TERAPKAN ZERO WASTE SAAT MENDAKI

Zero Waste Saat Mendaki

Sobat Akasaka tentunya masih ingat dengan fenomena tumpukan sampah di area pegunungan, bukan? Pemandangan tumpukan sampah mendaki di pegunungan tersebut sempat viral di media massa. Hal tersebut tentu mengundang perhatian banyak kalangan, mulai dari aktivis lingkungan, kalangan pencinta alam, hingga masyarakat umum.

Berbagai gerakan kebersihan pun ramai-ramai digalakkan para pencinta alam. Selain mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan alam, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mengajak pendaki gunung agar menerapkan prinsip zero waste. Dengan konsep ini, para pendaki gunung diharapkan dapat meminimalisasi penumpukan sampah di gunung.

Apa yang dimaksud zero waste?

Zero Waste

Zero waste merupakan usaha untuk mengurangi penggunaan plastik sebagai kemasan makanan maupun minuman. Prinsip pendakian zero waste sendiri bertujuan untuk meminimalisasi potensi menumpuknya sampah bekas kemasan makanan yang ditinggalkan pendaki di area pegunungan.

Menumpuknya bekas kemasan makanan dan minuman di gunung tidak hanya merusak asrinya pemandangan alam sekitar. Sampah mendaki yang didominasi plastik dan kertas juga biasanya terbilang cukup sulit untuk didaur ulang secara alami. Butuh ratusan tahun bagi satu botol plastik agar dapat terurai dengan sempurna.

Yang lebih penting, prinsip zero waste ini tidak melulu berurusan dengan pengurangan sampah mendaki. Usaha pelestarian alam pegunungan seperti penanaman pohon serta penerapan hukuman bagi para pendaki nakal juga merupakan perwujudan dari kampanye zero waste. 

Bagaimana cara menerapkan zero waste saat mendaki?

Cara Menerapkan Zero Waste

Menerapkan zero waste saat mendaki gunung sebenarnya tidak sulit. Sobat Akasaka bisa langsung memulainya pada pendakian berikutnya, dengan cara:

Bawa peralatan makan dan masak sendiri dari rumah

Karena tidak mau repot, banyak pendaki yang membawa gelas dari bekas kemasan air mineral atau piring dari styrofoam untuk alas makanan. Memang terkesan praktis, tapi Sobat Akasaka tentu bisa membayangkan sendiri betapa banyaknya sampah yang disebabkan kemasan sekali pakai tersebut. Untuk menyiasatinya, Sobat Akasaka bisa membawa peralatan makan dan masak dari rumah. Untuk peralatan masak, Sobat Akasaka dapat berbagi tugas dengan rekan satu kelompok.

Alih-alih memakai peralatan makan sekali pakai, Sobat Akasaka bisa membawa masing-masing satu buah piring dan gelas plastik. Lebih bagus lagi jika membawa botol minum atau tumbler sendiri.

  • Kurangi makanan siap saji
Kurangi Makanan Siap Saji

Demi kemudahan, para pendaki biasanya membawa bekal makanan siap saji seperti mi instan, atau makanan kalengan. Padahal, kebiasaan tersebut sangat berpotensi meninggalkan penumpukan sampah di area gunung, kecuali jika pendaki bersedia membawa pulang sampah-sampah tersebut. Untuk mengatasinya, Sobat Akasaka dapat membeli bahan-bahan makanan seperti sayur-mayur, sosis, atau buah-buahan di pasar tradisional terdekat sebelum memulai pendakian.

Selama di gunung, Sobat Akasaka dapat memasak sendiri bahan-bahan tersebut bersama teman-teman satu kelompok. Selain lebih ramah lingkungan, masak-masak bersama teman sependakian juga dapat meningkatkan keakraban sekaligus menciptakan pengalaman berkesan selama mendaki.

  • Ubah cara packing basah
Ubah Cara Packing Basah

Biasanya pendaki menyiapkan kantong plastik ekstra untuk melindungi barang bawaannya agar tidak basah jika terkena hujan. Satu kantong plastik umumnya digunakan untuk satu jenis barang. Jadi, semakin banyak barang yang dibawa, semakin banyak pula kantong plastik yang diperlukan. Daripada repot, lebih baik bawa satu kantong plastik besar atau polybag yang dapat digunakan untuk melapisi tas carrier saat mendaki.

  • Belajar teknik kompos

Jika Sobat Akasaka banyak berbekal barang-barang organik, maka wajib hukumnya belajar teknik mengompos agar tidak perlu membawa pulang sampah organik dari bahan makanan. Caranya mudah, kok. Cukup buat lubang di dekat tempat kemah yang jauh dari jalan setapak, lalu kubur sampah-sampah organik tersebut agar dapat diurai secara alami dan berguna sebagai kompos bagi tumbuhan di sekitarnya.

Itulah beberapa hal yang perlu Sobat Akasaka ketahui tentang zero waste. Yuk terapkan zero waste saat mendaki agar kebersihan alam tetap terjaga.

Baca Ini Juga Yuk!

5 TIPS AGAR TERHINDAR DARI DEHIDRASI SAAT MENDAKI
5 TIPS AGAR TERHINDAR DARI DEHIDRASI SAAT MENDAKI
Apakah Sobat Akasaka pernah kehilangan konsentrasi saat mendaki? Hati-hati; hilang konsentrasi merupakan salah satu tanda dehidrasi. Dampak yang lebih berbahaya, dehidrasi menyebabkan cepat lelah d...
Read More
TEKNIK WALL CLIMBING DASAR UNTUK PEMULA
TEKNIK WALL CLIMBING DASAR UNTUK PEMULA
Wall climbing alias panjat tebing tergolong salah satu olahraga ekstrem yang digemari banyak pencinta alam. Tak sekadar indoor climbing, banyak pemanjat yang juga tertarik untuk menggapai puncak-pu...
Read More
6 TIPS AMAN MENDAKI GUNUNG UNTUK WANITA
6 TIPS AMAN MENDAKI GUNUNG UNTUK WANITA
Mendaki untuk wanita itu gampang-gampang susah. Simak tips berikut agar pendakianmu tetap aman. Mendaki adalah aktivitas yang tak hanya digemari laki-laki, tapi juga kaum hawa. Berbeda dengan trave...
Read More

Leave a comment

All comments are moderated before being published