2 HARI MENJELANG LEBARAN, 2 PENDAKI GUNUNG EVEREST MENINGGAL DUNIA

gunung Everest

Setelah diliburkan pada musim pendakian tahun 2020, gunung Everest kembali dibuka untuk pendakian komersial pada musim pendakian 2021. Meskipun dunia belum sepenuhnya lepas dari ancaman virus Corona Covid-19, namun animo mountaineering di gunung Everest tetap tinggi. Setidaknya ada beberapa ekspedisi yang berpartisipasi dalam musim pendakian tahun ini, termasuk misalnya dari Bahrain, Swiss, Amerika dan juga Spanyol.

Seperti biasa, tingkat kesuksesan mencapai puncak dalam ekspedisi Everest hampir selalu menyentuh angka 100%. Kinerja yang luar biasa dari para sherpa dan mountain guide profesional, memastikan klien mereka untuk berhasil mencapai puncak. Akan tetapi, Everest tetaplah Everest, akan selalu ada yang kehilangan nyawa dalam setiap musim pendakiannya.

Dalam musim pendakian gunung Everest kali ini, setidaknya ada dua orang pendaki yang dikabarkan tewas. Keduanya tewas hampir bersamaan dengan momentum Idul Fitri atau lebaran yang ternyata juga dirayakan oleh beberapa pendaki yang beragama islam di gunung Everest.

Nah, siapakah pendaki yang tewas di gunung Everest dalam musim pendakian tahun ini?

Yuk, simak informasinya berikut ini.

BACA JUGA:

Dua Pendaki Gunung Everest Tewas dan Beberapa Hal Menarik yang Terjadi dalam Musim Pendakian Everest Tahun 2021

gunung Everest

Ketinggiannya telah memikat banyak manusia di dunia untuk menaklukkan puncaknya. Gunung Everest terletak di benua Asia ini memang menjadi gunung tertinggi di dunia dan mungkin juga, menjadi gunung yang paling menarik untuk didatangi. Baik oleh pendaki gunung sejati, oleh olahragawan, oleh artis, atau bahkan oleh pangeran-pangeran dari negeri Arab sekali pun.

Pada musim pendakian Everest 2019, beberapa pangeran dari kerajaan di Timur Tengah mulai melirik gunung ini sebagai tujuan mereka menghabiskan liburan. Kemudian ketika tahun 2020 pendakian di Everest ditutup, maka pendakian menuju puncak gunung tertinggi di dunia ini pun mulai ramai. Salah satu tim pendaki yang ikut berpartisipasi dalam ekspedisi di Everest tahun ini adalah dari Bahrain yang beranggotakan salah satu anggota kerajaan mereka.

Selain kehadiran pangeran dari Timur Tengah, aktivitas pendakian di gunung Everest tahun ini juga banyak diisi oleh berbagai hal-hal menarik. Beberapa hal yang cukup layak diberitakan misalnya adalah rekor 25 kali pemuncakan yang dilakukan oleh Kami Rita Sherpa, rekor 15 kali pemuncakan oleh Kenton Cool, dan rekor 21 kali pemuncakan oleh Pemba Dorje Sherpa.

gunung Everest

Hal lain yang menarik dan terjadi di Everest tahun ini misalnya berhasilnya pendaki kembar 3 yang memuncaki Everest, tampilnya nama Shehfroze Kahzif yang menjadi pendaki termuda Pakistan yang mencapai puncak Everest, dan lain-lain.

Namun di balik banyak rekor dan hal menarik yang terjadi di Everest tersebut, ada pula berita yang menyedihkan. Hal yang menyedihkan ini misalnya ketika ada beberapa pendaki yang terluka saat dihantam longsoran es sewaktu melintas Khumbu Icefall. Atau yang barusan terjadi pada tanggal 11 Mei 2021 kemarin; 2 orang pendaki tewas dalam perjalanan turun di gunung Everest.

Dua Orang Pendaki yang Tewas dalam Pendakian Everest Tahun 2021

gunung Everest

Dua orang pendaki gunung yang meninggal dalam pendakian di gunung Everest tahun ini adalah Abdul Waraich dari Swiss dan Puwei Liu dari Amerika Serikat. Baik Abdul Waraich mau pun Puwei Liu, sama-sama menjemput kematian mereka dalam perjalanan turun dari ketinggian gunung Everest.

Sebelumnya, Abdul Waraich sudah berhasil mencapai puncak Everest bersama dengan sherpa yang mendampinginya. Namun dalam perjalanan turun, kondisi Abdul kemudian drop, dehidrasi dan kelelahan. Dua orang sherpa yang mendampinginya berusaha menyelamatkan Abdul dengan memberikan oksigen dan juga makanan. Sayangnya, nyawa Abdul Waraich tetap tak tertolong. Ia menghembuskan napas terakhirnya di Puncak Selatan Everest,

Sementara untuk Puwei Liu yang tewas di South Col, sebelumnya juga sudah berhasil mencapai Hillary Step namun kemudian memutuskan mundur lantaran kondisi kesehatannya. Kondisi Puwei Liu semakin sulit karena ia juga terserang snowblind dan dehidrasi. Puwei Liu akhirnya tewas tak lama kemudian.

gunung Everest

Baik Abdul Waraich mau pun Puwei Liu, sama-sama anggota dari Seven Summit Trek Expedition. Seven Summit Trek sendiri mengatakan bahwa jasad Abdul Waraich dan Puwei Liu akan berusaha diturunkan jika kondisi sudah memungkinkan. Secara statistik, kematian dua pendaki ini akan menambah panjang daftar mayat gunung Everest dan cerita yang ada di baliknya.

Kabar lain dari dunia mountaineering mungkin adalah berakhirnya upaya pendakian rute baru yang dirintis oleh ekspedisi Internasional di gunung Dhaulagiri. Ekspedisi ini salah satunya diikuti oleh alpinis terkenal Rumania bernama Horia Colibasanu. Sementara di gunung Pumori, beberapa ekspedisi berakhir dengan kesuksesan.

(Akasaka Journal)

KLIK DISINI DAN DAPATKAN BUKU-BUKU PENDAKIAN PALING POPULER DI INDONESIA

Leave a comment

All comments are moderated before being published