Wall Climbing, Olahraga Keseimbangan yang Patut Dicoba

Bagi Sobat Akasaka yang ingin mencoba olahraga ekstrem namun belum siap untuk melakukannya langsung di alam, wall climbing bisa menjadi pilihan. Olahraga yang merupakan turunan dari rock climbing ini bisa dilakukan di arena khusus yang lebih aman, baik di dalam maupun di luar ruangan.

Meskipun sedikit berbeda dengan cabang olahraga utamanya dalam hal arena panjat yang digunakan, wall climbing tetap memiliki manfaat dan keuntungan yang bisa kamu rasakan. Salah satunya adalah melatih keseimbangan tubuh. Selain itu, olahraga memanjat dinding dengan bebatuan artifisial yang digunakan sebagai pijakan ini juga sangat seru dan menyenangkan untuk dicoba.

 

Fakta Unik tentang Wall Climbing


Fakta Unik tentang Wall Climbing - playo

 

Menilik sejarahnya, olahraga memanjat dinding mulai diperkenalkan pada tahun 1938 di Amerika Serikat, tepatnya di Seattle, negara bagian Washington. Schurman Rock, arena panjat dinding di Seattle yang pertama digunakan kini menjadi salah satu spot untuk berlatih olahraga tersebut. Di awal kemunculannya, Schurman Rock hanya berupa arena panjat berukuran sedang yang dilengkapi dengan bebatuan untuk digunakan sebagai pegangan dan pijakan.

Orang yang tercatat mengembangkan olahraga ini dalam tiga dekade selanjutnya, yakni pada tahun 1964, adalah Don Robinson. Robinson merupakan seorang dosen mata kuliah Pendidikan Jasmani di University of Leeds. Arena panjat dinding yang diciptakannya berupa bilah-bilah batu yang diselipkan ke dalam dinding koridor kampus. Arena tersebut digunakan oleh murid-muridnya untuk berlatih dalam perkuliahan Pendidikan Jasmani.

Seiring dengan perkembangannya, wall climbing kini menjadi salah satu cabang olahraga yang tidak hanya banyak diminati di negara asalnya, Amerika Serikat, tetapi juga di sejumlah negara lain di dunia, termasuk di Indonesia. Kehadiran berbagai macam arena panjat dinding seperti inflatable wall climbing dan indoor wall climbing juga membuat olahraga ini menjadi pilihan latihan fisik yang menyenangkan dan bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa ada batasan usia.

 

Manfaat Wall Climbing


Manfaat Wall Climbing - drexel

 

Selain bisa dijadikan sebagai media untuk melatih keseimbangan, berikut adalah beberapa manfaat lain dari olahraga panjat dinding.

1. Menguatkan otot-otot

Teknik panjat dinding yang dilakukan secara benar mampu menggerakkan seluruh otot-otot tubuh, terutama otot tangan, kaki, pundak, dan punggung. Adalah hal yang wajar jika bagian lenganmu terasa sakit saat pertama kali mencoba olahraga ini. Hal ini berarti otot bagian lengan sudah dilibatkan dengan sempurna.

2. Meningkatkan ketahanan tubuh

Karena seluruh otot tubuh bergerak saat melakukan panjat dinding, olahraga ini memiliki manfaat untuk meningkatkan ketahanan. Selain itu, stamina prima yang diperlukan saat memanjat dinding juga dipercaya bisa mengoptimalkan daya kerja jantung.

3. Menurunkan berat badan

Melibatkan beragam bagian otot tubuh dalam waktu yang lama saat melakukan panjat dinding bisa membakar lemak dan kalori. Lemak dan kalori yang terbakar akan menurunkan berat badan.

4. Meningkatkan konsentrasi dan keterampilan memecahkan masalah

Selain bermanfaat untuk melatih ketahanan fisik, panjat dinding juga memiliki fungsi untuk meningkatkan ketahanan mental, terutama meningkatkan konsentrasi dan keterampilan problem solving. Saat sedang melakukan olahraga ini, kamu harus menyusun strategi pijakan dan pegangan sekaligus dituntut untuk selalu fokus agar bisa sampai di bagian teratas arena panjat dinding.

 

Itulah ulasan mengenai wall climbing, olahraga yang bisa melatih keseimbangan sekaligus meningkatkan ketahanan fisik dan mental. Dengan berbagai manfaat serta keuntungan yang bisa didapatkan saat melakukan olahraga ini, jelaslah bahwa panjat dinding merupakan olahraga yang seru dan patut dicoba oleh seluruh Sobat Akasaka.

Leave a comment

All comments are moderated before being published