8 TEKNIK AKLIMATISASI YANG PATUT DIKETAHUI PARA PENDAKI GUNUNG

Mendaki Gunung Bersama

Salah satu tantangan yang biasanya dihadapi oleh para pendaki gunung adalah menghindari Acute Mountain Sickness (AMS). AMS adalah penyakit yang membuat kondisi tubuh menjadi tidak normal, khususnya ketika seseorang berada di atas ketinggian 2.400 m.

Tanda-tanda terjadinya AMS antara lain sakit kepala, mual, muntah, sesak napas, sulit tidur, pusing, dan kelelahan. Penyebabnya adalah tubuh yang tidak dapat beradaptasi dengan baik terhadap sekitarnya. Biasanya, hal ini terjadi karena pendakian dilakukan secara cepat dan dalam jangka waktu yang pendek. Akibatnya, detak jantung dan pernapasan lebih cepat karena berusaha menyesuaikan dengan kadar oksigen yang tersedia.

Teknik Aklimatisasi

Teknik Aklimatisasi

Para pendaki gunung wajib mengetahui teknik aklimatisasi untuk menjaga keselamatan diri selama pendakian berlangsung. Aklimatisasi adalah upaya penyesuaian fisiologis atau beradaptasi terhadap suatu lingkungan baru yang akan dimasuki. Dalam hal ini, aklimatisasi adalah teknik menyesuaikan diri pada saat mendaki gunung.

Supaya tubuh terhindar dari masalah kesehatan seperti AMS, pendaki dapat melakukan beberapa tips berikut:

  • Kendalikan Diri

    Meskipun tenaga memungkinkan untuk berjalan cepat saat mendaki, lebih baik kendalikan diri. Mendakilah dengan ritme yang konstan dan perlahan-lahan. Jangan mendaki terlalu cepat terutama ketika memasuki zona altitude yang lebih tinggi.

    Jika Sobat Akasaka melakukan pendakian bersama orang lain, tentukan kesepakatan bersama soal ritme perjalanan sehingga setiap orang dapat menyesuaikan diri dengan baik.

    Teknik Aklimatisasi Pendaki Gunung
    • Bermalam di Tempat yang Rendah

      Pendaki juga disarankan untuk mendaki ke tempat yang lebih tinggi lalu bermalam di tempat yang lebih rendah. Sebagai contoh, jika jarak antara pos A dan pos B berada di antara ketinggian 4.000 mdpl, mendakilah terlebih dahulu ke pos B. Lalu, turun kembali dan bermalam di pos A. Hal ini mungkin terlihat membuang-buang waktu dan energi, tetapi inilah cara yang efektif untuk membuat proses aklimatisasi berjalan dengan baik.

      • Minum Teratur

        Mengisi tubuh dengan jumlah cairan yang cukup juga sangat penting. Minumlah dengan teratur setidaknya 4-7 liter per hari. Aklimatisasi biasanya disertai dengan kehilangan cairan. Selain itu, makanlah makanan yang memiliki kalori yang tinggi.

        • Cukup Beristirahat

          Meskipun sangat antusias untuk mendaki, jangan abaikan istirahat. Tetaplah jadwalkan istirahat atau tidur kurang lebih 6-8 jam per hari.

          • Lakukan Aktivitas Ringan

            Lakukanlah aktivitas ringan di bawah cahaya matahari. Usahakan untuk tidak tidur pada siang hari karena intensitas pernapasan akan menurun dan gejala AMS dapat memburuk.

            Teknik Aklimatisasi Bagi Para Pendaki
            • Hindari Obat-obatan

              Jangan mengonsumsi obat-obatan penenang seperti obat tidur. Hindari pula tembakau atau alkohol karena dapat memperburuk gejala AMS karena menghambat pernapasan.

              • Gunakan Pakaian yang Tepat

                  Pergunakanlah pakaian dan peralatan yang tepat sesuai ketinggian tempat yang dicapai. Jangan sekali-kali mengabaikan hal ini karena dapat membuat tubuh lebih rentan mengalami gejala AMS.

                  • Berhenti Mendaki
                    Mengindari AMS Dengan Teknik Aklimatisasi

                    Apa yang harus dilakukan apabila pendaki mengalami mual, muntah, atau sesak nafas serta gejala AMS lainnya? Berhentilah mendaki hingga gejala tersebut menghilang. Bahkan, Sobat Akasaka disarankan untuk turun ke tempat yang lebih rendah jika gejala terus meningkat. Bagi anggota tim pendakian, beritahukan dengan jujur kondisi yang dialami sehingga ada solusi untuk bersama.

                    Mendaki gunung membutuhkan kesabaran dan disiplin yang tinggi. Jika tidak sabar dan disiplin, berbagai hal buruk bisa terjadi. Oleh karena itu, pastikan semua anggota tim lain menyadari kemampuan dan bersikap terbuka pada setiap kondisi sehingga misi pendakian dapat berlangsung sukses dan aman.

                    Nah, demikian teknik aklimatisasi yang bisa Sobat Akasaka lakukan ketika mendaki gunung. Semoga bermanfaat, ya.

                    Leave a comment

                    All comments are moderated before being published