SEJARAH ORIENTEERING DAN PERKEMBANGANNYA DI INDONESIA

Kegiatan Orienteering

Orienteering merupakan salah satu cabang olahraga outdoor yang membutuhkan keterampilan navigasi menggunakan peta dan kompas untuk menuju suatu titik atau lokasi dalam waktu sesingkat mungkin. Meskipun awalnya hanya digunakan dalam pelatihan militer, olahraga yang menggabungkan kekuatan fisik dan kemampuan berpikir untuk memilih jalur terbaik ini kini sudah banyak dilakukan oleh warga sipil, utamanya mereka yang menggemari olahraga alam bebas.

Lalu, seperti apakah sejarah olahraga orienteering dan perkembangannya di Indonesia? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini!

Sejarah Orienteering

Sejarah Orienteering

Sejarah orienteering dimulai sekitar tahun 1886, tepatnya ketika Akademi Militer Karlberg Swedia menggunakan olahraga ini sebagai program latihan militer. Istilah orienteering sendiri saat itu diartikan sebagai kegiatan melintasi medan yang belum dikenal dengan bantuan peta dan kompas.

Tujuh tahun kemudian, tepatnya pada 28 Mei 1893, olahraga orienteering pertama kali dilombakan dalam suatu perlombaan tahunan Garnizun Stockholm, namun saat itu perlombaan hanya dikhususkan untuk kalangan militer Swedia. Pada 31 Oktober 1897, barulah orienteering dilombakan untuk masyarakat sipil.

Perlombaan tersebut diselenggarakan oleh klub olahraga Tjalve di dekat Oslo, Norwedia dengan jarak tempuh sekitar 19,5 kilometer cukup jauh jika dibandingkan dengan standar lomba orienteering masa kini, dan hanya menggunakan 3 checkpoint yang ditempatkan di sepanjang lintasan. Peserta yang keluar sebagai pemenang saat itu adalah Peder Fossum, dengan waktu tempuh selama 1 jam 47 menit 7 detik.

Pada tahun 1930-an, orienteering semakin populer seiring ditemukannya protactor compass kompas yang lebih cocok digunakan untuk olahraga orienteering. Pasca Perang Dunia Kedua, olahraga ini pun sudah menyebar di seantero Eropa, Amerika Utara, Oceania, hingga Asia.

Kini, orienteering sudah berkembang menjadi berbagai format, dari mulai bentuk tradisional seperti perlombaan di dalam hutan, hingga orienteering di dalam kota. Adapun empat cabang yang dikenal dalam olahraga ini di antaranya ada foot orienteering, trail orienteering, mountain bike orienteering, hingga ski orienteering.

Perkembangan Orienteering di Indonesia

Perkembangan Orienteering Di Indonesia

Di Indonesia, perkembangan olahraga orienteering terbilang cukup lambat jika dibandingkan dengan olahraga lainnya. Lomba orienteering pertama kali dilombakan pada tahun 1988 oleh Wanadri Komisariat ITB dengan tipe kompetisi score event atau score orienteering.

Pada tahun 1990, Lomba Orienteering Brahmahardhika (LOB) diselenggarakan oleh Brahmahardika Mapala FKIP UNS Surakarta. Kemudian, pada tahun 2000, perlombaan orienteering tipe kompetisi cross country orienteering pertama kali digelar di Sulawesi Utara. Pada 4 Agustus 2001, Federasi Orienteering Nasional Indonesia atau FONI dideklarasikan dan pada setahun kemudian diterima sebagai anggota International Orienteering Federation (IOF) dengan status Assosiate Member atau Anggota Tidak Penuh.

Di tahun-tahun berikutnya, perlombaan orienteering mulai sering diadakan oleh beberapa Mapala di berbagai daerah seperti Jawa, Sumatra, serta Sulawesi. Di tahun 2010, Indonesia pertama kali berpartisipasi dalam perlombaan orienteering internasional berkat perwakilan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang mengikuti cabang perlombaan orienteering dalam CISM 1st World Cadet Games 2010 di Turki.

Setahun kemudian, TNI mengirimkan perwakilannya lagi di CISM 5th Military World Games 2011 Brazil. Tahun itu pun menjadi tahun bersejarah bagi Indonesia karena perwakilannya berhasil menorehkan pencapaian yang baik pada perlombaan tersebut

Pada tahun 2012, FONI telah diakui sebagai anggota penuh International Orienteering Federation. Seiring dengan berjalannya waktu, minat masyarakat pada olahraga yang satu ni pun semakin meningkat. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya perlombaan orienteering yang diadakan di Indonesia.

Jadi, itulah sejarah orienteering dan perkembangannya di Indonesia. Bagaimana, apakah Sobat Akasaka tertarik untuk mencoba olahraga yang satu ini?

Leave a comment

All comments are moderated before being published