PENDAKI GUNUNG JATUH DI LOMPOBATTANG, BENARKAH KARENA ULTRALIGHT STYLE?

pendaki gunung jatuh

Seorang pendaki gunung bernama Fahrul dikabarkan terjatuh ke patahan jurang Pasar Sanjaya di Gunung Lompobattang-Bawakaraeng. Pasar Sanjaya sendiri adalah punggungan yang memisahkan antara gunung Lompobattang dan gunung Bawakaraeng. Sementara Fahrul sendiri informasinya mendaki bersama 5 temannya yang lain yang tergabung dalam kelompok Ultra Light Group (ULG).

Hingga 14 Maret 2021 pagi, informasinya proses penyelamatan untuk pendaki gunung jatuh tersebut masih diupayakan oleh tim SAR gabungan Sulawesi Selatan. Kondisi yang membuat upaya penyelamatan ini semakin berat adalah karena posisi korban diketahui jatuh ke dalam jurang yang cukup sulit dijangkau. Selain itu, cuaca dan cidera pada korban juga membuat proses evakuasi akan semakin tidak mudah.

Nah, ada sebuah opini di media sosial yang kemudian berkembang bahwa hal ini terjadi ada hubungannya dengan Ultralight Style yang dilakukan oleh Fahrul dan teman-temannya. Lantas, benarkah demikian?

Mari simak ulasannya berikut ini.

Benarkah Pendaki Gunung Jatuh di Pasar Sanjaya, Gunung Lompobattang – Bawakaraeng Dikarenakan Ultralight Style?

pendaki gunung jatuh

Hal yang harus pertama dilakukan ketika mendengar ada pendaki jatuh di jalur pendakian gunung Bawakaraeng seperti ini, atau di mana pun tempatnya, adalah tidak serta merta mencari kambing hitam secara membabi buta. Menyalahkan pendaki secara spontanitas dan menghakimi mereka di berbagai media sosial tentu saja adalah hal yang harus dikesampingkan terlebih dahulu.

Lalu, apa saja yang bisa disimpulkan untuk sementara terkait dengan kejadian di jalan gunung Bawakaraeng  dan Lompobattang ini?

Berikut beberapa poin pentingnya.

BACA JUGA:

Profil Pendakian Lintas Lompobattang – Bawakaraeng

pendaki gunung jatuh

Pendakian lintas atau dalam bahasa yang lebih universal disebut sebagai pendakian traversing merupakan sebuah pendakian yang menantang dan penuh risiko. Secara umum jika kamu misalnya mendaki gunung dari satu jalur kemudian turun melalui jalur yang lainnya, itu sudah dapat dikatakan sebagai pendakian traversing.

Di dunia, pendakian traversing itu hampir selalu sangat berisiko dan menantang. Beberapa pendakian yang paling umum untuk medan traversing misalnya adalah Patagonia, Tre Cima di Lavaredo, dan lain sebagainya. Di Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan, pendakian traversing atau lintas Bawakaraeng – Lompobattang adalah salah satu yang paling populer.

Pendakian lintas atau traversing Bawakaraeng – Lompobattang tentu saja tidak bisa dibilang mudah. Para pendaki berpengalaman membutuhkan waktu berkisar 3 sampai 4 hari untuk menuntaskan perjalanan ini. Medan yang dilalui pun beraneka ragam, mulai dari tebing curam, semak, medan bebatuan dan juga hutan rotan yang penuh duri.

Ultralight Style

pendaki gunung jatuh

Pendakian ultralight adalah pendakian yang menekankan pembebanan seminimal dan seefisien mungkin. Beberapa panduan paling penting dalam ultralight memang banyak berbicara tentang bagaimana mengurangi berat barang bawaan. Oleh karena itulah dalam proses ini, penggunaan barang yang multifungsi lebih diprioritaskan sebagai upaya untuk menghemat beban pendakian.

Nah, dalam prinsip ultralight sendiri, ada sebuah poin yang meminta para pelakunya untuk meningkatkan kemampuan fisik dan endurance. Hal ini harus diupayakan karena prinsip ultralight pada kondisi tertentu harus mengorbankan kenyamanan. Artinya adalah; dengan beban yang minimal, beberapa peralatan yang membuat mendaki gunung menjadi nyaman terpaksa ditinggalkan.

Akan tetapi, ultralight sama sekali tidak memandang sebelah mata potensi risiko dan bahaya yang ada, lho. Kamu boleh mengorbankan kenyamanan dengan tidak membawa sleeping bag tebal yang super empuk misalnya, namun faktor keamanan adalah sesuatu yang tidak dapat ditawar.

Jadi, bagaimana pun ekstrimnya seseorang menganut prinsip ultralight style dalam gaya mendakinya, ia sama sekali tidak dapat mengacuhkan prinsip keamanan untuk dirinya sendiri.

Safety Procedure

pendaki gunung jatuh

Selanjutnya yang harus diperhatikan lagi dalam memcermati kejadian yang menimpa pendaki di Gunung Bawakaraeng ini adalah tentang faktor safety prosedurnya. Apakah dengan prinsip ultralight yang mereka lakukan, semua prosedur keamanan telah mereka penuhi dengan baik?

