PENGERTIAN DAN JENIS BIVAK SERTA PENGGUNAANNYA DALAM AKTIVITAS OUTDOOR

Jenis bivak

Dalam aktivitas petulangan alam terbuka atau outdoor, dikenal beberapa jenis bivak yang dipergunakan secara luas. Bivak tentu memiliki perbedaan dengan shelter perlindungan lain seperti tenda atau pun hut. Bivak secara umum lebih dikenal sebagai perlindungan alternatif seorang petualang dalam kondisi emergency atau darurat.

Nah, dalam artikel kali ini Akasaka Journal akan mengajak Sobat Akasaka untuk mengenal lebih jauh tentang bivak.

Jadi, dibaca sampai habis, ya.

BACA PULA:

Pengertian dan Jenis Bivak Serta Prinsip Penggunaannya dalam Kegiatan Alam Terbuka

Jenis bivak

Bivak seringkali diasumsikan sebagai shelter dalam kondisi survival. Hal ini tentu tidak salah namun, aplikasi penggunaan bivak terlampau sempit jika hanya diartikan dalam kondisi survival saja. Pada prinsipnya, bivak adalah sebuah pilihan tempat berlindung dalam aktivitas alam terbuka baik kamu dalam kondisi survival atau tidak.

Dalam prosesnya, membuat tempat perlindungan emergency seperti bivak akan sangat bergantung pada beberapa hal utama seperti; materi bivak, kondisi alam tempat mendirikan bivak, perlengkapan yang dibawa, dan prinsip petualangnya itu sendiri.

Supaya lebih asyik dalam pembahasannya, Akasaka Journal akan mengajak kamu membahas satu-persatu.

Pengertian Bivak

Jenis bivak

Jadi, apa itu bivak?

Secara sederhana bivak dapat diartikan sebagai tempat perlindungan sementara ketika bertualang di alam bebas supaya terlindung dari paparan cuaca, binatang buas dan juga angin.

Hayo, pengertian ini terdengar sama persis seperti definisi tenda atau shelter, bukan?

Oleh karena itu ada juga aktivis alam bebas yang membuat pengertian bivak dengan makna yang jauh lebih sederhana. Bivak dalam perspektif ini hanya diartikan sebagai tidur di luar tanpa tenda. Dengan hanya modal sleeping bag dan berbaring di tepi pantai menghabiskan malam, itu sudah dapat disebut sebagai tidur menggunakan bivak atau bivouacing.

Sesimpel itu saja?

Ya, benar. Memang seperti itu, tapi ini semakin luas dan rumit karena bivak juga dapat diartikan sebagai upaya serius dan keras untuk menambatkan diri di sisi tebing, membungkusnya dengan sleeping bag, di antara celah batu dan perlindungan cuaca yang tahan air dan angin.

Lebih jauh bivak juga dapat diartikan sebagai tiga hal yakni; perlengkapan, tindakan dan juga tempat. Dengan pengertian ini nantinya, Sobat Akasaka juga akan melihat bahwa menggunakan bivak tidak dapat lepas dari materi pembuatnya, tindakan yang mendasarinya, dan juga tempat mengaplikasikan bivak tersebut.

Alasan Menggunakan Bivak

Jenis bivak

Ada beberapa alasan yang mendasari mengapa seseorang menggunakan bivak dalam petualangan mereka. Dari alasan kondisi darurat, survival, emergency atau pun untuk prinsip bertualang yang lebih serius.

Di antara banyak alasan tersebut, berikut adalah alasan utama mengapa seseorang menggunakan bivak (bivouacing) dalam petualangan mereka di alam bebas. Pada cara pandang yang sama, hal ini juga dapat disebut sebagai manfaat bivak yang mungkin tidak dimiliki oleh shelter perlindungan lainnya.

  • Bivak membutuhkan perlengkapan yang lebih simpel, lebih sederhana dan lebih mudah didapatkan dibandingkan materi shelter lainnya semacam tenda.
  • Bivak dapat lebih cepat dibuat dalam kondisi darurat sekali pun. Dengan memanfaatkan beberapa perlengkapan yang minim atau bahkan yang sudah disediakan oleh alam, seseorang sudah dapat membuat bivak.
  • Bivak memungkinkan Sobat Akasaka untuk beristirahat pada ruang yang lebih kecil sehingga sangat praktis. Sobat bisa memilih ceruk di tebing, di dekat akar pohon, di balik batang pohon yang tumbang, atau di mana saja yang memungkinkan fungsi bivak terpenuhi.
  • Bivak dalam beberapa prinsip dianggap lebih bijaksana dibandingkan tenda. Hal ini tentu saja jika dikorelasikan dengan prinsip murni bertualang yang lebih mengedepankan sikap bersatu dengan alam.
  • Bivak memungkinkan Sobat Akasaka untuk memiliki tempat perlindungan yang luas, terutama dalam kondisi cuaca yang bersahabat.

