Hal Utama yang Dilakukan Saat Tersesat di Gunung

Risiko terburuk yang harus dihadapi pendaki saat menjelajahi pegunungan adalah kehilangan arah atau tersesat. Berita hilangnya pendaki di gunung pun tampaknya sangat sering kita lihat di televisi. Ada banyak faktor yang membuat para pendaki kehilangan arah saat di gunung. Faktor cuaca dan kurangnya pengetahuan akan medan pegunungan bisa jadi dua penyebab utama banyak pendaki yang tersesat.

Tipe daerah pegunungan di Indonesia pun sangat bervariasi. Banyak area pegunungan yang memiliki hutan dengan vegetasi tinggi dan rapat, serta banyak pula pegunungan yang memiliki tebing curam. Faktor geografis serta perubahan cuaca yang ekstrem sering kali membuat pendaki kehilangan fokus hingga akhirnya tersesat. Untuk menghindari risiko tersesat saat mendaki, ada beberapa tips yang dapat diterapkan, seperti:

 

Tenangkan diri


Tips tersesat di gunung - travelandleisure.com

 

Ketika menyadari bahwa dirinya tersesat, pendaki akan merasa panik dan langsung melihat ke segala arah untuk menemukan jalur yang tepat. Rasa panik memang tidak dapat dihindari, tapi juga tidak dapat serta-merta menyelesaikan masalah. Sobat Akasaka perlu berpikir jernih agar dapat menemukan jalan keluar yang tepat saat tersesat di gunung.

Cobalah untuk beristirahat sebentar sembari merundingkan strategi bersama teman sekelompok. Cara paling tepat yang bisa dicoba pendaki saat tersesat adalah dengan kembali ke titik awal atau puncak, tergantung titik keberadaan Sobat Akasaka saat mendaki. Dengan begitu, kemungkinan besar, Sobat Akasaka akan bertemu dengan sesama pendaki atau dapat lebih mudah ditemukan oleh Tim SAR.

 

Cari ruang terbuka untuk beristirahat


Tips tersesat di gunung - blackhillsbadlands.com

 

Saat hari mulai gelap dan Sobat Akasaka masih mencari jalan keluar, cobalah untuk cari ruang terbuka sebagai tempat beristirahat. Pastikan tempat yang dipilih untuk mendirikan tenda berada di area yang datar dan terbuka sehingga lebih aman. Bila perlu, Sobat Akasaka bisa membuat tanda SOS dari susunan batu, kayu, atau benda lainnya yang dapat ditemukan di sekitar tenda agar dapat dilihat regu patroli gunung dari udara.

 

Manfaatkan tanaman di hutan sebagai pengganti makanan saat perbekalan habis


Tips tersesat di gunung - cranbrooktourism.ca

 

Tak jarang pendaki harus dihadapkan dengan situasi sulit saat perbekalan habis: menahan lapar atau memakan tanaman apapun yang terdapat di alam. Untuk itu, Sobat Akasaka perlu mencari tahu jenis tanaman apa saja yang boleh dikonsumsi untuk menghindari risiko keracunan. Pilihlah tanaman atau dedaunan muda agar lebih mudah dicerna. Jangan asal memakan buah atau jamur-jamuran yang terdapat di hutan. Paling penting, hindari tanaman berbulu, mengandung getah, atau berbau tidak sedap untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sobat Akasaka bisa melakukan trik khusus untuk mengetahui apakah tanaman di hutan layak dikonsumsi. Caranya, oleskan tanaman pada tangan, bibir, atau lidah dan tunggu selama 5-10 menit. Jika bagian tubuh yang dioleskan tanaman terasa perih dan gatal, tandanya tanaman tersebut tidak layak dikonsumsi.

 

Gunakan kompas dan perhatikan tanda-tanda alam


Tips tersesat di gunung - cubscoutpack703.com

 

Jangan pernah sepelekan kegunaan kompas saat menjelajahi daerah yang tidak dikenal, terlebih saat mendaki gunung. Selain memanfaatkan kompas sebagai penunjuk arah, Sobat Akasaka juga perlu memerhatikan tanda-tanda alam.

Misalnya, bintang dengan cahaya paling terang dapat menjadi penunjuk arah utara, atau pepohonan yang ditumbuhi lumut dapat menjadi tanda bahwa Sobat Akasaka berada di arah timur. Intinya, bekali diri dengan pengetahuan seputar pendakian dan medan pegunungan yang dituju sebelum memulai petualangan.

Itulah beberapa tips tersesat di gunung yang perlu diperhatikan. Jika dihadapkan pada keadaan sulit, cobalah untuk selalu tenang dan pikirkan solusi dengan kepala dingin. Bekali perjalanan Sobat Akasaka dengan persiapan fisik dan mental yang matang.

Leave a comment

All comments are moderated before being published