UNTUK MENJAGA ETIKA DAN KESEHATAN, INILAH CARA TEPAT BUANG AIR SELAMA PENDAKIAN

Mendaki Gunung

Ketinggian adalah faktor utama dalam menentukan lamanya pendakian. Berapa pun itu, persiapan matang harus dilakukan mengingat ini adalah aktivitas alam. Salah satu hal yang selalu dipikirkan adalah tentang melakukan ritual unik lahiriah. Sebagai manusia, aspek etika dan kesehatan tidak bisa diabaikan begitu saja. Nah, bagaimana buang air saat di gunung? Sobat Akasaka, berikut caranya.

Persiapkan Benda-Benda Pendukung

Tisu Basah

Setidaknya ada empat benda yang harus dipersiapkan yaitu tisu basah, kain khusus, cairan pembersih tangan, dan alat gali. Selain mampu menjaga kebersihan organ genital, ini adalah cara sederhana merawat alam serta tidak mengundang hewan tertentu untuk mendekat. Sementara itu, kedalaman ideal adalah 10-15 cm agar dapat terurai dengan baik.

Khusus pendaki wanita, jika memiliki persiapan lebih sebelum berangkat, disarankan untuk membeli alat bantu kencing berdiri berbentuk corong bernama FUD. Hal ini dapat mempermudah buang air di tempat yang tidak memungkinkan.

Bijak Memilih Tempat

Bijak Memilih Tempat

Selain menghindari medan berbahaya, pilihan tempat yang sesuai harus diperhitungkan agar tidak merugikan.

Pertama, jangan terlalu dekat dengan jalur pendakian. Hal ini akan sangat mengganggu pendaki lain, karena sering dilewati dan merupakan jalan utama.

Kedua, jauhi area berkemah. Ini akan sangat berpotensi terinjak, karena menjadi tempat lalu lalang para pendaki. Kalau dirasa keamanan kurang terjaga, apalagi ketika malam hari, lebih baik mengajak teman. Selain itu, cara ini dapat menjaga komunikasi antar sesama grup tentang keberadaan.

Ketiga, dekat sumber air tidak direkomendasikan. Tempat ini kelihatannya ideal dijadikan titik buang hajat, tapi justru akan mencemari. Merepotkan juga bukan, mengingat kebutuhan sumber daya alam satu ini sangat dibutuhkan.

Cari Lokasi Aman dan Nyaman

Lokasi Yang Aman Dan Nyaman

Medan sesuai untuk buang air di gunung adalah tanah lunak dan permukaan yang tidak miring. Selain itu, terdapat pepohonan atau semak guna menjaga privasi serta menyerap kotoran lebih cepat. Namun, perlu dipastikan terlebih dahulu keamanannya dari ancaman binatang buas serta tumbuhan berduri.

Lantas, bagaimana kalau tempatnya tidak cukup tertutup? Memanfaatkan matras sebagai bilik dadakan adalah ide bagus untuk mengatasi waktu darurat ini.

Perkirakan Arah Datangnya Angin

Perkirakan Arah Datangnya Angin

Intensitas angin di gunung lebih banyak dibanding daratan. Oleh karena itu, penting memperkirakan arah datangnya agar proses buang air lebih nyaman. Berjongkok membelakanginya juga dapat mengalirkan urine dengan baik dari organ genital.

Manfaatkan Toilet Darurat

Manfaatkan Toilet Darurat 

Kebijakan tentang toilet di setiap gunung pendakian berbeda-beda. Namun, lazimnya terdapat di setiap pos. Nah, ketika sampai di sana, manfaatkan sebaik mungkin atau dalam kata lain, jangan menahan buang air.

Bagaimana sobat Akasaka? Tidak sulit bukan cara buang air di gunung? Dengan benda-benda kecil yang bisa dimasukkan ke tas carrier dan cermat memilih tempat, kebutuhan alamiahmu akan terpenuhi. Tidak hanya itu, sobat juga resmi menjadi pendaki beretika baik, peduli kesehatan, serta alam.

Baca Ini Juga Yuk!

BEGINI CARA MEMASAK NASI SAAT KEMAH YANG BENAR
BEGINI CARA MEMASAK NASI SAAT KEMAH YANG BENAR
Apakah Sobat Akasaka berencana kemah di akhir pekan ini? Jangan lupa, pelajari cara memasak nasi saat kemah. Nasi merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia yang mampu mengenyangkan secara cepat....
Read More
5 TIPS AGAR TERHINDAR DARI DEHIDRASI SAAT MENDAKI
5 TIPS AGAR TERHINDAR DARI DEHIDRASI SAAT MENDAKI
Apakah Sobat Akasaka pernah kehilangan konsentrasi saat mendaki? Hati-hati; hilang konsentrasi merupakan salah satu tanda dehidrasi. Dampak yang lebih berbahaya, dehidrasi menyebabkan cepat lelah d...
Read More
TEKNIK WALL CLIMBING DASAR UNTUK PEMULA
TEKNIK WALL CLIMBING DASAR UNTUK PEMULA
Wall climbing alias panjat tebing tergolong salah satu olahraga ekstrem yang digemari banyak pencinta alam. Tak sekadar indoor climbing, banyak pemanjat yang juga tertarik untuk menggapai puncak-pu...
Read More

Leave a comment

All comments are moderated before being published