RASIS! 7 PENDAKI GUNUNG WANITA INI PERNAH MENGALAMI DISKRIMINASI

Dunia tidak pernah adil untuk seorang wanita, bahkan juga di atas gunung. Ada begitu banyak pendaki gunung perempuan yang memiliki kisah diskriminasi terkait dengan aktivitas mereka dalam mountaineering. Bahkan di masa modern seperti sekarang ini, berbagai kejadian yang sebenarnya sudah sangat tidak relevan untuk dilakukan ini, kadang sering pula terjadi.

Lantas, siapa saja pendaki gunung wanita yang pernah mengalami diskriminasi gender semacam itu dan bagaimana bentuk diskriminasi tersebut?

Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Diskriminasi Gender yang Pernah Dialami 7 Pendaki Gunung Perempuan Terkenal di Dunia

pendaki gunung wanita

Setiap tanggal 8 Maret setiap tahunnya, publik internasional memperingati sebuah hari yang unik yakni Hari Perempuan Internasional. Hari perempuan sedunia adalah hari dimana penduduk dunia mempersembahkan satu hari secara khusus untuk mengenang, menghormati, dan mengingatkan peran dan posisi kaum perempuan di dunia.

Di Indonesia, Hari Perempuan Nasional jatuh pada tanggal 9 Maret setiap tahunnya. Seperti halnya dalam lingkup internasional yang lebih luas, di Indonesia, Hari Perempuan Nasional juga diadakan sebagai bentuk penghormatan untuk kaum perempuan terkait dengan posisi mereka, eksistensi mereka, dan persamaan hak serta kewenangan mereka.

Lantas, mengapa Hari Perempuan perlu diadakan?

Ini mungkin berangkat dari fakta sejarah yang banyak sekali ditemui bahwa perempuan seringkali mendapat perlakukan yang tidak adil dikarenakan jenis kelamin mereka. Dan parahnya, hal ini terjadi hampir di setiap budaya dan negara, dari kehidupan berumah tangga sampai olahraga, bahkan dalam dunia mountaineering sendiri.

Nah, Sobat Akasaka pernah dengar tidak, jika dalam pendakian gunung kaum perempuan pun pernah mendapatkan perlakukan yang tidak adil dan rasis?

Tidak percaya?

Berikut adalah data-data sejarahnya yang dihimpun oleh Akasaka Outdoor berdasarkan tulisan dalam buku Dewi Gunung karya Anton Sujarwo. Yuk, disimak satu-persatu.

DOWNLOAD  BUKU LENGKAP YANG MENYINGKAP BERBAGAI KISAH TENTANG PENDAKI GUNUNG PEREMPUAN DUNIA DISINI

Jan Con di Devil Towers, Amerika Serikat

pendaki gunung wanita

Sebagai orang yang memiliki karakter wanita pendaki gunung sejati, pada tahun 1952 Jan Con merencanakan sebuah pemanjatan di Devil Towers, Amerika Serikat. Hal yang membuat pendakian Jan Con kian menarik adalah bahwa ia ingin meraih puncak tebing setinggi 386 meter itu bersama dengan seorang pendaki gunung perempuan lainnya bernama Jane Snowacre.

Akan tetapi tahukah kamu mengapa Jan Con berusaha keras untuk melakukan pendakian ini?

Hal itu karena pada tahun sebelumnya, ia diragukan telah mencapai puncak Devil Towers lantaran ia mendaki bersama suaminya. Masyarakat umum berpendapat bahwa Jan Con tidak akan berhasil mencapai puncak tebing jika tidak ditarik atau digendong oleh suaminya. Pada pandangan masyarakata saat itu, seorang perempuan yang lemah seperti Jan Con tidak mungkin dapat memanjat Devil Towers tanpa bantuan seorang pria.

Dan itu pulalah kemudian yang membawa Jan Con pada puncak pencapaiannya pada tanggal 16 Juli 1952, dimana ia bersama Jane Snowacre berhasil membuat pendakian pertama untuk wanita di atas tebing Menara Iblis Amerika.

Gerlinde Kaltenbrunner di Nanga Parbat, Pakistan

pendaki gunung wanita

Kamu mungkin sering melihat Gerlinde Kaltenbrunner dalam iklan outfit naik gunung wanita dari brand Deuter  ini dalam website, instagram, atau akun facebook mereka. Dapat dibilang bahwa Gerlinde Kaltenbrunner adalah brand ambassador terbesar dari merek asal Jerman itu saat ini.

Namun, apakah kamu tahu siapa Gerlinde Kaltenbrunner itu dan bagaimana latar belakangnya?

Gerlinde adalah pendaki terkenal di dunia yang menjadi satu-satunya perempuan yang berhasil mendaki 14 puncak gunung tertinggi di dunia tanpa tabung oksigen.

Tetapi di balik prestasinya yang luar biasa, Gerlinde juga pernah mengalami kejadian rasis karena dirinya seorang wanita. Tahun 2003, ketika ia mendaki gunung Nanga Parbat bersama sekelompok pendaki pria, Gerlinde seolah tidak dianggap sama sekali karena dirinya seorang wanita.

