PENDAKI GUNUNG TERBAIK DUNIA DOUG SCOTT TUTUP USIA

Berita menyedihkan berhembus pagi ini di dunia mountaineering ketika veteran salah satu legenda pendaki gunung terbaik di dunia, Doug Scott, menghembuskan nafasnya yang terakhir di rumahnya di Cumbria. Doug Keith Scott adalah salah satu pendaki terbesar yang dimiliki oleh Inggris. Ia berjuang keras melawan kanker otak beberapa tahun terakhir. Dan kemarin pagi, 07 Desember 2020, perjuangan Doug berakhir dengan damai di tempat tidurnya.

Doug Scott dikenal sebagai salah satu pendaki gunung terbaik dan terbesar yang dimiliki Inggris. Ia berbagi petualangan dengan nama-nama besar lain seperti Chris Bonington, Ian Clough, Dougal Haston, Alex MacIntyre, dan lain sebagainya. Jejak pendakian Doug Scott membentang di banyak pegunungan terkemuka dunia. Dengan kata-kata yang agak dramatis, Doug Scott memang benar-benar seorang legenda di atas gunung.

Jejak Doug Scott si Pendaki Gunung Terbaik Dunia dalam Mountaineering

Doug Scott membukukan banyak sekali pendakian istimewa sepanjang karirnya di atas gunung. Ia menjelajah ke berbagai penjuru dunia dalam perjalanan pendakiannya yang luar biasa. Doug mengukir namanya dengan abadi di pegunungan raksasa seperti Karakoram dan Himalaya. Pada sisi yang lain, ia juga dianggap sebagai salah satu sosok pionir dalam pendakian alpine style di Himalaya.

Beberapa jejak pendakian Doug Scott dalam mountaineering yang cukup signifikan misalnya adalah ketika ia dan Dougal Haston menjadi orang Inggris pertama yang mencapai puncak Everest melalui sisi barat daya pada tahun 1975.

Atau pada saat ia berhasil bertahan hidup dengan dua kaki yang patah di gunung Baintha Brakk pada tahun 1977. Juga ketika tentu saja saat ia berhasil mencapai puncak Shishapangma melalu Right Hand Couloir pada tahun 1984 melalui sisi barat daya bersama dengan Alex MacIntyre dan Robert Baxter Jones.

Sebagai pengingat kiprahnya yang luar biasa dalam tahta mountaineering dunia, berikut akan dikutip 5 pendakian paling mengagumkan dari seorang Doug Scott versi Akasaka Outdoor.

Apa sajakah itu? Berikut daftarnya.

Bivak Tertinggi di Muka Bumi, Gunung Everest, 1975

Peristiwa pertama yang membuat nama Doug Scott menjadi legenda adalah pada tahun 1975, ketika ia dan Dougal Haston berhasil mencapai puncak Everest melalui sisi barat daya sebagi first ascent.

Pada saat itu, Doug Scott dan Dougal Haston memang bukan satu-satunya para pendaki Inggris yang berhasil mencapai puncak. Selain mereka, ada pula nama seperti Peter Boardman, Mick Burke dan Pertemba Sherpa. Dalam pendakian ini Mick Burke tewas dan menghilang tak lama setelah mencapai puncak.

Namun yang membuat spektakuler dalam pendakian yang dipimpin oleh Chris Bonington ini bukanlah pencapaian puncak yang berhasil diraih oleh para pendakinya. Akan tetapi, peristiwa bersejarah dan dianggap sangat legendaris justru terjadi ketika Doug Scott dan Dougal Haston berhasil turun dengan selamat setelah menghabiskan satu malam beku dalam bivak dengan jarak hanya 100 meter dari puncak Everest.

Bivak yang digunakan oleh Doug Scott dan Dougal Haston diklaim sebagai bivak tertinggi di muka bumi pada saat itu. Dengan suhu udara yang melorot puluhan derajat dibawah minus, kemampuan bertahan hidup dan turun tanpa cidera dari Doug Scott dan juga Dougal Haston telah membuktikan sebuah daya tahan manusia yang luar biasa di atas ketinggian gunung.

DAPATKAN KISAH PENDAKIAN DOUG SCOTT PADA BUKU DUNIA BATAS LANGIT KARYA ANTON SUJARWO MELALUI TAUTAN BERIKUT

Bertahan Hidup dengan Dua Kaki yang Patah di Baintha Brakk, 1977

Peristiwa kedua yang melambungkan nama Doug Scott sebagai pendaki gunung terbaik dunia adalah ketika ia berhasil turun dengan selamat dari The Ogre dalam kondisi patah kedua kaki pada ekspedisinya di tahun 1977. The Ogre atau Baintha Brakk Survival adalah salah satu kisah kekuatan manusia bertahan hidup dalam dekapan cuaca kejam pegunungan.

Baintha Brakk adalah sebuah puncak gunung di Pakistan dengan kontur yang tidak jauh berbeda dengan gunung seperti Trango Tower, Nameless Tower atau pun Shipton Spire. Untuk mencapai puncaknya yang melambung hingga ketinggian 7000-an meter, seorang pendaki gunung harus memiliki daya tahan prima dan juga skill rock climbing yang sangat baik.

Tahun 1977 ekspedisi ke Baintha Brakk beanggotakan 6 pendaki, dengan dua di antaranya adalah Doug Scott dan Chris Bonington. Setelah perjuangan yang melelahkan dan berhari-hari, keduanya berhasil mencapai puncak ketika hari sudah hampir malam.

Dipaksa untuk turun dengan cepat, Doug Scott dalam sebuah kecelakaan membuat kedua kakinya patah (di bagian pergelangan kaki), sementara Bonington juga mematahkan salah satu tulang rusuknya karena menabrak batu. Dalam cidera dan penuh kesengsaraan keduanya terus berusaha turun ke base camp.