Ultra Light Group dimana Fahrul dan teman-temannya mendaki bersama, sudah pasti adalah pendaki yang berpengalaman dan mungkin pernah melakukan pendakian lintas seperti itu sebelumnya. Pengalaman melakukan pendakian lintas di Bawakaraeng – Lompobattang tentu saja memberikan mereka gambaran tentang bagaimana medan yang akan mereka lewati nantinya.

Nah, pertanyaan yang kemudian dapat diperhatikan dengan menilik pada faktor ini misalnya; apakah dengan prinsip ultralight yang dilakukan oleh Fahrul dan teman-temannya dalam melakukan pendakian lintas di Bawakaraeng – Lompobattang mereka telah mempersiapkan safety proseduralnya dengan baik? Termasuk mengenai perlengkapan, fisik, apparels, dan lain sebagainya.

Unsur Adventure and Challenging

pendaki gunung jatuh

Sesuatu dapat disebut sebagai sebuah petualangan itu, ketika kamu melakukan sesuatu yang belum kamu tahu, atau kamu belum memiliki banyak pengetahuan tentangnya. Atas dasar inilah kemudian, adventure sejati tidak bisa lepas dari tantangan atau unsur challenging. Melakukan sesuatu yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya tentu saja adalah sebuah tantangan.

Ada banyak tantangan dan misteri gunung Bawakaraeng yang menarik untuk ditelusuri, salah satunya adalah pendakian traversing-nya itu sendiri. Adanya para pendaki muda yang masih merespon tantangan seperti ini dengan cara yang baik tentu saja sangat penting untuk diapresiasi. Namun, ruh petualangan yang paling penting adalah ketika kamu bisa meresponnya dengan cara yang paling bijaksana, termasuk juga di gunung seperti Bawakaraeng dan Lompobattang.

Ada pun risiko dalam setiap aktivitas adventure yang penuh challenging, tentu saja tidak dapat dihilangkan. Justru karena adanya risiko itulah kemudian, sebuah petualangan menjadi lebih hidup. Nah, titik pentingnya adalah; seberapa baik kamu mempersiapkan diri untuk mengendalikan potensi risiko tersebut?

Bisakah Traversing Lompobattang – Bawakaraeng Dilakukan dengan Cara Ultralight Style?

pendaki gunung jatuh

Apakah pendaki gunung berpengalaman tidak pernah terjatuh dalam petualangan mereka? Atau, apakah konsep pendakian traversing yang light and fast tidak dapat diterapkan dalam pendakian panjang dan berisiko tinggi seperti di lintas Lompobattang – Bawakaraeng?

Pendaki gunung berpengalaman tidak terlahir secara instan. Mereka jatuh, menempa diri dan belajar terus menerus. Musibah dan tragedi adalah bagian dari pendakian gunung yang memang termasuk salah satu kegiatan berisiko paling tinggi. Kamu pasti tahu kan, nama-nama seperti Ueli Steck, Jerzy Kukuczka, Dean Potter, Pierre Beghin dan pendaki gunung besar dunia lainnya? Lantas, perhatikan sejarah bagaimana mereka bisa terjatuh?

Jatuh adalah bagian dari risiko mendaki gunung, dan kamu sudah harus siap menerimanya. Akan tetapi yang menjadi salah kemudian adalah, jika kamu tidak mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin saat mendaki gunung ketika kamu tahu ada risiko  besar di baliknya.

Dengan teknik yang baik, persiapan yang baik dari sisi fisik mau pun perlengkapan, stamina yang prima dan juga doa serta keberuntungan, pendakian yang telihat paling mustahil sekali pun bisa dilakukan. Kamu bisa membaca buku-buku mountaineering karya Anton Sujarwo berikut ini untuk menemukan jejak sejarahnya.

DOWNLOAD DAN BACA SEJARAH LENGKAP BERBAGAI PERISTIWA MOUNTAINEERING DUNIA DISINI

pendaki gunung jatuh

Nah, untuk menjawab pertanyaan apakah mungkin pendakian lintas di gunung Bawakaraeng – Lompobattang bisa dilakukan dengan ultralight style? Maka jawabannya  adalah itu mungkin dilakukan, sangat mungkin.

Dengan persiapan yang lebih baik dari sisi endurance dan perlengkapan, kerjasama tim yang tepat dan juga solid, hal ini tentu saja bisa diwujudkan.

BACA JUGA:

pendaki gunung jatuh

Nah sekarang, sembari mendoakan keselamatan untuk Fahrul, tim SAR dan teman-temannya di gunung Bawakaraeng, yuk, cek beberapa perlengkapan ultralight terbaik dari Akasaka Outdoor berikut ini.

Kamu bisa menemukan celana hiking yang super ringan, kuat dan water rapellent. Atau topi extreme light untuk hiking atau trail running yang simpel dan nyaman. Atau bahkan carrier  kapasitas 50 liter dengan bobot hanya sekitar 1 kilogram yang memiliki garansi satu tahun penuh.

Tentunya semua perlengkapan ini akan membuat petualangamu semakin aman dan nyaman.

Jadi, langsung diklik saja tautan berikut ini, ya!

KLIK DISINI UNTUK BERBAGAI PRODUK TERBARU DARI AKASAKA OUTDOOR UNTUK MENEMANI PERJALANAN PETUALANGANMU DI GUNUNG-GUNUNG DAN HUTAN INDONESIA

 

Referensi penulisan:

 

Leave a comment

All comments are moderated before being published