MASIH BINGUNG MEMBACA PETA ORIENTEERING? INI RAHASIANYA

Peta Orienteering

Peta orienteering dan kompas merupakan dua hal wajib yang harus harus dibawa oleh Sobat Akasaka selama melakukan olahraga orienteering. Peta yang akurat dan dapat diandalkan sangat penting dibawa untuk membantu menyelesaikan setiap tugas yang ada di dalam kegiatan orienteering. Peta dibutuhkan untuk menguji kemampuan navigasi Sobat Akasaka. Peta yang digunakan juga harus relevan sesuai dengan kebutuhan yang menunjukkan dataran secara detail.

Bagaimana membaca peta orienteering dengan benar? Berikut penjelasannya.

Membaca Peta Orienteering

Membaca Peta Orienteering

Karena kompetisi orienteering ditujukan untuk menguji kemampuan navigasi para peserta, area kompetisi yang digunakan haruslah memiliki berbagai macam fitur yang dapat digunakan. Di samping itu, area juga harus menarik dan atraktif. Peta-peta orienteering biasanya dibuat oleh klub-klub orienteering lokal yang sudah paham dengan medan yang akan dilalui. Peta tersebut nantinya juga menjadi aset berharga bagi klub. Hal ini karena peta orienteering cukup mahal untuk diproduksi.

Dalam membaca peta orienteering, perlu dipahami terlebih dahulu beberapa halnya. Salah satunya mengenai skala peta. Peta orienteering memiliki skala tertentu dan skala ini tergantung dari tujuan kompetisi dan standar yang digunakan di dalamnya. Misalnya, peta yang digunakan dalam foot orienteering jarak jauh menggunakan skala 1:15.000. Peta yang digunakan dicetak ke dalam enam warna dasar, yang meliputi bentuk tanah, bebatuan, air dan rawa, tumbuh-tumbuhan, fitur buatan manusia, dan warna-warna tambahan untuk simbol yang berlebih.

Berikut merupakan beberapa simbol warna yang biasa ditemui di dalam peta orienteering:

  • Hitam dan Abu-abu

Merupakan wilayah bebatuan, seperti tebing, batu besar, dan tanah berbatu. Jika berupa garis, berarti jalan setapak, jalan besar, atau sebuah gang. Warna hitam juga sekaligus menyimbolkan berbagai macam fitur buatan manusia, seperti jalanan beraspal, lintasan, dinding batu, pagar, gedung, dan lainnya.

  • Cokelat

Merupakan wilayah daratan, seperti retakan di atas tanah, garis kontur tanah, atau bukit.

  • Biru

Merupakan wilayah perairan, seperti sungai, danau, rawa, atau lautan.

  • Hijau/Kuning

Merupakan wilayah vegetasi. Selain hijau dan kuning, disimbolkan juga dengan warna putih yang berarti area hutan yang dapat dilalui. Hijau menyimbolkan jika vegetasi tidak memungkinkan untuk dilalui, semakin hijau warnanya maka akan semakin rapat vegetasinya sehingga sangat mustahil untuk dilalui. Warna kuning menggambarkan vegetasi terbuka yang masih dapat dilalui. Biasanya warna kuning untuk menyimbolkan sebuah padang rumput.

  • Ungu

Merupakan jalur orienteering, termasuk titik awal, titik kontrol, dan titik finis. Simbol-simbol tambahan yang berkaitan juga digambarkan dengan warna ungu. Simbol-simbol ini, seperti persimpangan, rute terlarang, pos pertolongan pertama, tempat peristirahatan, dan lain-lainnya. Namun, fitur-fitur tersebut bukanlah fitur tetap sehingga tidak dapat dimasukkan pada saat peta dicetak.

Selain memuat simbol-simbol seperti di atas, sebuah peta orienteering biasanya juga memiliki informasi tambahan di dalamnya. Informasi tambahan ini, seperti skala peta, interval kontur, skala bar, tanggal survei, skala survei, informasi hak cipta, dan nama orang-orang yang telah berjasa dalam pembuatan peta tersebut.

Memilih Jalur Lewat Peta

Memilih Jalur Menggunakan Peta Orienteering

Seperti yang Sobat Akasaka telah ketahui, memilih jalur lintasan dalam orienteering akan berpengaruh kepada hasil akhir nanti. Kesalahan pemilihan jalur sebisa mungkin harus dihindari agar tidak membuang-buang waktu yang sangat berharga. Oleh karena itu, bacalah kembali peta dengan saksama dan tentukan rute yang cepat dan efisien.

Rute memang telah disiapkan oleh panitia, tetapi semua pilihan berada di tangan peserta. Peserta boleh memilih rute manapun jika dirasa paling cepat untuk menuju ke titik-titik kontrol yang tersedia. Dalam memilih rute, perhatikan dengan baik-baik juga hal-hal yang ada di dalam peta. Apakah rute yang dipilih aman, memiliki medan yang mudah dilalui, atau justru penuh dengan tantangan tersendiri? Rute yang aman akan mempercepat gerak untuk segera sampai di titik kontrol.

Sobat Akasaka perlu ingat, penentuan rute sebaiknya tidak dilakukan dengan sembarangan. Pemilihan rute sebaiknya harus disesuaikan dengan keterangan yang ada di dalam peta.

Leave a comment

All comments are moderated before being published