Dikarenakan tidak bisa berjalan, Doug Scott kadang-kadang terpaksa merangkak sehingga membuat sekujur lututnya terluka. Namun bagaimana pun juga, ia tetap selamat dan berhasil bertahan hidup.

BACA KISAH LENGKAP SURVIVAL DOUG SCOTT DAN CHRIS BONINGTON DI THE OGRE ATAU BAINTHA BRAKK MELALUI LINK BERIKUT

Pendakian North Ridge Kangchenjunga di Himalaya, 1979

Gunung Kangchenjunga adalah gunung ketiga tertinggi di dunia setelah Everest dan K2. Pendakian ke gunung ini tidak pernah mudah  dan ia terkenal cukup ganas memangsa para pendaki besar dunia. Dua nama yang cukup populer dan tewas di Kangchenjunga misalnya adalah Wanda Rutkiewicz dari Polandia dan Benoit Chamoux dari Perancis.

Tahun 1979, Doug Scott bersama dengan Peter Boardman dan Joe Tasker, berangkat ke Kangchenjunga dan memilih punggungan utara sebagai medan pendakian mereka.

Sebelum kedatangan ketiga pendaki besar Inggris ini, hanya ada dua pencapaian puncak utama Kangchenjunga yang berhasil dilakukan, yakni pada tahun 1955 (first ascent) dan 1977 oleh eksepdisi India. Sementara beberapa ekspedisi lain sekitar tahun itu menargetkan puncak lain di Kangchenjunga seperti Yalung Kang, dan lain sebagainya.

Peter Boardman, Joe Tasker dan Doug Scott kemudian berhasil mencapai puncak Kangchenjunga pada tanggal 16 Mei 1979. Pendakian ini sangat mengesankan karena mencatat tiga rekor sekaligus yakni; pendakian puncak Kangchenjunga melalui sisi utara, pendakian ketiga puncak Kangchenjunga sepanjang sejarah atau third ascent dan, pendakian pertama di Kangchenjunga tanpa menggunakan tabung oksigen.

IKUTI TAUTAN INI UNTUK MENDAPATKAN BUKU GUNUNG KUBURAN PARA PEMBERANI YANG BERCERITA KISAH JOE TASKER, DOUG SCOTT DAN PETER BOARDMAN DI KANGCHENJUNGA

First ascent Changabang di Himalaya, 1974

Di gunung Changabang ini, Doug Scott kembali berpartner dengan Chris Bonington. Selain kedua legenda pendaki Inggris ini, hadir pula dalam ekspedisi di Changabang adalah Don Whillans, salah satu pendaki besar Inggris lainnya. Ekspedisi ini sendiri berhasil mencapai puncak pada tanggal 4 Juni 1974 sebagai first ascent.

Dibandingkan pendakiannya yang lain, kesuksesan first ascent di Changabang sebenarnya tidak begitu signifikan bagi Doug Scott. Apalagi pada saat itu mereka melakukan pendakian melalui sisi pendakian yang dianggap paling mudah untuk dijangkau. Dan hal ini juga masuk akal karena ini adalah upaya first ascent yang memang memprioritaskan pencapaian puncak sebagai tujuan utama.

Akan tetapi yang cukup istimewa dari pendakian ini adalah karena Changabang merupakan salah satu gunung yang dianggap sulit di Himalaya. Beberapa pendakian ke gunung ini kerapkali dianggap sebagai pencapaian legendaris, seperti yang pernah dilakukan oleh Alex MacIntyre, Voytek Kurtyka, Alex MacIntyre pada tahun 1978.

Atau juga ketika pendakian lain dari Changabang yang dilakukan oleh Joe Tasker dan Peter Boardman tahun 1976 yang kemudian dikisahkan dalam buku The Shining Mountain.

KLIK DISINI UNTUK MENDAPATKAN BUKU-BUKU PENDAKIAN GUNUNG TERBAIK YANG DISPONSORI OLEH AKASAKA OUTDOOR DI INDONESIA

British Couloir di South Face Gunung Shishapangma, 1982

Jejak mountaineering selanjutnya yang cukup signifikan untuk mengingat pioneering Doug Scott dalam dunia pendakian gunung adalah ketika ia berhasil membuat sebuah pendakian mengesankan di gunung Shishapangma pada tahun 1982. Dalam ekspedisi ini Doug Scott bermitra dengan Robert Baxter Jones dan Alex MacIntyre.

Apa yang menarik dari pendakian Doug Scott dan dua orang temannya di gunung ini?

Pertama ini adalah pendakian first ascent melalui sisi barat daya gunung Shishapangma yang terkenal sulit dan sangat teknis. Rute yang dibuat oleh Doug Scott dan timnya ini disebut juga sebagai British Couloir atau British Route, atau juga kadang disebut dengan Righ Hand Couloir gunung Shishapangma.

Hal kedua yang menarik dari pendakian ini adalah karena dilakukan secara alpine style, tanpa tabung oksigen dan tanpa sherpa.

Sementara hal ketiga yang tidak kalah menarik adalah ini merupakan bagian dari pioneering pendakian alpine style di Himalaya yang salah satu tokoh utamanya adalah Alexander MacIntyre dan Doug Scott sendiri.

BACA DISINI UNTUK PETUALANGAN HEBAT ALEXANDER MACINTYRE DAN PIONEERINGNYA DALAM ALPINE STYLE DI HIMALAYA DALAM BUKU MAUT DI GUNUNG TERAKHIR 

 

 

Leave a comment

All comments are moderated before being published