Namanya tidak disebutkan ketika ketua tim melaporkan jumlah pendaki ke base camp. Pun sewaktu membuka jalur selama pendakian, ia juga tidak diberikan kesempatan karena anggapan bahwa ia lemah dan tidak akan mampu membuka jalur dengan benar.

pendaki gunung wanita

Namun kemudian Gerlinde membalikkan persepsi yang keliru tersebut. Ia maju ke depan dan mulai membuka jalur dengan tangguh. Bahkan karena ketangguhannya, Gerlinde membuat para pendaki pria itu tidak lagi memiliki kesempatan untuk menggantikannya hingga jalur pendakian itu selesai dan siap untuk dilalui dengan aman.

BACA JUGA:

Lynn Hill di Rute Masse Critique, Perancis

pendaki gunung wanita

Setelah membuat rute Masse Critique di Cimai, Perancis, rock climber Jean Babtiste Tribout mengatakan bahwa selamanya seorang pendaki gunung wanita tidak akan bisa melewatinya. Hal ini kemudian dipertegas kembali oleh Tribout ketika seorang rock climber wanita dari Amerika Serikat bernama Lynn Hill berniat mencoba rute tersebut.

Pada tahun 1990, Lynn Hill memenangkan ajang kompetisi rock climber dunia. Dan pada tahun yang sama, Lynn juga berhasil menyelesaikan rute Masse Critique di Cimai yang dibuat oleh Jean Baptiste Tribout. Bahkan hasil yang dibuat oleh Lynn Hill, jauh lebih baik daripada pendakian Tribout sendiri.

Jika kamu membaca lebih banyak tentang profil Lynn Hill dalam buku Dewi Gunung karya Anton Sujarwo disini, kamu akan tahu bahwa alasan wanita naik gunung atau memanjat tebing seperti yang dilakukan oleh Lynn Hill, adalah juga untuk membuktikan bahwa perlakukan diskriminatif dan anggapan melecehkan seperti yang dilakukan oleh Tribout adalah sebuah kesalahan.

Alison Jane Hargreaves di Gunung K2, Pakistan

pendaki gunung wanita

Alison Hargreaves adalah ibunda dari Tom Ballard yang tewas di gunung Nanga Parbat pada tahun 2019 bersama dengan Daniele Nardi. Alison pernah sangat dipuja-puja pada tahun 1995 ketika ia berhasil menjadi pendaki gunung wanita pertama di dunia yang mencapai puncak Everest secara solo, tanpa tabung oksigen, tanpa sherpa, tanpa fixline dan juga melalui jalur utara.

Dapat Sobat Akasaka lihat disini bahwa Alison berhasil membuat sebuah pendakian yang sangat mengesankan di Everest yakni; secara solo, tanpa tabung oksigen, tanpa bantuan sherpa dan melalui jalur utara. Ini adalah prestasi besar yang tidak bisa dilakukan oleh banyak orang. Bahkan oleh pendaki gunung pria sekali pun.

Tiga bulan setelah kesuksesan Alison di Everest, ia mengalami nasib naas di gunung K2. Setelah turun dari puncak gunung paling ganas di dunia itu, Alison disapu badai dan tewas, jasadnya tidak pernah ditemukan hingga sekarang.

Nah, tahukah Sobat Akasaka jenis diskriminasi apa yang menimpa Alison setelah kejadian tragis tersebut?

pendaki gunung wanita

Karena kematiannya di K2 meninggalkan suami juga anak-anak yang masih kecil, Alison telah dihujat sebagai seorang ibu dan isteri yang tidak bertanggung jawab. Ia disalahkan karena lebih mementingkan ambisinya mendaki gunung dibandingkan menjalani profesinya sebagai seorang ibu dan juga isteri.

Dan ini menjadi sangat tidak adil karena ada ribuan pendaki pria yang tewas di K2 dan di gunung dunia lainnya yang berprofesi sebagai seorang suami sekaligus seorang ayah. Namun mereka tidak pernah dituding telah mendahulukan ambisi mereka dibandingkan tugas mereka sebagai seorang ayah dan juga suami.

Wanda Rukkiewicz di Pegunungan Pamir dan Annapurna

pendaki gunung wanita

Salah satu pendaki gunung wanita terbesar sepanjang sejarah adalah seorang wanita dari Polandia bernama Wanda Rutkiewicz. Ia adalah perempuan pertama di dunia yang mencapai puncak gunung K2 dalam ekspedisi tahun 1986. Wanda juga adalah salah satu pendaki gunung perempuan di dunia yang pertama kali berhasil mendaki delapan puncak gunung tertinggi di dunia.

Sebelum menjadi pendaki gunung yang demikian dihormati, Wanda Rutkiewicz sempat mengalami perlakukan diskriminatif lantaran  ia jenis kelaminnya. Pendakiannya di Annapurna dan di salah satu pegunungan Pamir, dituding tidak mencapai puncak hanya karena dia seorang wanita.

