Sedang Hamil, Tetapi Ingin Mendaki Gunung? Jangan Abaikan 5 Hal Ini

Bagi seorang pecinta alam, tidak ada alasan untuk tidak menjelajah alam, bahkan dalam kondisi sedang hamil. Masalahnya, apakah hal ini aman untuk dilakukan, baik bagi pendaki maupun kandungannya?

Seorang wanita yang sedang hamil biasanya memiliki lebih banyak keterbatasan dibandingkan wanita yang tidak sedang hamil. Bukan hanya energi yang lebih terkuras, mood pun kadang tidak stabil. Karena itu, sangat penting menyadari kemampuan diri sendiri sebelum melakukan pendakian.

Sobat Akasaka, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mendaki gunung pada saat sedang hamil. Berikut di antaranya:

 

Konsultasikan dengan Dokter Kandungan


Konsultasikan dengan dokter kandungan - Sedang Hamil, Tetapi Ingin Mendaki Gunung? Jangan Abaikan 5 Hal Ini - inhalemd.com

 

Hal pertama dan yang utama perlu dilakukan oleh pendaki yang sedang hamil adalah mengonsultasikan kondisinya kepada dokter kandungan yang biasa menangani. Perlu diketahui, kondisi setiap wanita hamil berbeda-beda. Jika pendaki dan kandungannya dalam kondisi sehat, risikonya tentu lebih rendah. Sebaliknya, jika kondisi kandungan sedang rentan, sebaiknya tundalah rencana pendakian.

Bertanyalah kepada dokter kandungan mengenai hal-hal yang harus dilakukan, baik sebelum maupun pada saat pendakian berlangsung. Dengan demikian, Sobat Akasaka dapat melakukan persiapan yang matang sehingga lebih aman dalam perjalanan.

 

Persiapkan Diri dengan Baik


Persiapkan diri dengan baik - Sedang Hamil, Tetapi Ingin Mendaki Gunung? Jangan Abaikan 5 Hal Ini - nashata.com

 

Meskipun dokter sudah memberikan izin untuk melakukan pendakian, bukan berarti tidak ada risiko yang akan dihadapi. Untuk menghindari hal ini, persiapkan diri dengan matang sebelum melakukan pendakian. Pertama, persiapkan fisik dengan latihan yang cukup. Jika belum pernah mendaki gunung, sebaiknya pendam dahulu keinginan tersebut.

Kedua, persiapkan peralatan yang dibutuhkan, termasuk jaket pelindung yang tentu harus berukuran lebih besar daripada biasanya. Pastikan merasa nyaman ketika sedang mendaki. Sepatu yang digunakan pun harus sesuai. Selain itu, usahakan membawa perbekalan yang cukup. Ingat, seorang ibu hamil membutuhkan konsumsi nutrisi yang lebih banyak demi si kecil dalam kandungan.

 

Mendaki Bersama


Mendaki bersama - Sedang Hamil, Tetapi Ingin Mendaki Gunung? Jangan Abaikan 5 Hal Ini - dohanews.co

 

Sebaiknya, jangan melakukan pendakian seorang diri pada saat sedang hamil. Hal ini sangat berisiko. Bukan tidak mungkin, di tengah pendakian, Sobat Akasaka membutuhkan bantuan dari seorang teman, terutama karena kondisi yang lebih terbatas dari biasanya.

Ajaklah suami atau teman-teman yang biasa mendaki bersama untuk menemani dalam melakukan pendakian. Dengan demikian, ada orang-orang yang siap membantu ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Lagi pula, mendaki bersama orang lain tentu lebih menyenangkan, bukan?

 

Sering Beristirahat


Sering beristirahat - Sedang Hamil, Tetapi Ingin Mendaki Gunung? Jangan Abaikan 5 Hal Ini - mapalaptm.com

 

Sobat Akasaka juga dianjurkan untuk sering beristirahat ketika melakukan pendakian gunung. Katakan dengan jujur kondisi yang dirasakan kepada anggota tim lain jika merasa lelah dan butuh waktu untuk beristirahat sejenak. Hal ini tentu akan sangat dimaklumi.

Gunakan waktu tersebut untuk menenangkan diri sekaligus mengisi tubuh dengan cairan. Bagi ibu hamil, minum air secukupnya sangat disarankan.

 

Usia Kandungan


Usia kandungan - Sedang Hamil, Tetapi Ingin Mendaki Gunung? Jangan Abaikan 5 Hal Ini - duniabidan.com

 

Pertimbangan lainnya adalah usia kandungan. Biasanya, masa-masa kritis pada proses kehamilan adalah pada trimester pertama dan trimester akhir. Usahakan untuk tidak melakukan pendakian pada saat tersebut karena risikonya terlalu besar. Jangan sampai, hanya karena mengikuti keinginan, ada penyesalan.

 

Aman Atau Tidak?


Aman atau tidak? - Sedang Hamil, Tetapi Ingin Mendaki Gunung? Jangan Abaikan 5 Hal Ini - janganlupabahagia.com

 

Ada banyak pendaki gunung yang telah membuktikan bahwa pendakian selama hamil tidak mustahil untuk dilakukan. Kuncinya adalah pada persiapan yang matang serta mau mengikuti saran ahli yang berpengalaman. Jika memaksakan diri, besar kemungkinan terjadi masalah yang dapat membahayakan jiwa ibu dan calon bayinya. Ini pasti sangat tidak diinginkan.

Nah, demikian beberapa pertimbangan yang perlu Sobat Akasaka ketahui saat hendak mendaki gunung dalam kondisi hamil. Semoga bermanfaat.

Leave a comment

All comments are moderated before being published