4 TIPS MEMILIH SEPEDA UNTUK KE KANTOR

Rider Sepeda

Bersepeda ke kantor sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat di perkotaan. Hal tersebut umumnya dipicu oleh tingkat kemacetan yang tinggi. Oleh karenanya, sebagian orang kini beralih pada alat transportasi yang lebih efisien dalam menembus kemacetan ibukota. Selain itu, sepeda juga merupakan moda transportasi yang ramah lingkungan.

Agar perjalanan sobat Akasaka terasa nyaman, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum membeli sepeda. Jenis sepeda yang dipilih biasanya akan bergantung pada sejumlah faktor seperti jarak tempuh, medan, dan selera pengguna. Nah, berikut adalah 4 tips memilih sepeda untuk ke kantor yang bisa dicoba.

Mengenal jenis-jenis sepeda

Sepeda BMX

Pertama, pelajari dulu jenis-jenis sepeda yang ada di pasaran. Setiap tipe tentunya menawarkan fungsi dan kegunaannya masing-masing. Berikut adalah lima jenis sepeda yang umum digunakan.

  • Tipe standar. Jenis ini memiliki pedal yang mengarah ke belakang untuk rem. Cocok untuk sesi perjalanan yang santai di sekitar kota atau dikendarai di jalan yang mulus.
  • BMX. Sepeda ini memiliki ban berukuran sekitar 50,8 cm. Jenis ini memiliki rem penggerak kabel yang dioperasikan di bagian depan dan belakang, dan merupakan sepeda beroda gigi tunggal.
  • Sepeda balap. Jenis ini secara khusus dirancang untuk sesi balapan. Maka dari itu, bobot sepeda ini dibuat sangat ringan, dan juga menempatkan pengendaranya dalam posisi yang agresif.
  • Sepeda gunung. Jenis ini sangat cocok untuk medan yang berbukit dan terjal. Sepeda gunung juga didukung oleh bingkai kompak, ban lebar, dan setang yang lebih tinggi untuk posisi lebih tegak.
  • Tandem. Untuk jenis ini, sobat Akasaka akan menemukan tempat duduk ekstra dan set pedal bagi dua orang (atau lebih).

Sesuaikan dengan kebutuhan

Sepeda Road

Setelah mengenal beberapa jenis sepeda, saatnya menentukan transportasi seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, jika sobat Akasaka berniat mengendarai sepeda di jalan setapak, sepeda gunung tentunya adalah pilihan yang paling cocok. Sebaliknya, bila jalur yang dilewati beraspal mulus, sepeda tipe standar akan lebih efisien.

Bagaimana jika medan yang dilewati memiliki aspal tidak rata, padahal saat itu lokasi tempat tinggal berada di perkotaan? Sepeda bergaya hibrida bisa jadi solusinya. Jenis ini merupakan perpaduan antara sepeda balap dan gunung. Biasanya, sepeda hibrida mempunyai roda yang lebih tebal dan jok lebih lebar.

Mempertimbangkan kualitas dan harga

Sepeda MTB

Tahap selanjutnya adalah mempertimbangkan kualitas dan harga sepeda yang akan dibeli. Pikirkan berapa lama dan seberapa sering sepeda itu akan dikendarai. Jika itu akan digunakan untuk bekerja setiap hari, berinvestasilah pada sepeda yang berkualitas tinggi. Harganya mungkin lebih mahal, akan tetapi sepeda tersebut akan bertahan lebih lama dan memiliki performa lebih baik.

Menyesuaikan dengan bentuk tubuh

Sepeda Tandem

Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah seberapa cocok itu dengan bentuk tubuh pengendaranya. Setiap jenis sepeda memiliki dimensi yang berbeda untuk berbagai jenis tubuh. Berikut ini adalah beberapa poin yang perlu dipertimbangkan.

  • Jangkauan ke setang. Pengendara akan menekuk sikunya sedikit saat mencengkeram setang. Namun pastikan bahwa itu bisa dilakukan dengan mudah, tanpa harus membuat tubuh membungkuk terlalu banyak.
  • Ukuran bingkai dan tinggi jok. Carilah sepeda yang ketinggian joknya dapat diatur dengan mudah. Ukuran bingkai juga harus diperhatikan karena kaki pengendara harus bisa menyentuh tanah. Dengan begitu, kendali atas sepeda bisa dilakukan dengan baik.
  • Ukuran roda. Untuk dewasa, standarnya mulai dari 66,0 sampai 71,1 cm. Roda berukuran besar memang bisa meningkatkan kecepatan sepeda. Namun jika ukuran roda terlalu besar untuk tubuh, sepeda akan jadi sulit untuk dikendarai.

Apakah tips memilih sepeda untuk ke kantor ini sudah memberi sobat Akasaka gambaran? Kira-kira, sepeda seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan?

Baca Ini Juga Yuk!

7 CARA MENGHANGATKAN TUBUH YANG BENAR SAAT BERADA DI GUNUNG
7 CARA MENGHANGATKAN TUBUH YANG BENAR SAAT BERADA DI GUNUNG
Salah satu masalah terbesar dari pendakian bukanlah medan atau kondisi fisik seseorang saja. Terkadang, beberapa pendaki harus rela sebelum ke puncak karena tidak bisa menghangatkan tubuhnya dengan...
Read More
TIPS MELAKUKAN MANAJEMEN WAKTU PENDAKIAN YANG TEPAT
TIPS MELAKUKAN MANAJEMEN WAKTU PENDAKIAN YANG TEPAT
Melakukan pendakian gunung yang tinggi di Indonesia bukanlah pekerjaan yang mudah. Kita tidak boleh mendaki dengan asal modal nekat saja. Asal kuat berjalan jauh, kita tidak acuh dengan banyak hal ...
Read More
5 CARA MELAKUKAN AKLIMATISASI INSTAN SEBELUM PENDAKIAN
5 CARA MELAKUKAN AKLIMATISASI INSTAN SEBELUM PENDAKIAN
Pendakian yang dilakukan di gunung dan memiliki perbedaan ketinggian dari tempat kita berasal sangat sulit. Kita harus menyesuaikan diri dengan banyak hal mulai dari suhu, tekanan udara, angin, sin...
Read More

Leave a comment

All comments are moderated before being published