Tips Travelling Saat Bulan Ramadan

Menjelang bulan Ramadan, biasanya Sobat Akasaka akan berpikir dua kali jika harus merencanakan perjalanan pada bulan tersebut. Jika memungkinkan, rasanya lebih baik tidak pergi ke luar kota demi menjaga kekhusyukan ibadah puasa. Namun, kadang kesempatan melakukan perjalanan justru datang di saat bulan Ramadan. Sayang dong kalau kamu menolak kesempatan ini.

Sama halnya dengan tetap melakukan aktivitas harian seperti biasa, travelling saat puasa pun sebetulnya tidak berbeda dengan travelling pada bulan lainnya. Kamu tetap bisa berjalan-jalan mengunjungi berbagai tempat dan atraksi wisata. Malah kondisi tempat wisata tergolong lengang jika bulan puasa tiba. Hal yang membedakan adalah perubahan waktu makan minum dan kondisi tubuh yang lebih cepat lelah.

Namun, kamu tetap bisa menikmati perjalanan sekalipun tengah berpuasa. Jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk membatasi aktivitas kamu, termasuk travelling. Lagi pula dengan padatnya kegiatan sejak sahur hingga waktu buka tiba, puasa pun tak terasa berat. Nah, 6 tips berikut ini harus kamu perhatikan baik-baik jika hendak travelling saat puasa.

 

Rencanakan perjalanan dengan matang


Rencanakan perjalanan dengan matang - amongotherthings

 

Termasuk di sini adalah merencanakan waktu keberangkatan serta transportasi yang digunakan. Perhitungkan pula jarak tempuh dari kota asal ke kota tujuan, sehingga kamu bisa memilih waktu keberangkatan dengan tepat. Misalnya, jika kamu menggunakan pesawat, mengambil penerbangan pagi lebih efektif karena memberi kamu waktu lebih panjang setibanya di kota tujuan. Tubuh pun masih cukup fit untuk beraktivitas.

 

Cari tahu waktu sahur dan berbuka di tempat tujuan


Cari tahu waktu sahur dan berbuka di tempat tujuan - csr

 

Terutama jika terdapat perbedaan waktu antara kota asal dan kota tujuan. Pasang aplikasi smartphone yang dapat menunjukkan waktu azan untuk beribadah, sahur, dan berbuka puasa. Kamu pun dapat mempersiapkan diri saat sahur atau buka puasa tiba.

 

Pilih penginapan yang dekat dengan warung makan


Pilih penginapan yang dekat dengan warung makan - granbyranch

 

Kalau penginapan kamu tidak menyediakan fasilitas sahur, setidaknya cari penginapan yang di sekitarnya banyak warung makan. Umumnya saat bulan puasa tiba, warung makan ini juga buka pada jam sahur. Namun, jika kamu sulit menemukan warung makan di sekitar penginapan, pada malam hari kamu bisa membungkus makanan yang bisa tahan hingga waktu sahur tiba.

 

Perhatikan porsi makan dan minum saat sahur dan berbuka


Perhatikan porsi makan dan minum saat sahur dan berbuka - shutterstock

 

Meskipun jauh dari rumah, kamu tetap perlu menjaga porsi makan saat sahur dan berbuka. Penuhi asupan protein, serat, dan karbohidrat dengan jumlah secukupnya sekali makan. Jangan makan terlalu kenyang, tetapi juga jangan terlalu sedikit. Tubuhmu butuh tenaga untuk beraktivitas seharian. Begitu pula dengan minum. Berusahalah minum minimal lima gelas saat sahur dan biasakan minum air putih lebih dulu untuk membatalkan puasa.

 

Pilih aktivitas travelling yang ringan


Pilih aktivitas travelling yang ringan - shutterstock

 

Lupakan dulu aktivitas luar ruangan yang menguras tenaga seperti mendaki gunung, hiking, atau aktivitas fisik lainnya. Di Indonesia setiap daerah punya masjid bersejarah dengan arsitektur yang juga unik. Kamu bisa berkunjung ke sana untuk menunaikan ibadah salat sambil berwisata budaya dan religi. Bisa pula dengan berkunjung ke museum atau atraksi wisata lain yang menarik di kota tersebut. Walau hanya melakukan aktivitas ringan, pastikan kamu mengenakan sandal gunung Akasaka, sehingga kaki kamu terasa nyaman dan tidak mudah lelah.

 

Kuatkan iman dan niat berpuasa

Nah, ini yang paling penting, Sobat Akasaka. Jika kamu sudah berniat puasa, maka imanmu pun harus teguh. Jangan sampai karena kepanasan dan melihat orang minum minuman dingin, kamu tergoda untuk berbuka puasa. Namanya saja travelling, kamu tentu tidak bisa memprediksi apa yang akan kamu temui sewaktu-waktu. Namun, jika niat puasamu sudah bulat, godaan apa pun tidak akan mendorong kamu membatalkan puasa.

 

Itu 6 tips yang bisa kamu terapkan ketika harus travelling saat puasa. Jadi, Sobat Akasaka bisa menjalankan hobi travelling dan kewajiban berpuasa sekaligus tanpa rasa khawatir.

Leave a comment

All comments are moderated before being published