Jenis-Jenis Bivak

Jenis bivak

Dalam membagi macam-macam bivak, ada beberapa pertimbangan yang menjadi dasarnya. Materi atau bahan-bahan pembuat bivak, bentuk atau konstruksi bivak dan juga prinsip penggunaan bivak bagi petualang itu sendiri.

Nah, Akasaka Journal akan membahasnya satu-persatu.

Jenis Bivak Berdasarkan Materi atau Bahannya

Hal pertama yang dapat digunakan untuk memisahkan jenis-jenis bivak adalah material untuk membuatnya sendiri.

Dari sisi ini, bivak dapat dibagi dalam tiga jenis, yaitu;

Bivak Alam

Jenis bivak

Ini adalah bivak atau tempat perlindungan sementara yang secara murni menggunakan apa yang ada dan disediakan oleh alam. Tidak ada kombinasi dengan material pabrikasi dalam bivak jenis ini. Bahkan pada konstruksi tali yang digunakan untuk mengikat atap atau tiang bivak pun menggunakan bahan-bahan yang berasal dari alam langsung.

Menurut Sobat Akasaka, apa saja sih, yang termasuk bivak alam tersebut?

Goa dapat disebut sebagai bivak alam, ceruk pada tebing juga dapat menjadi bivak alam. Di samping penggunaan dedaunan sebagai atap, dahan dan ranting pohon sebagai tiang dan kulit pohon sebagai tali, adalah contoh yang menarik dari aplikasi penggunaan bivak alam.

Bivak Buatan (Artificial)

Jenis bivak

Bivak ini sepenuhnya menggunakan bahan-bahan pabrikasi sebagai material penyusun bivak. Praktik dari bivak buatan seperti ini misalnya adalah penggunaan flysheet sebagai atap bivak kemudian trekking pole sebagai tiangnya dan tali rafia sebagai pengkikatnya.

Pada contoh yang lain Sobat Akasak misalnya dapat juga menggunakan ponco sebagai atap bivak dengan tali para cord sebagai pengikatnya.

Intinya adalah material yang digunakan untuk membangun bivak adalah material buatan manusia dan bukan asli produksi alam.

Bivak Semi Buatan

Jenis bivak

Dapat diartikan dengan mudah bahwa bivak semi buatan adalah bivak yang materialnya merupakan kombinasi antara bivak alam dan bivak buatan.

Apa contohnya?

Gampang banget, Sobat Akasaka.

Sobat yang menggunakan ponco atau flysheet sebagai atap bivak kemudian menggunakan kulit pohon dan batang-batang pohon sebagai tiang bivak. Atau pada kondisi yang lain, Sobat menggunakan ceruk tebing sebagai atap dan menjadikan ponco yang Sobat bawa sebagai dindingnya.

Jenis Bivak Berdasarkan Bentuknya atau Konstruksinya

Jenis bivak

Dalam konstruksi atau bentuknya, bivak alam tentu saja sudah tidak dapat diikutkan lagi karena bentuknya sudah paten dan tidak dapat diubah. Namun, ketika kamu menggunakan material kombinasi bivak alam dengan bivak buatan, maka bentuk bivak masih dapat dirancang sesuai dengan kebutuhan.

Nah, apa saja bentuk bivak yang paling populer digunakan tersebut?

Bivak Rangka A

Jenis bivak

Di samping rangka A, bivak ini kadang disebut pula sebagai bivak pramuka.

Ini adalah jenis bivak yang paling populer digunakan. Dari jenis rangka A ini pula kemudian  perkembangan bentuk bivak menjadi beberapa model lain yang tetap mempertahankan identitas rangka aslinya. Perkembangan tersebut misalnya adalah bivak rangka setengah A dan sebagainya yang disandarkan pada dinding tebing atau batag pohon.

Membuat bivak rangka A tergolong sangat sederhana, baik menggunakan material alami atau buatan. Secara prinsip kamu hanya perlu membuatnya seperti sebuah atap dengan satu rangka utama sebagai penopangnya.

Bivak Teepe atau Bivak Kerucut

Jenis bivak

Bentuk kedua yang cukup populer dari bivak adalah bivak Teepe atau bivak kerucut. Bivak ini lebih rumit untuk dibuat namun memiliki konstruksi yang lebih besar, lebih muat banyak orang dan tentu lebih nyaman digunakan.

Hayo, kamu pasti mengenal bivak jenis ini sebagai sebuah tenda tradisional suku Indian Amerika, bukan?

Yap, benar banget. Konstruksi bivak dengan model Teepe ini memang terinspirasi dari rumah para pengembara suku Indian di Amerika tersebut.

