7 SURVIVAL TIPS MENGHADAPI HEWAN BUAS DI ALAM BEBAS

Survival Menghadapi Hewan Buas

Apa pun bisa terjadi ketika melakukan perjalanan di alam bebas, termasuk bertemu hewan buas. Kalau memungkinkan, sebaiknya hindari hal-hal yang memancing kehadiran mereka.

Namun, bagaimana jika kawanan binatang itu tiba-tiba muncul di depan Sobat Akasaka? Tenang saja; dengan menerapkan tujuh survival tips berikut ini, gangguan hewan buas jenis apa pun dapat diatasi.

Ketika Bertemu Singa, Jaga Eye Contact

Jaga Eye Contact Dengan Singa

Singa adalah hewan yang suka menggertak lawan sebelum menyerang. Karena itu, tatap matanya ketika berjumpa dengan raja hutan ini. Buatlah tubuh Sobat Akasaka tampak lebih besar dari si penguasa rimba; bentangkan tangan selebar-lebarnya. Kemudian, mundur secara perlahan tidak perlu lari.

Buat Kegaduhan Saat Bertemu Macan

Karakter macan kebalikan dari singa; ia merasa tertantang kalau ada manusia yang berani menatap matanya. Jadi, alihkan pandangan Sobat Akasaka ke arah lain sambil membuat kegaduhan. Ingat; macan akan menyerang saat manusia diam. Ia bisa melibas habis mangsanya dalam keadaan demikian.

Hindari Serangan Kerbau Liar dengan Memanjat Pohon

Hindari Serangan Kerbau Liar Dengan Memanjat Pohon

Meski hampir punah, kerbau liar kerap berkeliaran di kawasan hutan di Indonesia. Sifat banteng pada hewan ini sangat kuat. Ia suka menyeruduk manusia ataupun mangsanya menggunakan tanduk.

Kerbau lari berlari kencang dengan arah lurus. Kalau Sobat Akasaka bertemu kawanan hewan ini, segera cari pohon tinggi. Panjatlah pohon tersebut untuk menghindari serangan kerbau liar.

Berbeloklah Kalau Bertemu Babi Hutan

Babi hutan kerap terlihat di hutan belantara yang berada di perbukitan ataupun pegunungan. Sobat Akasaka bisa jadi bertemu dengannya ketika melakukan pendakian. Hati-hati; jangan pernah mengganggu ketenangan hewan ini; ia mudah mengamuk. Jika dikejar babi hutan, hindari berlari lurus; segera belok ke jalan lain.

Jangan Terlihat Lemah di Hadapan Anjing Liar

Jangan Terlihat Lemah Di Hadapan Anjing Liar

Anjing bisa menjadi hewan yang sangat patuh ketika dilatih. Namun, tidak demikian dengan anjing liar di hutan belantara. Kawanan hewan ini kerap memangsa sasarannya tanpa kenal ampun.

Kunci menghadapi anjing liar, yakni jangan memperlihatkan kelemahan Sobat Akasaka. Tegapkan badan; hindari tatapan si predator; berteriaklah sekencang-kencangnya. Upayakan agar tubuh tidak menyentuh tanah.

Jaga Ketenangan Hati Saat Berjumpa dengan Ular

Banyak jenis ular yang berkeliaran di tengah hutan. Namun, tidak semuanya berbisa. Karena itu, tak perlu panik saat bertemu ular.

Sebenarnya, mudah saja menghindari serangan ular jangan pernah bergerak. Tetap diam sampai ular merasa aman dan pergi dari tempat tersebut. Ingat; tak perlu berteriak atau membuat kegaduhan. Ular bisa merasa terganggu jika Sobat Akasaka melakukan hal itu.

Hadapi Serigala dengan Cara Bergerombol

Menghadapi Serigala Dengan Bergerombol

Serigala suka berkelana sendirian saat mencari makan. Ia menyusuri jalan dan tempat yang sama sampai menemukan mangsa. Untuk menghindari pertemuan dengannya, jangan lewat atau datang ke lokasi tersebut. Pilih jalan lain yang belum pernah disambangi serigala.

Kalau terpaksa berhadapan, jaga kontak mata dengan serigala. Tegapkan badan Sobat Akasaka; jangan berbalik; melangkahlah muncur secara perlahan. Atau bisa juga dengan mendekatkan diri pada teman-teman. Pasalnya, serigala tidak berani menyerang jika manusia sedang bergerombol.

Nah, sekarang sudah tahu, kan? Banyak survival tips yang bisa dilakukan untuk menghadapi hewan buas di alam bebas. Keselamatan diri ketika berjalan di tengah hutan belantara tergantung dari tindakan Sobat Akasaka. Kalau tetap tenang dan percaya diri, binatang liar apa pun pasti bisa ditangani.

Leave a comment

All comments are moderated before being published