INI DIA 5 TUMBUHAN PENGHASIL AIR UNTUK KONDISI SURVIVAL

Survival Di Hutan

Dehidrasi adalah salah satu risiko terbesar dalam petualangan di alam bebas. Untuk alasan itu setiap petualang memang diharuskan membawa perlengkapan air yang memadai dalam setiap petualangannya. Namun pada beberapa kondisi, bisa jadi air yang dibawa tidak mencukupi. Nah, apakah kemudian ada tumbuhan penghasil air yang bisa menjadi alternatif dalam situasi seperti ini?

Beberapa Tumbuhan Penghasil Air yang Dapat Digunakan Untuk Survival di Alam Bebas

Di alam bebas yang menjadi medan petualangan, telah tersedia berbagai hal yang dapat dimanfaatkan untuk beragam situasi, termasuk situasi survival atau bertahan hidup. Salah satu yang paling fundamental adalah tanaman yang mampu menghasilkan air, yang airnya sendiri dapat digunakan untuk minum.

Lalu, kira-kira apa saja sih, tumbuhan yang dapat menyimpan dan menghasil air dalam kondisi survival tersebut? Berikut adalah beberapa diantaranya.

Kantung Semar

Kantung Semar

Kantung semar mungkin terkenal sebagai tanaman pemakan serangga. Meskipun demikian, bagian dalam tanaman ini ternyata juga mampu menetralkan keasaman air hujan. Air hujan yang tertampung dalam kantung semar pada umumnya dapat digunakan untuk minum dalam kondisi yang darurat.

Akan tetapi, sebelum Sobat Akasaka memutuskan untuk meneguk air dalam kantung semar untuk menghilangkan dahaga dehidrasi, kondisi kantung semarnya sendiri pula pula diperhatikan. Hindari meminum air pada kantung semar yang telah terdapat serangga atau binatang kecil lain di dalamnya.

Pohon Pisang

Pohon Pisang

Batang pisang yang rapuh bisa menjadi sumber air untuk beberapa hari. Hal ini karena batang tersebut mengandung sekitar 50 persen air, sehingga bisa dikumpulkan untuk sumber cairan. Jika Sobat Akasaka beruntung menemukan pohon pisang, tebanglah hingga menyisakan pangkal batang setinggi 20 cm. Tunggu beberapa lama hingga air memenuhi bagian dalam batang yang mirip mangkuk.

Karena berasal dari akar, air yang baru terkumpul mungkin terasa sedikit pahit. Sobat bisa menunggu beberapa jam sambil mencicipinya sedikit dengan jari, hingga airnya perlahan menjadi tawar. Jika Sobat Akasaka masih harus berada di area tersebut, tutup bagian atas batang pisang agar airnya tidak kemasukan serangga atau kotoran. 

Pakis

Pakis

Pakis memiliki kandungan air yang cukup melimpah pada batangnya, walau tidak sebanyak pohon pisang. Sobat Akasaka bisa mendapatkannya dengan teknik keratan sederhana. Pertama, buat guratan dalam setinggi yang bisa dicapai, lalu buat guratan dalam lain di pangkal batang dekat tanah. Tunggu beberapa saat, dan air akan mulai menetes dari batang. 

Sobat Akasaka bisa mengumpulkan airnya dengan sabar menggunakan botol minum, wadah plastik, atau bahkan menampungnya dengan daun. Air dari dalam batang pakis ini aman untuk langsung diminum. Jika ingin mendapat lebih banyak air, pilih pakis yang yang lebih besar, yang diameternya sudah diatas 5cm.

Bambu

 Pohon Bambu

Tanaman penghasil air selanjutnya adalah bambu. Dengan asumsi mungkin di dalam rongganya terdapat air yang tertampung, Sobat bisa langsung memotong batang bambu dan meneteskan air dari dalamnya ke mulut. Atau memecahkannya sedikit sebelum memasukkan sedotan ke dalamnya. Sobat Akasaka juga bisa mengumpulkan air lebih banyak dengan metode pengumpulan yang membutuhkan waktu semalaman.

Caranya, pilih batang bambu yang agak besar, lalu potong bagian atasnya dan tekuk bambu ke bawah. Ikat dengan salah satu ujung tali, dan gunakan ujung lainnya untuk menahan batang bambu tersebut agar tetap dalam posisi menekuk ke arah tanah. Letakkan wadah penampung di bawah mulut bambu tersebut. Setelah semalam, biasanya sudah ada air yang menetes.

Lantas bagaimana caranya mengetahui jika di bagian dalam bambu ada air? Mudah saja, ketuk batangnya berkali-kali di beberapa ruas. Jika suaranya terdengar padat dan tidak kosong, kemungkinan ada air. Setelah mendapat air dari bambu, pastikan segera meminumnya, karena airnya bersih tetapi cepat basi.

Liana

Liana

Tumbuhan akar liana memiliki cadangan air yang cukup banyak dan bisa disadap, sama seperti pohon pakis. Metodenya juga serupa yaitu dengan cara menggurat bagian atas dan bawah (dekat tanah). Air yang keluar bisa ditampung di botol plastik atau menggunakan permukaan jas hujan.

Membawa persediaan air cukup memang penting, tetapi jika keadaan darurat terjadi, survival tips di atas akan membantu Sobat Akasaka mencegah dehidrasi saat berada di alam bebas. Oleh karena itu, mengenali tumbuhan penghasil air dalam kondisi survival adalah sesuatu yang penting.

Nah, supaya persediaan air Sobat Akasaka senantiasa cukup selama bertualang, maka bawalah tampungan yang tepat seperti botol, water bladder, dan lain sebagainya. Untuk botol sendiri, Sobat bisa memilih salah satu botol mendaki gunung Akasaka berikut. Desain yang istimewa akan menjadi teman yang nyaman bagi Sobat untuk selalu terhindar dari dehidrasi selama bertualang.

Leave a comment

All comments are moderated before being published