Panduan Lengkap Dan Daftar Peralatan Mendaki Gunung Untuk Pemula

Mengibaratkan aktivitas pendakian gunung dengan keberangkatan ke medan perang, mungkin terdengar begitu ekstrem. Namun, pada kenyataannya, kedua hal ini memiliki banyak kesamaan. Keduanya harus dilakukan dengan persiapan matang, baik dari segi perlengkapan serta kemampuan. Kalau tidak, bisa-bisa sobat Akasaka akan kehilangan nyawa.

Perlengkapan naik gunung bagi seorang pendaki, ibaratnya adalah senjata bagi tentara. Keberadaan peralatan gunung itu menjadi modal untuk bisa bertahan hidup selama berhari-hari di tengah hutan. Sementara itu, teknik mendaki gunung, merupakan kemampuan dalam memanfaatkan peralatan sehingga bisa digunakan secara maksimal.

Persiapan Mendaki Gunung untuk Pemula



Ketika melakukan pendakian gunung, seorang pendaki harus memiliki persiapan yang matang. Apalagi, gunung memperlakukan setiap pendaki sama saja, baik seorang pendaki pemula ataupun seorang veteran. Ketika melakukan kesalahan di tengah-tengah aktivitas pendakian, siapapun bisa kehilangan nyawanya.

Sobat Akasaka bisa mengetahui, betapa banyaknya nyawa pendaki yang hilang ketika berada di gunung. Penyebab kematiannya beragam, mulai dari karena kehabisan persediaan makanan, tersesat, kedinginan, atau terjatuh ke dalam jurang. Dengan persiapan yang matang, risiko kecelakaan yang berakibat kematian di gunung bisa diminimalkan.

Lalu, apa saja persiapan yang harus dilakukan ketika ingin mendaki gunung, khususnya bagi pemula? Setidaknya, ada 7 hal yang perlu sobat persiapkan, yaitu:

  • Jangan pernah pergi sendiri

Menjadi seorang pendaki pemula, sobat memerlukan kehadiran seorang pendaki berpengalaman yang bisa membimbing selama aktivitas pendakian. Oleh karena itu, alih-alih melakukan pendakian secara mandiri atau berkelompok sesama pemula, lebih baik ikut serta dalam aktivitas pendakian bersama. Dengan begitu, keselamatan selama pendakian bisa lebih terjamin.

  • Persiapkan fisik dan mental sebaik-baiknya

Persiapan berikutnya yang perlu diperhatikan bagi pendaki pemula adalah fisik serta mental. Persiapan fisik dilakukan dengan melakukan olahraga sebelum keberangkatan. Sobat bisa mencoba untuk membiasakan diri jogging di pagi hari secara rutin, setidaknya 1 atau 2 bulan sebelum keberangkatan.

Sementara itu, persiapan mental juga tidak kalah penting dibandingkan persiapan fisik. Ketika berada di atas gunung, sobat harus siap menghadapi segala macam kondisi. Selain itu, perjalanan menuju puncak juga sangat berat. Dengan mental yang kuat, sobat bisa meneguhkan hati untuk tetap melanjutkan perjalanan sampai ke puncak.

  • Cari info sebanyak-banyaknya tentang gunung yang bakal didaki

Persiapan selanjutnya ketika ingin mendaki untuk pertama kalinya adalah mencari info sebanyak-banyak tentang gunung yang bakal dinaiki. Perlu sobat ketahui, tidak semua gunung di Indonesia cocok untuk pendaki pemula. Apalagi, beberapa di antaranya memiliki jalur pendakian yang sangat terjal dan berbahaya.

Beberapa gunung dengan jalur pendakian ekstrem yang sebaiknya dihindari oleh pendaki pemula di antaranya adalah Gunung Leuser, Gunung Raung, Puncak Carstensz, serta Gunung Kerinci. Sementara itu, gunung yang cukup ramah untuk pendaki pemula di antaranya adalah, Gunung Papandayan, Gunung Andong, Gunung Gede, Gunung Batur, Gunung Panderman, ataupun Gunung Penanggungan.

  • Sediakan peralatan mendaki yang komplet, baik perlengkapan pribadi ataupun kelompok

Persiapan berikutnya adalah dengan menyediakan perlengkapan naik gunung yang komplet. Perlu sobat ketahui, perlengkapan ketika mendaki, terbagi menjadi 2, yakni perlengkapan pribadi dan kelompok. Perlengkapan pribadi menjadi tanggung jawab masing-masing. Sementara itu, perlengkapan kelompok merupakan tanggung jawab bersama. Untuk informasi lebih rinci terkait perlengkapan apa saja yang perlu sobat bawa, ada penjelasannya di bawah.

