6 TIPS AMAN MENDAKI GUNUNG UNTUK WANITA

Mendaki untuk wanita itu gampang-gampang susah. Simak tips berikut agar pendakianmu tetap aman.

Mendaki adalah aktivitas yang tak hanya digemari laki-laki, tapi juga kaum hawa. Berbeda dengan traveling, pendakian gunung akan lebih menantang dan melelahkan, mengingat terjalnya medan dan suhu yang bisa turun drastis pada malam hari.

Nah, buat Sobat Akasaka yang punya rencana untuk muncak dalam waktu dekat, perhatikan dulu tips mendaki untuk wanita berikut agar perjalananmu tetap aman dan nyaman.

  • Olahraga

Mendaki tergolong aktivitas berat. Sobat Akasaka perlu mempersiapkan fisik sebaik mungkin agar stamina tetap oke selama pendakian. Oleh karena itu, calon pendaki sangat dianjurkan untuk berolahraga secara rutin sejak jauh-jauh hari.

Mulailah dengan jogging ringan, lalu perlahan lanjutkan dengan berlari. Selain melemaskan otot yang kaku, gerak fisik secara aktif juga bisa membantu menurunkan berat badan sehingga Sobat Akasaka bisa lebih nyaman saat mendaki.

  • Persiapkan Perlengkapan

Selain makanan dan minuman, perlengkapan yang wajib disiapkan para pendaki perempuan adalah carrier berukuran sedang, jaket dan sepatu gunung, sleeping bag, matras, jas hujan, celana gunung/celana kargo, sarung tangan, penutup kepala, kacamata hitam, headlamp, dan peralatan lain yang diperlukan.

  • Kenali Siklus Menstruasi

Tidak seperti pria yang bebas mendaki kapan saja, wanita perlu menyesuaikan jadwal pendakian dengan siklus menstruasinya. Terlepas dari mitos yang melarang perempuan haid untuk mendaki, siklus bulanan ini memang biasanya dibarengi dengan berbagai keluhan dan nyeri yang bisa mengganggu aktivitas. Nah, agar kegiatan pendakian tak terkendala, pastikan waktunya tidak berbarengan dengan jadwal menstruasimu, ya.

  • Pilih Pakaian yang Tepat

Pemilihan pakaian mendaki juga perlu diperhatikan, lho. Baik laki-laki maupun perempuan lebih disarankan memakai baju lengan panjang. Selain menghalau panas dan dingin, pakaian jenis ini juga bisa menghindari risiko kulit luka akibat terkena ranting pohon atau gigitan binatang selama perjalanan.

  • Bawa Obat-Obatan

Mendaki gunung selalu penuh risiko. Jadi jangan lupa untuk menyiapkan obat-obatan di kotak P3K seperti plester, obat merah, obat nyeri, pembersih luka, pembalut, serta obat-obatan pribadi yang dibutuhkan.

Selain itu, Sobat Akasaka juga disarankan untuk membekali diri dengan pengetahuan dasar tentang bagaimana tata laksana saat terjadi patah tulang, pembidaian, cara memberikan CPR, fiksasi, dan sebagainya.

  • Jangan Malu untuk Istirahat

Kebanyakan pendaki gagal mencapai puncak karena terlalu malu untuk beristirahat padahal sudah sangat lelah. Nah, Sobat Akasaka, sebaiknya hindari perasaan gengsi semacam ini saat mendaki, ya. Ingat, keselamatanmu lebih penting dari apa pun.

Jangan sungkan meminta rombongan untuk beristirahat kalau memang sudah merasa lelah. Lemaskan otot, atur napas, dan penuhi kebutuhan nutrisi dengan makan/minum agar tubuh kembali fit untuk melanjutkan pendakian.

Nah, dengan memenuhi tips-tips mendaki untuk wanita di atas, petualangan Sobat Akasaka nanti dijamin akan makin berkesan. Sampai jumpa di puncak, ya!

Baca Ini Juga Yuk!

TEKNIK WALL CLIMBING DASAR UNTUK PEMULA
TEKNIK WALL CLIMBING DASAR UNTUK PEMULA
Wall climbing alias panjat tebing tergolong salah satu olahraga ekstrem yang digemari banyak pencinta alam. Tak sekadar indoor climbing, banyak pemanjat yang juga tertarik untuk menggapai puncak-pu...
Read More
LATIHAN FISIK YANG PERLU DILAKUKAN AGAR KUAT MENDAKI SAMPAI PUNCAK
LATIHAN FISIK YANG PERLU DILAKUKAN AGAR KUAT MENDAKI SAMPAI PUNCAK
Mendaki gunung termasuk aktivitas yang berat, bahkan esktrem. Jalanan terjal dan menanjak, jarak tempuh yang jauh, suhu udara yang rendah, ditambah carrier berat di punggung adalah tantangan yang h...
Read More
TIPS AGAR TIDAK TERKENA HIPOTERMIA DI GUNUNG
TIPS AGAR TIDAK TERKENA HIPOTERMIA DI GUNUNG
Untuk mencapai sesuatu, selalu ada risiko yang melengkapi. Pun demikian dengan kegiatan pendakian gunung. Demi mencapai keindahan dan kepuasan kala berada di puncak ketinggian, berbagai risiko juga...
Read More

Leave a comment

All comments are moderated before being published