Cara Mengatasi Cerebral dan Pulmonary Oedema Saat Mendaki

Mendaki adalah salah satu hobi yang banyak digemari kaum muda. Namun perlu diingat bahwa kegiatan tersebut perlu persiapan matang sebelum benar-benar dilaksanakan. Persiapan yang tidak matang hanya akan mendatangkan malapetaka kepada para pendaki. Selain menyiapkan fisik dan mental, wawasan sobat Akasaka juga harus diasah dengan baik.

Seorang pendaki harus memiliki pengetahuan seputar penyakit apa saja yang dapat menyerang orang saat berada di ketinggian tertentu. Dalam istilah ilmiah, itu biasa disebut penyakit gunung. Penyakit-penyakit itu akan muncul saat seseorang mendaki tempat yang tinggi. Kondisi itu disebabkan oleh tekanan udara yang mengelilingi sobat Akasaka, yang biasa disebut tekanan barometrik.

Saat seseorang mendaki tempat yang tinggi, tekanan barometrik akan turun dan hanya akan ada sedikit oksigen yang tersedia. Dalam hal ini, cerebral dan pulmonary oedema adalah penyakit yang perlu diwaspadai karena bisa mengancam jiwa. Nah, berikut ini adalah beberapa cara untuk mengatasi cerebral dan pulmonary oedema saat mendaki.

 

Cerebral oedema


Mengatasi cerebral dan pulmonary oedema saat mendaki - rootsrated.com

 

Penyakit ini ditandai dengan adanya kelebihan cairan di ruang intraseluler atau ekstraseluler otak. Gejala dari cerebral oedema meliputi muntah, mual, penglihatan kabur, dan pingsan. Untuk kasus yang parah, penderita akan mengalami kejang dan koma.

Gejala tersebut umumnya muncul dalam waktu 12 sampai 24 jam ketika sobat Akasaka mencapai lokasi yang sangat tinggi. Kondisi ini bisa membaik dalam waktu satu atau dua hari jika mendapat penanganan yang tepat. Bila tidak, tubuh pendaki akan mengalami gejala yang semakin memburuk dari waktu ke waktu. Berikut adalah beberapa tips mengatasi cerebral oedema saat mendaki.

  • Memberikan oksigen

Pertolongan pertama yang bisa dilakukan pada penderita cerebral oedema adalah pemberian oksigen. Cara ini dapat membantu darah mempunyai cukup oksigen di dalamnya. Selain itu, pemberian oksigen juga akan membantu mengurangi pembengkakan.

  • Menggunakan infus

Cara berikutnya adalah memberikan obat atau cairan melalui infus. Ini bisa mencegah tekanan darah tidak turun menjadi terlalu rendah, dan sekaligus memastikan tubuh (terutama otak) menerima pasokan darah yang cukup.

  • Menurunkan suhu tubuh

Selanjutnya, cobalah untuk menurunkan suhu tubuh si penderita. Cara tersebut dapat membantu meredakan pembengkakan di otak dan mempercepat penyembuhan.

Pada kasus yang parah, penderita cerebral oedema membutuhkan penanganan khusus seperti ventriculostomy. Pada prosedur ventriculostomy, dokter bedah akan memotong lubang kecil di tengkorak dan memasukkan tabung plastik. Cairan yang menumpuk di otak akan diserap keluar untuk membantu meringankan tekanan.

 

Pulmonary Oedema


Mengatasi cerebral dan pulmonary oedema saat mendaki - visitcypresshills.com

 

Kondisi ini terjadi karena adanya penumpukan cairan di paru-paru. Ini tentunya bisa sangat berbahaya dan bahkan memicu kematian. Pembengkakan ini terjadi ketika alveoli terisi cairan dalam jumlah berlebihan, yang keluar dari pembuluh darah di paru. Akibatnya, penderita akan kesulitan bernafas dan oksigenase darah menjadi terhambat. Pulmonary Oedema umumnya ditandai dengan sesak napas, mudah letih, pusing, atau lemas. Penyakit ini biasanya terjadi ketika seseorang melakukan pendakian di ketinggian lebih dari 10.000 kaki. Berikut adalah cara mengatasi pulmonary oedema saat mendaki.

  • Menaikkan kadar oksigen dalam darah

Oksigen dapat diberikan melalui masker atau selang plastik kecil di hidung. Tabung pernafasan bisa diletakkan pada trakea jika ada ventilator.

  • Menggunakan kateter hisap

Pihak medis umumnya akan menggunakan kateter hisap kecil untuk mengatasi pulmonary oedema. Cara ini dapat digunakan untuk mengeluarkan cairan yang menumpuk di paru-paru.

Pada kasus yang parah, penderita akan membutuhkan perawatan yang intensif. Dokter biasanya akan memasang sebuah alat yang dapat mengirimkan oksigen ke paru-paru, sehingga organ tersebut bisa mendapatkan cukup udara.

Pengetahuan tentang cara mengatasi cerebral dan pulmonary oedema saat mendaki sangat penting bagi sobat Akasaka yang suka naik gunung. Dengan begitu, kondisi yang mengancam jiwa bisa dihindari ketika melakukan aktivitas di alam terbuka.

Leave a comment

All comments are moderated before being published