5 Hal yang Harus Dihindari Saat Berkemah

Berkemah merupakan salah satu kegiatan yang menyenangkan terutama bagi Sobat Akasaka yang senang dengan suasana alam. Walaupun sedikit repot, camping di alam terbuka bukan hanya menghibur, tetapi juga berguna untuk kesehatan fisik dan mental, lho.

Namun begitu, berkemah di alam bebas seperti gunung atau pantai juga memiliki kode etik tersendiri. Banyak peraturan, anjuran, dan larangan tidak tertulis yang harus diikuti semua penikmat alam—tujuannya agar manusia selalu hidup berdampingan dengan alam secara damai dan tidak saling merugikan.

Nah, berikut adalah lima hal yang sebaiknya dihindari selama berkemah dan berpetualang di alam terbuka.

Membangun Tenda pada Waktu dan Tempat yang Salah


Camping - metoffice.gov.uk

 

Terkadang, banyak pendaki atau petualang tidak memperkirakan waktu dengan tepat sehingga sampai di kawasan camping setelah langit gelap. Padahal, membangun tenda pada malam hari bisa sangat merepotkan karena minimnya cahaya.

Selain itu, tempat wisata alam terbuka biasanya sudah punya lahan khusus yang disediakan untuk berkemah. Tidak jarang, orang-orang mengabaikan anjuran tersebut dan membangun tenda di tempat sembarangan.

Sebaiknya, rencanakan dengan matang durasi perjalanan dan lokasi perkemahan. Sesuaikan dengan peraturan lokal dan sediakan waktu luang untuk hal yang tidak terduga. Dengan membangun tenda pada waktu dan lokasi yang tepat, camping bisa lebih aman dan terkendali.

Membawa Terlalu Banyak Barang


Camping - exploreboone.com

 

Ketika bersiap-siap untuk camping, barang-barang yang harus dibawa haruslah praktis dan fungsional. Memang, beberapa barang seperti makanan mungkin akan berkurang bobotnya pada saat pulang, tetapi tentunya Sobat Akasaka tidak mau, ‘kan, kelelahan saat berangkat karena bawaan terlalu berat?

Rencanakan barang bawaan dengan matang dan perkirakan jumlah makanan yang harus dipersiapkan sesuai dengan lama perjalanan. Untuk menghindari rasa lelah, sebaiknya gunakan tas khusus yang bisa menyimpan banyak barang namun tetap nyaman untuk dibawa.

Buang Sampah Sembarangan


Camping - shutterstock.com

 

Membuang sampah sembarangan pada saat camping adalah salah satu hal penting yang harus Sobat Akasaka hindari. Biasakan membawa kantung plastik untuk mengumpulkan semua sampah yang dihasilkan selama dalam perjalanan. Bawa kantung plastik berisi sampah tersebut sampai Sobat Akasaka benar-benar menemukan tempat sampah khusus.

Meninggalkan Jejak


Camping - basabasi.co

 

Selain sampah, banyak hal lain yang dianggap meninggalkan jejak pada saat camping. Sisa api unggun, memasak, dan lahan tenda sebaiknya dirapikan ketika selesai. Sisa makanan pun sebaiknya dibuang di tempat yang benar. Ini untuk menghindari sisa makanan tersebut dimakan oleh binatang liar yang ada di kawasan perkemahan.

Selain itu, jangan membawa pulang atau merusak apa pun yang Sobat Akasaka temukan di alam bebas. Hal tersebut bisa dianggap meninggalkan bekas dan merusak alam karena kita tidak akan pernah tahu akibatnya di kemudian hari.

Mengabaikan Peraturan tentang Api Unggun


Camping - superadventure.co.id

 

Adanya api unggun di depan tenda memang bisa sangat membantu. Namun, ternyata Sobat Akasaka harus lebih hati-hati lagi jika berurusan dengan api. Pertama, buatlah api unggun di lahan terbuka dan jauh dari rerumputan dan pohon yang mudah terbakar.

Kedua, matikan api unggun setelah semuanya bersiap untuk masuk ke tenda untuk tidur. Membiarkan api menyala semalaman memang bisa mengusir binatang buas, tetapi sebagian serangga dan hewan malah senang mendekati cahaya. Lagipula, membiarkan api tetap menyala tanpa pengawasan akan meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

Kelima hal tersebut merupakan hal yang sederhana namun sangat berarti jika Sobat Akasaka belajar untuk menghindarinya. Rencanakan kegiatan camping dengan baik dan hindari hal-hal berbahaya agar menjadi pencinta alam yang sesungguhnya. 

Leave a comment

All comments are moderated before being published