Tips Lari Lintas Alam untuk Keselamatan dan Kenyamananmu

Sobat Akasaka yang suka olahraga di alam tetapi tidak ingin naik gunung harus mencoba lari lintas alam. Tidak seperti lari biasa, olahraga ini memberi banyak tantangan dan menuntut stamina serta konsentrasi ekstra, terutama karena medannya tidak semulus jalur di lintasan buatan, misalnya.

 

Sebelum melakukan olahraga ini, pastikan kamu melakukan latihan yang tepat. Siapkan juga kemampuan fisik serta teknikmu agar bisa menerjang medan berat dan berliku di luar sana.

 

Tips Persiapan Lari Lintas Alam


Tips Persiapan Lari Lintas Alam - patainanews

 

Jika kamu belum pernah lari di lintasan yang berkelok dan tidak rata, kamu harus berlatih secara intens dengan metode khusus. Berikut tips berlatih yang bisa kamu coba:

 

  • Biasakan dirimu dengan lintasan serupa

Mulailah menjajal daerah perbukitan, pantai, atau padang rumput untuk berlatih. Lintasan datar tanpa penghalang berbeda dengan tanah dan rumput berbatu serta area berbukit, dan pelari yang tidak terbiasa cenderung “kaget” sehingga kurang fokus saat lari di alam.

 

  • Lakukan latihan interval

Latihan interval adalah salah satu tips lari populer, dan ini ada alasannya. Intensitas yang berselang-seling akan membuat tubuhmu beradaptasi dengan kondisi medan yang tidak rata. Kamu juga bisa membangun stamina serta tingkat penggunaan oksigen untuk lari jarak jauh.

Mulailah dengan satu menit lari dengan intensitas tinggi, disusul dengan satu menit lari pelan secara bergantian. Setelah beberapa hari, tambah intensitasnya menjadi dua menit lari intensitas tinggi dan satu menit lari pelan. Tingkatkan menjadi empat dan satu menit, lalu enam dan dua menit. Kamu harus bisa meningkatkan intensitas lari hingga mencapai minimal 20 menit lari intensitas tinggi dan dua menit lari pelan.

 

  • Minum yang cukup

Selama latihan, kamu harus minum setidaknya dua hingga tiga liter air per hari (tergantung intensitas latihan serta jumlah pengeluaran keringat). Sehari sebelum lomba, minum empat gelas ekstra air. Minum dua gelas lagi minimal dua jam sebelum lomba, dan segelas 15 menit sebelum mulai.

 

  • Makan untuk menambah energi

Kamu harus makan seimbang sebelum lari, tetapi ada makanan lain yang sebaiknya kamu santap setiap tiga hingga empat jam, untuk menangkap lapar sekaligus menjaga kadar gula darah. Contoh makanan kecil untuk pelari antara lain biskuit rendah kalori, kacang-kacangan (direbus/dipanggang tanpa bumbu), sereal tawar (dimakan kering), dan pisang.

Jangan lupa untuk melakukan pemanasan dan pendinginan dalam latihan. Luangkan waktu paling tidak lima menit untuk pemanasan dan pendinginan lengkap.

 

Tips Saat Lari Lintas Alam


Tips Saat Lari Lintas Alam - buhomag-cms.imgix

 

Lari di alam juga membutuhkan strategi tersendiri, karena medan yang berbeda dari rute di jalan raya atau lintasan lari biasa. Lakukan hal-hal ini agar kamu bisa menyelesaikan lari dengan sukses:

 

  • Sesuaikan intensitas lari dengan medan

Hemat tenagamu dengan cara memanfaatkan medan yang ada. Saat menuruni gunung, simpan tenagamu dan manfaatkan gravitasi untuk berlari turun (jaga keseimbangan dengan menarik posisi tubuh sedikit ke belakang). Gunakan energimu untuk lari di jalur menanjak.

 

  • Tambah kecepatan saat berbelok

Jalan berbelok bisa sedikit menghambat larimu, apalagi jika ada banyak. Saat menemui belokan, tambah kecepatanmu hingga kamu kembali ke jalur yang lurus.

 

  • Jangan bernafsu untuk menang

Lari di alam bukan soal menang, karena jalurnya panjang dan sulit. Fokuslah pada menikmati pengalaman lari serta menantang batas stamina. Kamu bisa sedikit ngebut saat masih di awal jalur, tetapi ketika medannya mulai sulit, tidak perlu bernafsu untuk menang dan larilah dengan santai.

 

Olahraga alam tidak hanya menantang, tetapi juga membuat fisikmu terlatih hingga ke level yang lebih tinggi. Jangan lupa gunakan produk bermutu seperti Akasaka untuk mendukung kegiatan lintas alammu.

Leave a comment

All comments are moderated before being published