  • Pastikan untuk mendapat surat izin pendakian atau SIMAKSI

Hal yang kerap terjadi di lapangan adalah, sekelompok pendaki yang nekat melakukan pendakian tanpa mendapatkan surat izin pendakian atau Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI). Alhasil, ketika terjadi hal yang tidak diinginkan, pihak pengelola tidak bisa melakukan penanganan lebih cepat.

Sobat juga perlu tahu, bahwa tidak semua gunung di Indonesia bebas didaki. Pada beberapa jenis gunung, pihak pengelola sengaja memberlakukan sistem kuota. Ketika kuota tersebut terpenuhi, maka pengeluaran izin dihentikan. Selain itu, ada pula momen-momen tertentu ketika pendakian ditutup secara penuh, baik terkait alasan keamanan atau upaya pelestarian ekosistem gunung.

  • Persiapkan logistik yang mencukupi

Persiapan logistik atau persediaan makanan selama di gunung juga tidak kalah pentingnya. Ketika mempersiapkan logistik, sobat harus mempertimbangkan durasi pendakian serta jumlah rombongan. Mengenai pemilihan logistik, sobat bisa mempertimbangkan untuk membawa makanan yang bisa langsung dikonsumsi. Namun, kalau ingin berkreasi, bisa pula membawa makanan mentah yang dapat dimasak di atas gunung.

  • Jangan lupa berdoa dan minta izin orang tua

Persiapan terakhir dan yang tidak kalah pentingnya adalah, meminta izin kepada orang tua sebelum berangkat. Dengan adanya izin tersebut, sobat juga akan didoakan sehingga bisa selamat selama aktivitas pendakian.

Peralatan Hiking yang Perlu Disiapkan Saat Mendaki Gunung


Seperti yang telah disebutkan, perlengkapan hiking menjadi modal persiapan yang penting ketika mendaki. Perlengkapan tersebut terbagi menjadi 2, yakni perlengkapan pribadi dan kelompok. Perlengkapan pribadi dipakai masing-masing pendaki. Sementara itu, perlengkapan kelompok, ditujukan untuk pemakaian seluruh rombongan. Dari sekian banyak perlengkapan, berikut ini peralatan mendaki gunung yang wajib sobat bawa:

Perlengkapan Pribadi

  • Tas carrier

Peralatan gunung ini berguna untuk membawa beragam jenis perlengkapan serta makanan selama pendakian. Ketika memilih tas, sobat tak hanya perlu memperhatikan kapasitas, tapi juga kenyamanan saat dipakai.

  • Jaket gunung

Jaket gunung menjadi peralatan mendaki yang krusial. Pastikan untuk memilih jaket yang tak hanya melindungi tubuh dari hawa dingin, tapi juga sebagai pelindung tubuh dari duri tajam. Ketika memilih jaket gunung, pastikan bahwa jaket itu terbuat dari bahan yang tahan air dan angin.

  • Sepatu dan sandal gunung



Peralatan gunung selanjutnya adalah dengan membawa sepatu serta sandal gunung. Kedua jenis alas kaki ini punya kelebihan serta kekurangan masing-masing. Sobat Akasaka perlu memilih pemakaiannya secara bijak dengan mempertimbangkan medan yang bakal dilalui.

Sepatu gunung memberi perlindungan secara menyeluruh dan bisa membuat kaki lebih hangat. Hanya saja, bobotnya sangat berat. Sementara itu, sandal gunung, membuat gerakan lebih lincah serta ringan.

  • Kaus kaki

Kaus kaki juga tidak boleh dilewatkan ketika naik gunung. Sebagai persiapan, bawa 2 pasang kaus kaki sebagai antisipasi ketika salah satunya basah. Sebagai alternatif, bisa pula memilih untuk memakai kaus kaki yang tahan air.

  • Sarung tangan dan penutup kepala

Sarung tangan serta penutup kepala juga menjadi perlengkapan hiking yang tidak kalah penting. Sarung tangan tak hanya berguna sebagai pelindung dari duri atau gigitan binatang. Perlengkapan hiking ini juga bermanfaat untuk menjaga agar tetap hangat. Demikian pula penggunaan penutup kepala yang bisa melindungi kepala dari dingin serta panas.  

  • Celana gunung

Leave a comment

All comments are moderated before being published