SEJARAH SERTA PERBEDAAN ANTARA RAFTING DAN ARUNG JERAM

Arung Jeram

Halo Sobat Akasaka! Kali ini, kita akan membahas istiah salah satu jenis olahraga air yang cukup menantang. Dalam olahraga ini, selain kekompakan anggotanya, dibutuhkan keterampilan dan jam terbang yang tinggi masing-masing anggota untuk menaklukkan medan yang memiliki banyak jeram dengan variasi yang beragam.

Yap, kali ini kita akan membahas tentang rafting dan arung jeram. Hmmm.... ada yang tahu bedanya?

Istilah Rafting dan Arung Jeram

Istilah Rafting Dan Arung Jeram

Sobat Akasaka tentu tidak asing dengan istilah rafting dan arung jeram. Jika ditanya bagaimana perbedaan antara keduanya, tidak jarang kamu pun akan merasa ragu, bukan?

Sebenarnya, arung jeram dan rafting adalah dua hal yang sama. Dalam bahasa Inggris, arung jeram disebut white water rafting yang berarti kegiatan mengarungi sungai dengan menggunakan perahu dan mengandalkan kemampuan mendayung. Dengan demikian, untuk mempersingkat, maka cukup disebut dengan rafting.

Petualangan seru di atas derasnya arus sungai ini termasuk dalam ORDA atau Olahraga Arus Deras. Federasi internasionalnya bernama International Rafting Federation atau biasa disingkat IRF. Di bawah naungan organisasi ini, berbagai turnamen arung jeram berskala internasional pun diselenggarakan di negara-negara dengan sungai terbaik—termasuk beberapa kali di Indonesia.

Sejarah Arung Jeram

Sejarah Arung Jeram

Konon, sejarah arung jeram dimulai setelah masa Perang Dunia II. Seorang tentara asal Amerika Serikat bernama John Wesley Powell menyusuri Sungai Colorado sejauh 250 mil dan melalui gugusan tebing raksasa nan cantik yang kemudian kita kenal dengan nama Grand Canyon. Namun, jenis perahu yang digunakan sang Bapak Arung Jeram Dunia tersebut tidak seperti perahu pada saat ini, tetapi masih berupa kayu yang disusun sedemikian rupa.

Barulah pada pengembangannya, aktivitas mengarungi sungai tersebut mulai populer di tanah Amerika dan Eropa. Kegiatan yang menantang dan memiliki risiko tinggi tersebut kemudian disebut dengan istilah white water rafting. Perahu yang digunakan pun mulai diproduksi secara khusus untuk rafting  menggunakan material yang lebih kuat, sehingga dapat mengangkut lebih banyak orang sekaligus alat-alat dan logistik lain yang dibutuhkan.

Perlengkapan yang Dibutuhkan Saat Arung Jeram

Perlengkapan Arung Jeram

Cukup banyak perlengkapan yang dibutuhkan untuk melakukan arung jeram. Pertama tentu saja perahu. Secara umum, bahan yang digunakan untuk kelengkapan ini adalah PVC dan nilon. Berdasarkan jenisnya, perahu rafting ada yang memiliki lubang untuk saluran pembuangan air, sehingga saat ada genangan air di dalam perahu dapat langsung kembali dibuang, dan yang tidak memiliki lubang saluran.

Selain itu, pelampung adalah perlengkapan keselamatan utama yang tidak boleh tertinggal. Tidak hanya untuk membuat awak tetap terapung saat terjatuh di dalam air, pelampung juga digunakan sebagai body protector selagi awak berada di atas perahu. Ada pun berbagai kelengkapan  rafting lainnya adalah helmet, dayung, peluit, P3K kit, dry bag, repair kit, dan lain-lain.

Arung jeram pada dasarnya dapat dilakukan oleh siapa saja, mulai dari usia muda hingga dewasa selama dalam kondisi yang sehat. Tentu saja, ada perbedaan lintasan yang dilalui untuk menjaga keselamatan.

Berdasarkan tingkat kesulitan, grade jeram, dibedakan mulai I hingga VI. Grade setiap sungai juga dapat berubah-ubah sesuai debit air, tetapi biasanya tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Untuk pemula, biasanya cukup melalui grade I hingga III. Barulah untuk para profesional, grade V hingga VI adalah medan yang paling cocok.

Sebagai saran tambahan untuk kamu yang tertarik dengan aktivitas rafting, gunakanlah selalu peralatan yang lengkap dan nyaman, termasuk dengan menggunakan sandal gunung terbaik dan tahan air. Di Indonesia, sandal Akasaka telah terbukti paling tangguh untuk urusan bertualang di arus deras.

Nah, itulah sekilas tentang sejarah dan perbedaan antara rafting dan arung jeram. Sekarang, apakah kamu siap untuk menjajal olahraga seru ini?

Baca Ini Juga Yuk!

CARA ASIK MENIKMATI SUNRISE DI GUNUNG
CARA ASIK MENIKMATI SUNRISE DI GUNUNG
Salah satu momen yang paling banyak diburu oleh pendaki saat melakukan perjalanan ke puncak tertinggi adalah sunrise. Tak hanya bagi para pendaki pemula, tetapi pendaki berpengalaman pun juga masih...
Read More
5 TIPS MENDAKI GUNUNG DI MUSIM HUJAN YANG HARUS DIKETAHUI
5 TIPS MENDAKI GUNUNG DI MUSIM HUJAN YANG HARUS DIKETAHUI
Sobat Asakasa, kerinduan mendaki gunung memang tidak mengenal waktu. Keinginan untuk kembali menikmati pendakian kerap muncul di saat-saat yang tidak terduga, bahkan di musim hujan sekali pun. Kala...
Read More
BAGAIMANA CARA MELAKUKAN MANAJEMEN LANGKAH SAAT MENDAKI?
BAGAIMANA CARA MELAKUKAN MANAJEMEN LANGKAH SAAT MENDAKI?
Dalam pendakian, kesalahan melangkah sedikit apa pun bisa berdampak besar pada tubuh secara menyeluruh. Oleh karena itu Sobat Akasaka disarankan untuk lebih mengetahui bagaimana cara berjalan yang ...
Read More

Leave a comment

All comments are moderated before being published