung seperti dirinya. K2 (kanan atas) dan...
Read More
DUA PENDAKI HILANG DI GUNUNG PEMBUNUH
DUA PENDAKI HILANG DI GUNUNG PEMBUNUH
Masih terlalu dini untuk kita berspekulasi yang tidak-tidak tentang dua pendaki ini. Namun bagaimanapun juga, catatan sejarah dan rekam pendakian gunung yang memang tidak ramah di kalangan pendaki ...
Read More

Leave a comment

All comments are moderated before being published