5 TIPS MENDAKI GUNUNG RINJANI, SI CANTIK DI TIMUR INDONESIA

Mendaki Gunung Rinjani

Setiap pencinta gunung sejati pasti pernah memimpikan pendakian ke Gunung Rinjani. Gunung berapi yang berada di Pulau Lombok ini memang memiliki keindahan panorama yang sangat terkenal dan menakjubkan. Gunung ini pun disebut-sebut sebagai gunung paling cantik di Indonesia, bahkan juga di Asia.

Namun, Rinjani bukanlah si cantik yang mudah ditaklukkan. Fakta bahwa gunung yang dianggap sakral oleh beberapa masyarakat ini adalah gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia setelah Kerinci di Jambi, adalah faktor paling utama penyebabnya. Dengan demikian, medan yang tidak mudah adalah tantangan paling nyata yang harus dihadapi oleh setiap pendaki.

Ada banyak hal yang dipersiapkan oleh setiap pendaki jika ingin mendaki Rinjani, sekali pun telah memiliki jam terbang yang tinggi.

Nah, bagi Sobat Asakasa yang juga ingin mengunjungi puncak di Pulau Lombok ini, berikut adalah tips mendaki gunung Rinjani yang bisa Sobat praktikkan.

Tips Mendaki Gunung Rinjani yang Efektif dan Tidak Sulit Dilakukan

Setidaknya ada 5 tips yang paling penting jika Sobat Akasaka ingin mendaki gunung Rinjani dan mencapai puncaknya yang indah. Tips berikut terbukti sangat efektif dan bermanfaat.

Lalu, apa sajakah tips tersebut? Berikut kita bahas satu-persatu.

Jaga Kebugaran Tubuh dengan Berlatih Fisik

 

Jaga Kebugaran Tubuh

Mendaki Gunung Rinjani membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Gunung dengan ketinggian 3.726 mdpl ini membuat pendaki menghabiskan sekitar 4-5 hari untuk sampai ke puncaknya. Karena itu, ketahanan fisik adalah faktor utama yang tidak dapat ditoleransi.

Rajinlah berolahraga sebelum melakukan perjalanan secara rutin. Jika kamu sudah terbiasa melakukan rutinitas olah fisik, tidak ada salahnya menambahkan porsi latihan dari biasanya. Selain itu, jaga pula pola makan dan tidur serta asupan nutrisi.

Pilih waktu yang tepat

Pilih Waktu Yang Tepat

Pertengahan Agustus adalah high season bagi Rinjani. Pendaki dari berbagai penjuru dunia berbondong-bondong datang untuk menyaksikan keindahannya. Selain itu, musim libur panjang dan tahun baru juga menjadi periode dengan jumlah pendaki cukup tinggi.

Ada baiknya kamu melakukan pendakian pada kurun Maret-Agustus awal. Di samping dapat lebih menikmati pendakian, kamu juga tidak perlu takut kehabisan jasa porter maupun guide. Kamu memang tidak harus menggunakan jasa ini, tetapi Rinjani dikenal memiliki rute yang cukup advanced dengan medan yang sangat melelahkan terutama saat summit attack.

Kenali Jalur Pendakian

Kenali Jalur Pendakian

Ada tiga jalur pendakian Rinjani yakni; Sembalun, Torean, dan Senaru. Di antara ketiga jalur ini, jalur yang menjadi favorit pendaki adalah Sembalun dan Senaru.

Sembalun menawarkan pemandangan yang sangat indah, yakni padang savana yang luas dan punggung gunung yang berliku dengan jurang di kedua sisi kanan dan kirinya. Karena pemandangan yang eksotis inilah, pendakian cenderung tidak terlalu melelahkan. Kendati demikian, cuaca saat siang hari di jalur ini sangat terik, sehingga tidak jarang pula pendaki yang merasa kewalahan.

Berkebalikan dari Sembalun, Senaru justru menawarkan rute hutan yang landai. Namun, perjalanan melalui rute yang juga kerap digunakan masyarakat sekitar untuk melakukan upacara ritual adat keagamaan ini, memberi kesan yang seolah tak ada habisnya. Tidak jarang, banyak pendaki yang pada akhirnya menyerah di sini.

Bawa Perlengkapan yang Lengkap

Membawa Perlengakapan Yang Lengkap

Membawa perlengkapan yang memadai adalah saran yang tidak dapat diganggu gugat, terutama mengenai pakaian hangat dan obat-obatan. Suhu rata-rata di Rinjani adalah 20°C, sementara suhu terendahnya berkisar di angka 10°C. Jadi, pastikan kamu mempersiapkan apa yang dibutuhkan untuk menghadapi kondisi ini.

Untuk tas gunung, kamu akan membutuhkan carrier dan juga daypack. Bawa pula perlengkapan standar pendakian lainnya seperti alas kaki yang aman dan nyaman, peralatan makan dan memasak serta bahan-bahannya, senter, headlamp, dan lain-lain.

Catat dan Tandai Titik Penting

Catat Titik-Titik Terbaik

Salah satu titik yang kamu butuhkan tentulah sumber mata air. Kamu bisa kembali mengisi botol-botol yang kosong dan menyegarkan diri di Danau Segara Anak, Plawangan Sembalun, dan di bawah jembatan yang berada di Pos 2. Untuk camping ground, kamu bisa memilih untuk bermalam di Pos 2 atau Pos 3 Sembalun, Danau Segara Anak, dan juga Plawangan Sembalun sendiri.

Itulah beberapa tips mendaki gunung Rinjani yang bisa Sobat Akasaka lakukan. Oya, sebagai tips tambahan untuk Sobat semua, jangan lupa pula membawa alas kaki pengganti sepatu. Di Segara Anak yang indah, Sobat tentu lebih rileks jika menggunakan sandal dibanding sepatu. Nah, sebagai rekomendasi, Sobat bisa memilih salah satu sandal gunung terbaik dari Akasaka berikut ini.

Leave a comment

All comments are moderated before being published