Kesalahan yang Sering Terjadi saat Sport Climbing

Ingin menjajal kekuatan fisik dan keberanian dengan olahraga climbing? Bersiaplah untuk menghadapi berbagai risiko dan tantangan. Sobat Akasaka pasti tahu bahwa kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal dalam olahraga ekstrem. Jadi, jika kamu ingin menjajal sport climbing, pastikan menghindari tujuh kesalahan umum ini.

 

Lupa mengecek simpul dan tali


Lupa mengecek simpul dan tali - glenmorelodge

 

Jangan anggap enteng simpul dan tali pengikatmu. Pemanjat paling berpengalaman sekalipun harus selalu memeriksa kondisi tali pengikat dan perlengkapan belay. Cek setiap simpul, ikatan, dan mekanisme pengaman minimal dua kali. Jika memanjat bersama teman, pastikan kamu dan temanmu saling mengecek perlengkapan masing-masing.

 

Terlalu percaya diri tapi ceroboh

Tahukah kamu bahwa The American Alpine Club menganggap “tindakan sembrono” sebagai salah satu penyebab umum kecelakaan panjat tebing? Walau olahraga ini menantangmu untuk menjajal kemampuan dan daya tahan, kamu tetap harus mempertimbangkan tingkat keahlian dan kemampuan. Hindari memaksakan diri saat menempuh jalur sulit, dan prioritaskan keselamatan.

 

Terlalu fokus ke pegangan tangan


Terlalu fokus ke pegangan tangan - acadiamountainguides

 

Kunci sukses memanjat adalah keseimbangan antara pijakan kaki, pegangan tangan, dan posisi tubuh. Pemanjat pemula biasanya masih belum percaya diri untuk “melihat ke bawah”, sehingga lebih sering berfokus pada pegangan tangan dan melupakan pijakan kaki. Jika terlalu sering melakukan ini, kamu akan cepat lelah, dan bahkan terpeleset.

Saat memanjat, kamu harus mementingkan pijakan kaki yang mantap dan kuat. Jangan bernafsu menaklukkan tebing, bahkan saat jiwa petualanganmu tertantang. Pelan tapi pasti (dan aman) adalah prinsip utama sport climbing.

 

Tidak mengenakan helm

Dalam sport climbing, keselamatan harus menjadi prioritas. Helm harus selalu berada di kepalamu, terutama karena risiko terbentur, terhantam tebing saat tergantung di tali, atau terjatuh dari ketinggian sangat besar. Batu yang berjatuhan juga merupakan bahaya umum saat panjat tebing, terutama jika kamu sedang menjajal lokasi yang baru.

 

Ceroboh dalam merawat perlengkapan memanjat


Ceroboh dalam merawat perlengkapan memanjat - Forever Outside

 

Perlengkapan memanjat harus selalu berada dalam kondisi prima, tetapi sayangnya, masih ada orang yang cenderung ceroboh soal merawat perlengkapannya. Contoh kecerobohan yang bisa berakibat fatal misalnya menggunakan tali bekas (dengan alasan murah), tidak membersihkan sepatu panjat dengan baik, dan tidak segera memperbaiki sol sepatu saat rusak.

 

Salah memilih sepatu

Banyak pemanjat pemula langsung memilih sepatu mahal untuk kegiatan pertama mereka, padahal belum diperlukan. Akibatnya, sol sepatu mahal tersebut jadi cepat terkikis. Untuk pemanjat pemula, lebih baik gunakan sepatu all-purpose. Jangan lupa membersihkan sepatu secara rutin, terutama sebelum dan setelah memanjat.

 

Tidak melapor sebelum memanjat


Tidak melapor sebelum memanjat - alpineinstitute

 

Masih ingat film 127 Hours? Dalam film itu, karakter James Franco terperangkap selama berhari-hari setelah terperosok di celah tebing karena tidak memberitahu seseorang sebelum mendaki. Jika kamu hendak menaklukkan dinding tebing di tempat terpencil, jangan lupa melapor ke pos pendakian atau pihak berwenang setempat.

Agar acara panjat tebingmu lancar, kamu harus melengkapi diri dengan barang-barang wajib: sistem navigasi (GPS, peta atau kompas), pelindung dari sinar matahari (krim tabir surya, kacamata olahraga hitam), kotak P3K, sumber cahaya (senter kepala), air, makanan ringan padat gizi, sumber api (korek, pemantik api), dan alat-alat perbaikan praktis (pisau lipat untuk petualangan outdoor, lem super, pita perekat tebal).

Jadikan pengalaman panjat tebingmu aman dan tidak terlupakan. Ikuti semua tips di atas, dan dapatkan produk bermutu untuk olahraga panjat tebing hanya di Akasaka, agar pengalaman memanjatmu lebih nyaman dan aman.

Leave a comment

All comments are moderated before being published