Teknik Rock Climbing bagi Pemula

Sobat Akasaka tentu tahu bahwa olahraga panjat tebing alias rock climbing bukanlah jenis olahraga sembarangan yang bisa dilakukan oleh semua orang dan dengan mudah. Aktivitas outdoor nan ekstrem ini memiliki risiko yang sangat besar. Karena itulah, selain mengikuti prosedur yang benar termasuk melengkapi peralatan, mengetahui dan menerapkan teknik rock climbing yang tepat adalah keharusan yang tidak dapat ditoleransi.

Perlu diketahui, tebing bukanlah medan yang mudah. Karena itu, untuk menaklukkan tebing tidak hanya memerlukan teknik yang sesuai saja, tetapi juga tubuh yang sudah terbiasa. Maka dari itu, Sobat Akasaka yang terhitung pemula dalam rock climbing tidak perlu khawatir dan terburu-buru. Mereka yang sudah terhitung profesional dan expert pun juga pernah berada di fase seperti ini.

 

Teknik Menaiki Tebing


Teknik Menaiki Tebing - climbing

 

  • Face Climbing

Teknik ini adalah teknik memanjat pada permukaan tebing yang masih memiliki tonjolan atau rongga yang memadai sebagai pijakan kaki ataupun pegangan tangan. Kesalahan utama pemula adalah menumpukan sebagian berat badannya pada pegangan tangan dan merapatkan badannya ke tebing. Seharusnya, berat badan justru ditumpukan pada kaki agar memberikan gaya gesekan dan kestabilan yang lebih baik.

  • Slab Climbing

Istilah lain untuk teknik ini adalah friction climbing. Teknik ini diimplementasikan pada permukaan tebing yang tidak terlalu vertikal dan memiliki kekasaran permukaan yang cukup. Pada dasarnya, slab climbing hanya mengandalkan gaya gesekan sebagai gaya penumpunya. Jangan lupa, penopangan beban secara maksimal tetap dilakukan pada kaki.

  • Fissure Climbing

Berbeda dari sebelumnya, teknik ini dilakukan pada celah tebing. Celah akan digunakan secara maksimal oleh anggota badan yang seolah-olah berfungsi sebagai pasak. Adapun perluasan teknik ini antara lain sebagai berikut.

  • Bridging

Jika kamu menemukan celah vertikal yang cukup besar pada permukaan tebing, lakukanlah teknik ini. Pada bridging, kedua tangan dan kedua kaki sama-sama digunakan sebagai pegangan pada celah vertikal tersebut. Posisikan badan dalam keadaaan mengangkang dengan kedua kaki tetap sebagai tumpuan. Untuk menjaga keseimbangan, gunakanlah bantuan kedua tangan.

  • Jamming

Berkebalikan dari bridging, jamming bisa digunakan pada celah permukaan tebing yang tidak terlalu sederhana. Teknik ini merupakan teknik yang paling dasar dan mudah. Pendaki hanya perlu menyelipkan jari tangan, tangan, atau kaki pada celah tersebut.

  • Chimneying

Untuk celah vertikal yang cukup lebar lainnnya, chimneying dapat digunakan. Caranya adalah dengan menyelipkan tubuh pada celah tebing dan menempatkan punggung pada salah satu sisi tebing. Untuk menjaga keseimbangan, posisikan sebelah kaki menempel di sisi depan tebing, sementara sebelah lainnya di sisi belakang. Tak lupa, kedua tangan juga ditempelkan pada tebing dan digunakan untuk membantu mendorong tubuh ke atas.

  • Lay Back

Satu lagi teknik yang digunakan pada medan tebing dengan celah vertikal menggunakan tangan dan kaki adalah lay back. Untuk melakukannya, jari-hari tangan mengapit tepi celah tebing dengan memiringkan punggung sedemikian rupa. Hal ini dimaksudkan untuk menempatkan kedua keki pada tepi celah yang berlawanan. Tarik tangan ke belakang dengan kaki mendorong ke depan, lalu bergerak ke atas secara silih berganti.

 

Teknik Menuruni Tebing


Teknik Menuruni Tebing - discoveryvillage

 

Teknik untuk menuruni tebing sering tidak dianggap penting, padahal teknik ini juga sangat krusial. Ketika kamu dihadapkan pada situasi yang mengharuskan untuk menuruni tebing, pastikan posisi tubuh tetap seimbang. Agar lebih mudah dan aman, bergeraklah ke samping alih-alih mengambil arah tegak lurus karena akan menyulitkan padangan dalam menemukan celah.

 

Itulah beberapa teknik rock climbing paling dasar bagi pemula yang harus Sobat Akasaka ketahui. Semoga bermanfaat dan selamat berlatih!

Leave a comment

All comments are moderated before being published