LIMA PERBEDAAN ROCK CLIMBING DAN WALL CLIMBING YANG PALING UMUM

Wall Climbing

Apakah Sobat Akasaka penyuka olahraga yang menantang? Jika diperhatikan, ternyata semakin banyak orang yang mulai menyukai dan menekuni olahraga ekstrem dan mengadu nyali, di antaranya adalah rock climbing dan wall climbing. Namun jangan salah, ada perbedaan rock climbing dan wall climbing yang seharusnya diketahui.

Beberapa Hal Mendasar yang Menjadi Perbedaan Rock climbing dan Wall climbing

Istilah panjat tebing atau rock climbing tentu saja sudah tidak asing di telinga Sobat Akasaka. Dan pada dasarnya, aktivitas wall climbing juga merupakan bagian dari panjat tebing itu sendiri. Akan tetapi tentu saja, ada beberapa perbedaan yang cukup signifikan di antara kedua jenis olahraga ini.

Lantas, kira-kira apa yang membedakan keduanya? Nah, untuk menambah wawasan Sobat Akasaka, berikut adalah lima perbedaan rock climbing dan wall climbing yang perlu diketahui.

Medan yang Dipanjat

Medan Yang Di Panjat Ketika Rock Climbing

Olahraga rock climbing, atau dikenal dengan istilah panjat tebing, menggunakan tebing bebatuan tinggi dan curam yang berasal dari alam sebagai medan untuk memanjat. Tebing yang dipanjat kadang berbahaya dan licin. Batu-batuan yang ada di tebing ini menjadi landasan untuk  tumpuan kaki saat memanjat.

Beda halnya dengan wall climbing atau panjat dinding. Seperti namanya, wall climbing artinya menggunakan dinding atau papan buatan sebagai medan. Papan atau dinding yang dipanjat dibuat dengan ketinggian tertentu dan dilengkapi dengan batu-batu penahan atau point sebagai landasan pijakan kaki untuk mencapai ke atas.

Lokasi Tempat Pemanjatan

Lokasi Tempat Climbing

Perbedaan yang sangat jelas terletak pada lokasi kedua jenis olahraga ini. Dari segi tempat, olahraga rock climbing ini lokasinya berada di luar ruangan (outdoor), tepatnya di alam bebas dengan ketinggian tertentu. Biasanya di kawasan yang memiliki tebing-tebing berkontur bebatuan dan cadas dengan berbagai tingkat kesulitan.

Adapun wall climbing dilakukan di dalam dan luar ruangan. Sobat Akasaka bisa menemukan sarana wall climbing di kampus-kampus terdekat, lokasi olahraga, atau tempat-tempat khusus yang menyelenggarakan kegiatan olahraga wall climbing.

Peralatan yang Digunakan

Peralatan Climbing

Rock climbing dan wall climbing termasuk olahraga yang membutuhkan banyak peralatan terutama untuk keselamatan. Pada dasarnya, peralatan-peralatan yang digunakan hampir sama. Namun yang membedakannya adalah peralatan keselamatan untuk rock climbing lebih banyak dan detail karena medan yang dipanjat juga lebih berat.

Perbedaan lainnya adalah jika pada wall climbing penggunaan helm tidak terlalu diwajibkan, maka helm merupakan peralatan yang harus dipakai saat memanjat tebing. Helm berguna sebagai pelindung sehingga cedera di kepala saat memanjat tebing bisa dihindari.

Saat melakukan wall climbing, kedua tangan harus dilapisi dengan bubuk anti keringat berjenis magnesium klorida agar tidak basah dan lembap terkena keringat. Dengan kondisi tangan yang kering, pemanjat bisa lebih fokus untuk sampai di puncak dinding.

Sedangkan untuk rock climbing, pemanjat tidak membutuhkan bubuk magnesium klorida melainkan harus menggunakan sarung tangan untuk menghindari luka akibat goresan-goresan tebing yang tajam dan curam.

Persiapan yang Dilakukan

Persiapan Climbing

Sobat Akasaka, baik rock climbing atau wall climbing membutuhkan stamina dan daya tahan otot tubuh yang kuat. Namun, dalam melakukan kedua olahraga ini persiapan yang diperlukan sedikit berbeda.

Pelaksanaan wall climbing lebih praktis dan bisa dilakukan kapan saja. Sebelum memanjat dinding Sobat Akasaka harus menyiapkan peralatan standar dan melakukan pemanasan terlebih dahulu. Ada pun untuk rock climbing, pemanjat harus mempersiapkan berbagai peralatan dengan detail dan memastikan staminanya dengan matang. Latihan fisik harus dilakukan minimal sebulan sebelum memanjat.

Pendaki rock climbing harus melatih semua otot-otot tangan, lengan, punggung, paha, dan kaki. Selain itu, keadaan cuaca dan alam sekitar tebing pendakian juga harus diperhitungkan sebelum memanjat tebing.

Jenis Pendakinya Sendiri

Jenis Pendaki Climbing

Inti dari rock climbing dan wall climbing adalah memanjat. Biasanya pelaku panjat dinding merupakan pemula. Sebagian ada yang menjadikannya batu loncatan untuk memanjat medan yang lebih ekstrem dan curam yang ada di alam, yaitu panjat tebing. Jadi bisa dikatakan bahwa mereka yang melakukan rock climbing bukanlah pemanjat pemula yang ingin coba-coba.

Nah, untuk menambah semangat aktivitas pemanjatan yang Sobat Akasaka lakukan, berikut beberapa produk dari Akasaka Outdoor yang dapat Sobat gunakan. Produk-produk ini didesain sedemikian istimewa dan selaras dengan aktivitas panjat tebing yang penuh semangat. Silahkan Sobat klik disini untuk melihat kaos pendaki gunung terbaik dari Akasaka untuk menemani pemanjatan yang dilakukan.

Oya, itu tadi 5 perbedaan rock climbing dan wall climbing. Semoga bisa menambah wawasan sobat Akaska, ya!

Leave a comment

All comments are moderated before being published