5 Tips Memotret dalam Gua Agar Hasilnya Memuaskan

Saat melakukan caving (penyusuran gua), melakukan pemetaan merupakan sebuah keharusan. Inilah mengapa, kamera merupakan salah satu peralatan wajib yang harus dibawa ketika kita akan menyusuri sebuah gua. Sayangnya, situasi gua yang cenderung gelap dan minim cahaya seringkali membuat hasil gambarnya kurang memuaskan.

Alhasil pemetaan yang dibuat pun menurun kualitasnya karena kita tidak mampu menyajikan data yang real dan akurat. Untuk mengatasi masalah semacam ini, memiliki kemampuan memotret yang mumpuni tidaklah cukup. Anda juga harus mengatahui tips dan triknya mengambil gambar di tempat minim cahaya seperti gua.

Nah, bagi yang sering melakukan caving dan pemetaan, berikut merupakan tips memotret yang tepat agar menghasilkan foto goa yang bagus. Berikut ulasannya!

 

Gunakan Tripod atau Kamera Ber-ISO Tinggi


Foto goa - pixabay.com

 

Untuk meminimalisasi goncangan dan membuat gambar terlihat jelas, Anda bisa menggunakan tripod saat memotret di dalam gua. Tetapi jika tripod dirasa merepotkan, bawalah kamera dengan ISO tinggi untuk mencegah shutter speed berjalan lambat dan menghasilkan foto berkualitas rendah.

Idealnya ISO yang digunakan untuk memotret dalam gua berkisar antara 1600 hingga 4000. Untuk memudahkan, bawalah kamera yang memiliki fungsi AUTO ISO. Sehingga secara otomatis kamera akan mengatur ISO-nya sendiri berdasarkan kondisi pencahayaan di sekitar.

 

Atur Komposisi Secara Tepat


Foto goa - Pixabay.com

 

Agar memperoleh foto goa yang berkualitas, aturlah komposisi dengan tepat. Bahkan kalau perlu, bingkai foto dengan ketat untuk menghindari detail-detail yang tidak seharusnya ditangkap muncul. Fokuslah pada detail gua seperti bentuk stalaktit, stalagmit, atau ukiran dan batuan yang indah. Anda bebas menggunakan orientasi apapun selama komposisi foto tepat dan fokus pada setiap detail gua.

 

Manfaatkan Headlamp

 


Foto goa - ebay.com

 

Agar hasil foto maksimal, carilah sumber cahaya yang terang agar suasana gua lebih mudah ditangkap kamera. Salah satu trik praktis untuk menghadirkan cahaya ke dalam gua yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaat headlamp. Headlamp merupakan sumber penerangan yang sering sekali digunakan untuk menyusuri gua.

Untuk cahaya yang super terang dan tahan lama, gunakan headlamp LED. Selain bermanfaat, headlamp juga praktis karena tidak membutuhkan tangan. Headlamp yang biasa digunakan di kepala akan membuat kedua tangan kita bebas mengatur perangkat memotret lain seperti tripod atau kamera.

 

Gunakan Kamera dengan Lensa yang Lebar


Foto goa - thephoblographer.com

 

Ada kalanya kita harus mengurangi ISO untuk mendapatkan atau menangkap sisi-sisi gua yang gelap. Inilah mengapa kita membutuhkan kamera dengan bukaan lensa yang lebar. Semakin lebar, maka akan semakin banyak cahaya yang masuk. Semakin banyak cahaya yang masuk, semakin baik pula detail gambar yang dihasilkan.

 

Memotret dalam Bentuk RAW


Foto goa - pixabay.com

 

Karena nantinya hasil foto akan mengalami pengeditan, ada baiknya ketika memotret pastikan hasil gambarnya berjenis RAW. Jika menggunakan jenis ini, pemotret akan memiliki lebih banyak pilihan mengedit sehingga hasil akhir pun akan tampak lebih maksimal.

Saat ini ada banyak sekali kamera DSLR yang mampu menyimpan hasil fotonya dalam bentuk RAW. Jika masih JPEG, Anda bisa melakukan pengaturan manual agar foto yang dihasilkan tersimpan dalam file berjenis RAW.

Itulah beberapa tips memotret yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Setiap gua sebenarnya memiliki pencahayaan masing-masing. Jadi sebelum memotret, lakukanlah beberapa percobaan terlebih dulu agar mendapatkan sudut yang tepat.

Jangan lupa selain foto goa, pastikan Anda tidak mengambil apapun dari dalam gua. Karena sudah menjadi tugas utama kita sebagai manusia untuk senantiasa melestarikan lingkungan. Selamat menjelajah.

Leave a comment

All comments are moderated before being published