LAGI! SATU PENDAKI TEWAS DI GUNUNG EVEREST PADA MUSIM PENDAKIAN TAHUN INI

 

gunung Everest

Salah satu sherpa dari Climbing The Seven Summits bernama Pemba Tashi Sherpa dilaporkan jatuh ke ceruk es atau crevasse dan tewas pada pagi hari tadi, Selasa, 18 Mei 2021.

Menurut kru basecamp-nya dari Climbing The Seven Summits, Pemba Tashi Sherpa sedang dalam perjalanan turun dari Camp 2 menuju Camp 1. Entah apa yang menjadi penyebabnya kemudian, sehingga Pemba Tashi tiba-tiba saja terjatuh dan tewas dalam sebuah ceruk es di gunung Everest tersebut.

Pemba Tashi sendiri adalah salah sherpa yang berasal dari daerah Sankhuwasabha dan sudah cukup berpengalaman dengan profesinya sebagai sherpa di Everest. Saat ini tubuhnya sendiri sudah diangkat dari ceruk es dan rencananya akan dibawa ke daerah asalnya di Sannkhuwasabha untuk dimakamkan.

Kematian Pemba Tashi Sherpa ini membuat jumlah kematian pendaki dalam musim pendakian tahun 2021 di Everest menjadi bertambah. Sebelumnya, seorang pendaki muslim dari Swiss bernama Abdul Waraich dan, seorang pendaki gunung dari Amerika Serikat bernama Puwei Liu, juga tewas di Everest dalam perjalanan turun dari puncak tertinggi dunia itu.

BACA JUGA:

gunung Everest

Pendakian gunung Everest kembali menggeliat setelah ditutup total pada tahun 2020 kemarin. Tahun ini, pemerintah Nepal secara resmi telah membuka kembali keran pariwisata mountaineering mereka. Dan sejauh ini, setidaknya ada lebih dari 100 orang pendaki yang berupaya mendaki puncak tertinggi dunia di gunung Everest dengan jumlah kru yang mencapai hampir 800 orang secara keseluruhan.

Sementara aktivitas pendakian gunung Everest sudah dibuka secara penuh oleh pemerintah Nepal, China justru melakukan langkah yang sebaliknya. Saat ini China kembali menutup aktivitas pendakian di gunung Everest dari sisi utara atau Tibet. Beberapa perizinan dan ekspedisi yang sebelumnya sempat dikeluarkan, dikabarkan dibatalkan sepihak oleh pemerintah China.

Berdasarkan prediksi ramalan cuaca terbaik untuk melakukan summit attack, mayoritas para pendaki memilih tanggal 11 dan 12 Mei tempo hari. Sementara itu, beberapa pendaki yang lain memilih untuk melakukan summit push pada tanggal 20 Mei mendatang.

(Akasaka Journal)

Source press: The Himalayan – Everest Today

KLIK DISINI DAN DAPATKAN BERBAGAI PRODUK TERBARU DARI AKASAKA OUTDOOR DENGAN HARGA PALING ISTIMEWA

Leave a comment

All comments are moderated before being published