Jenis-Jenis Bivak Berdasarkan Prinsip Petualangnya

Jenis bivak

Berdasarkan prinsip petualangnya sendiri, bivak akan memiliki banyak bentuk, ciri, material dan praktik di alam bebas. Hal ini berkaitan erat dengan prinsip sang penggguna bivak yang mungkin menggunakan bivak karena ia sendiri menganut prinsip manajemen perjalanan ultralight backpacking.

Mereka yang menggunakan bivak karena prinsip ultralight, atau mereka yang menggunakan bivak karena prinsip menyatu dengan alam, tentu akan memiliki praktik yang berbeda di lapangan.

Hal ini sejalan pula misalnya bagi mereka yang menggunakan bivak karena faktor darurat atau emergency. Kondisi survival dan perlengkapan yang tersedia juga dapat menentukan jenis bivak yang bisa dikembangkan.

Beberapa Tips Penting Mendirikan Bivak

Jenis bivak

Jika Sobat Akasaka tertarik menggunakan bivak saat bertualang di alam terbuka nantinya, beberapa tips berikut ini akan membantu Sobat untuk mendapatkan bivak yang nyaman.

  • Hindari mendirikan bivak pada wilayah dengan kondisi yang terbuka dengan paparan angin. Punggung gunung dan tempat yang tinggi dengan dataran terbuka, bukan tempat yang ideal mendirikan bivak berdasarkan prinsip ini.
  • Prioritaskan untuk mendirikan bivak di atas permukaan yang rata dan kering. Jika Sobat Akasaka misalnya terpaksa mendirikan bivak di atas permukaan yang lembab dan berair, buatlah semacam para-para sebagai alasnya terlebih dahulu.
  • Hindari mendirikan bivak di bawah pohon yang lapuk, kering dan berisiko untuk tumbang. Upayakan untuk mendirikan bivak di bawah pohon yang kuat dan memiliki sinar matahari yang bisa menembus kerindangannya.
  • Jika Sobat Akasaka mendirikan bivak untuk jangka waktu yang lama, pilihlah yang tidak begitu jauh dengan sumber air.
  • Hindari mendirikan bivak terlalu dekat dengan aliran sungai atau menjadi jalur lalu lintas binatang.
  • Buatlah parit di sekeliling bivak sebagai pencegahan seumpama hujan turun dengan deras dan membuat bivak menjadi kebanjiran.

BACA JUGA:

Nah, itu adalah beberapa hal yang perlu Sobat Akasaka ketahui mengenai bivak. Baik untuk alasan apa pun Sobat menggunakannya, pengetahuan mengenai bivak ini layak untuk Sobat Akasaka praktikkan.

Oh ya, Akasaka Outdoor juga memiliki satu produk yang dapat dikombinasikan sebagai pembuat bivak di alam bebas. Dengan desain dan keunggulannya, produk ini akan membuat pengalaman bivouacing Sobat Akasaka menjadi semakin istimewa.

Penasaran apa produknya? Klik saja tautannya dibawah ini, ya!

KLIK DISINI UNTUK REKOMENDASI PRODUK BIVAK DARI AKASAKA

 

Baca Ini Juga Yuk!

TERNYATA INI PERBEDAAN JAKET PARKA DAN JAKET GUNUNG BIASA
TERNYATA INI PERBEDAAN JAKET PARKA DAN JAKET GUNUNG BIASA
Dalam petualangan seperti mendaki gunung, camping, hiking atau pun memancing, kamu pasti sering melihat jaket parka, bukan? Pemahaman yang awam menganggap bahwa antara parka dan jaket adalah sesuat...
Read More
BEGINI CARA MEMILIH SLEEPING BAG TERBAIK UNTUK TIDUR NYAMAN DI ATAS GUNUNG
BEGINI CARA MEMILIH SLEEPING BAG TERBAIK UNTUK TIDUR NYAMAN DI ATAS GUNUNG
Tidur nyaman di atas gunung memang agak sulit diperoleh karena pengaruh ketinggian. Namun dengan mengerti cara memilih sleeping bag terbaik, paling tidak istirahat nyaman di atas gunung bisa kamu d...
Read More
INI 8 SPOT SNORKELING PALING KEREN DI INDONESIA YANG WAJIB KAMU KUNJUNGI
INI 8 SPOT SNORKELING PALING KEREN DI INDONESIA YANG WAJIB KAMU KUNJUNGI
Dengan bentang perairan yang demikian luas, Indonesia sudah pasti adalah surga bagi kamu yang menggemari petualangan air, termasuk snorkeling. Dari ujung Barat banda Aceh hingga ujung Timur Papua, ...
Read More

Leave a comment

All comments are moderated before being published