BENARKAH POPULARITAS DI MEDSOS MENJADI TUJUAN MENDAKI GUNUNG SAAT INI?

Mendaki Gunung

Kegiatan hiking dan mendaki gunung semakin digandrungi oleh generasi masa kini, tak lepas dari pengaruh film tentang pendakian, acara petualangan di televisi, dan media sosial. Lalu, benarkah anggapan yang mengatakan jika tujuan mendaki gunung saat ini tak lepas dari eksistensi di Medsos? Simak ulasannya berikut ini.

Populer dan Hits di Medsos Menjadi Tujuan Mendaki Gunung Saat Ini, Benarkah?

Tren yang berkembang beberapa tahun terakhir ini mendongkrak naiknya industri wisata di Indonesia terutama wisata alam. Namun di sisi lain, masalah sampah, kerusakan lingkungan, dan kisah pendaki hilang atau meninggal dunia di gunung semakin mengemuka. Hal ini kemudian tidak bisa menghentikan orang untuk bertanya-tanya; untuk apakah motivasi hiking saat ini?

Motivasi hiking masa kini nampaknya bukan lagi untuk menikmati keindahan alam, melainkan adu eksistensi di media sosial dengan foto berbagai pose di alam terbuka. Makna dari mendaki gunung telah mengalami banyak pergeseran nilai seiring waktu.

Lalu, benarkah demikian? berikut uraian lengkapnya.

Perbedaan Mendaki Gunung Dulu dan Saat Ini

Hiking

Peminat dan Jumlah Pendaki

Dulu hiking atau naik gunung bukan hobi yang populer di kalangan anak muda. Bisa dikatakan, mereka yang keluar masuk hutan dan mendaki hanyalah kelompok pecinta alam. Umumnya mereka lebih suka berkumpul bersama teman-teman sambil bernyanyi dan bermain gitar. Hasilnya jika Sobat Akasaka naik gunung pada masa itu, tidak akan bertemu banyak orang.

Berbeda jauh dengan kondisi gunung saat ini. Motivasi hiking masa kini yang tak sekadar mengungkapkan cinta kepada alam, telah mengubah keadaan puncak gunung menjadi seperti pasar.

Perlengkapan Mendaki

Soal perlengkapan hiking dulu juga masih terbatas dan harganya mahal. Sehingga tidak banyak yang memiliki perlengkapan sendiri seperti tenda, ransel, kantung tidur, kompor, dan senter. Untuk kebutuhan hiking biasanya saling meminjam dengan teman atau saudara, karena jasa penyewaan perlengkapan juga tak sebanyak sekarang.

Dokumentasi

Bagaimana dengan dokumentasi? Saat ini pasti Sobat Akasaka sudah akrab dengan kamera digital, kamera aksi, dan kamera telepon seluler yang penuh dengan fitur canggih. Lain dengan dulu, alat dokumentasi yang dapat dikatakan canggih adalah kamera dengan rol berisi 36 film. Karena keterbatasan ini, foto yang diambil pun hanya yang penting-penting saja. Misalnya foto bersama ketika tiba di puncak dan panorama alam.

Gaya Pendaki

Jika Sobat Akasaka jeli melihat foto-foto pendaki zaman dulu, kebanyakan mereka adalah pria dengan rambut gondrong dan tampak kurang terurus. Sementara pendaki sekarang cenderung terlihat rapi dan bergaya. Tentu hal ini dipengaruhi oleh motivasi hiking masa kini yang ingin tampil sempurna di depan kamera.

Beginilah Mendaki Gunung yang Seharusnya Terlepas Apa pun Motivasinya

Rain Cover Outdoor

Motivasi hiking masa kini yang banyak dipengaruhi oleh media sosial sudah pasti membuat banyak perbedaan antara pendaki dulu dan sekarang. Selain mengejar popularitas, banyak motivasi lain yang membuat seseorang menekuni hobi ini. Misalnya ingin menikmati keindahan alam, menyingkir dari keramaian kota, menyegarkan pikiran, dan memberi tantangan kepada diri sendiri.

Terlepas dari motivasi tersebut, seharusnya Sobat Akasaka mengetahui apa saja yang harus dilakukan agar tidak menimbulkan kerusakan alam dan membahayakan diri ketika mendaki.

Pendaki sejati harus menjaga alam dan segala yang ada di dalamnya. Sobat Akasaka juga mesti bersikap ramah kepada masyarakat setempat serta menghormati kebudayaan mereka. Sebagai tamu, memang seharusnya baik dan sopan kepada tuan rumah, bukan?

Persiapkan Diri Dengan Baik dan Jaga Adab Saat Mendaki

Sebelum mendaki, pastikan Sobat Akasaka memperlajari seluk beluk pendakian. Hal-hal dasar seperti cara mengelola sampah, cara buang air dan membersihkan diri, pertolongan pertama pada kecelakaan, dan penyiapan perbekalan harus dikuasai. Pelajari juga apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama berada di jalur pendakian, sebab antara satu tempat dan tempat lain mungkin mempunyai peraturan berbeda.

Hiking dan mendaki gunung termasuk olahraga ekstrem, jadi Sobat Akasaka harus mempersiapkan diri dengan matang. Jangan memaksakan diri tanpa perbekalan dan perlengkapan memadai, karena hal ini bisa membahayakan keselamatan dan menyusahkan orang lain.

Meski kerusakan alam dan perilaku pendaki saat ini begitu memprihatinkan, namun tak semua pendaki berkelakuan buruk. Masih ada juga yang peduli kepada sampah, bunga-bunga yang dirusak oleh orang yang tidak bertanggungjawab, dan masalah pencemaran. Tujuan mendai gunung masa kini untuk mencari popularitas, tidak selalu salah asalkan memperhatikan keselamatan dan kelestarian alam.

Nah, untuk membuat perjalanan hiking Sobat Akasaka semakin berkesan, gunakanlah pula perlengkapan mendaki gunung yang recomended dan aman. Akasaka Outdoor tentu saja sangat layak untuk Sobat jadikan teman perjalanan yang menyenangkan. Selanjutnya, Sobat dapat mengklik tautan ini menemukan jaket gunung terbaik dari Akasaka Outdoor sebagai teman bertualang Sobat di atas gunung.

Leave a comment

All comments are moderated before being published