Hal inilah kemudian yang membakar semangat Wanda untuk bangkit dan tampil menjadi salah satu pendaki gunung perempuan  terkuat di dunia. Dorongan ini juga membuat Wanda Rutkiewicz menjadi perempuan pertama di dunia yang menetapkan tujuan untuk mendaki 14 puncak gunung tertinggi dalam project yang ia sebut sebagai Caravan of the Dreams.

Junko Tabei di Klub Pendaki Gunung, Jepang

pendaki gunung wanita

Di Indonesia, tentu Sobat Akasaka mengenal nama Clara Sumarwati yang menjadi  pendaki gunung wanita Indonesia dan Asia Tenggara pertama yang berhasil mencapai puncak Everest pada tahun 1996. Clara adalah salah satu pendaki gunung pionir wanita di Indonesia yang sangat berprestasi.

Nah, jika di Indonesia ada Clara Sumarwati, maka dalam dunia pendakian gunung Jepang dan dunia dikenal nama Junko Tabei. Junko adalah perempuan pertama di dunia yang berhasil mencapai puncak Everest. Ia mencapai puncak gunung tertinggi di dunia ini pada tahun 1975 melalui sisi Nepal yang menjadi standar rute pendakian Everest saat ini.

Tetapi tahukah kamu jika keberhasilan Junko di Everest itu juga karena rasa sakit hatinya diperlakukan diskriminatif oleh perkumpulan pendaki Jepang?

Junko sempat ditolak dan dituding buruk saat memilih olahraga mendaki gunung. Beberapa rekan senegaranya bahkan menuduh Junko mendaki gunung hanya untuk mencari seorang suami. Perlakuan inilah kemudian yang membakar semangat Junko dan mengantarkannya sebagai salah satu pendaki gunung perempuan paling sukses di dunia.

Arlene Blum dalam Ekspedisi di Gunung Annapurna, Nepal

pendaki gunung wanita

Oya, apakah Sobat Akasaka mengenal siapa itu Arlene Blum?

Arlene Blum adalah pemimpin ekspedisi ke Annapurna pada tahun 1978. Menariknya, ini adalah pendakian yang keseluruhan timnya adalah wanita  dan merupakan ekspedisi wanita pertama yang menargetkan puncak Annapurna I yang terkenal sulit untuk ditaklukkan.

Arlene Blum saat itu sukses mengirim dua pendakinya ke puncak Annapurna. Meskipun ada dua pendakinya yang lain juga tewas selama ekspedisi, namun secara umum ekspedisi Annapurna Arlene Blum dianggap sukses membawa semangat kaum wanita di atas gunung tertinggi dunia.

Tetapi sebelum tampil menjadi salah satu tokoh pendaki perempuan yang sukses besar dengan ekspedisinya, Blum pernah mendapat perlakukan diskriminatif juga, lho.

pendaki gunung wanita

Ia pernah ditolak untuk mengikuti sebuah ekspedisi mountaineering hanya karena ia adalah seorang wanita. Alasan penolakan saat itu adalah Blum diragukan akan mampu bertahan di tengah kepungan alam pegunungan yang ganas dan mungkin juga para pendaki pria yang bertabiat kasar.

BACA JUGA:

pendaki gunung wanita

Nah, itu adalah 7 kejadian diskriminatif yang sempat dialami oleh 7 pendaki gunung perempuan terkenal di dunia hanya karena masalah gender. Beruntung saat ini, ketika zaman sudah semakin modern, kejadian diskriminatif hanya karena perbedaan jenis kelamin sudah lebih jarang ditemukan di atas gunung.

Laki-laki memang telah ditakdirkan menjadi pemimpin bagi wanita dalam banyak kesempatan. Namun di atas gunung, dimana alam memperlakukan setiap orang yang mengunjunginya dengan cara yang sama, tindakan diskriminasi tentu saja tidak dapat diterima.

Oya, Sobat Akasaka, sebagai salah satu merek asli anak negeri yang juga menjunjung tinggi persamaan hak serta martabat manusia, Akasaka tentu saja mempersembahkan produk untuk siapa pun, baik pria mau pun wanita. Selain menciptakan produk terbaik untuk para petualang yang universal, Akasaka juga secara khusus membuat produk untuk petualang wanita.

Produk-produk ini tentu saja dapat kamu peroleh di www.akasakaoutdoor.co.id dan di official store Akasaka di market place yang lainnya. Dari ransel super ringan dengan garansi satu tahun penuh, sandal mendaki gunung yang cantik dan enerjik, bahkan sampai perlengkapan untuk beribadah di atas gunung, semuanya dapat kamu peroleh di Akasaka Outdoor.

Jadi kunjungi segera store-nya di bawah ini, ya!

DAPATKAN PENAWARAN ISTIMEWA BERBAGAI PERLENGKAPAN PENDAKI GUNUNG PEREMPUAN DAN UMUM DARI AKASAKA OUTDOOR DISINI

 

 

 

 

Leave a comment

All comments are moderated before being published