INI DIA 7 TIPS SHOLAT SAAT HIKING DAN MENDAKI GUNUNG

Mengaji

Melakukan kegiatan di alam terbuka memang menyenangkan, tetapi bukan berarti sobat Akasaka boleh melupakan tugas sebagai insan beragama, yakni beribadah pada Allah SWT. Namun di tengah mendaki gunung atau pun hiking, sholat memang memiliki tantangannya tersendiri. Dan tips sholat saat hiking dan mendaki gunung berikut ini akan membantu kamu supaya dapat melakukannya dengan nyaman.

Beberapa Tips Sholat Saat Hiking dan Mendaki Gunung yang Wajib Untuk Diketahui

Bagi seorang muslim, sholat fardhu merupakan kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan dengan sengaja. Sholat adalah tiang agama, meninggalkan sholat sama saja merusak fondasi keimanan pada Allah SWT. Bahkan, sangat jelas besarnya dosa bagi orang yang tidak sholat.

Tidak ada alasan untuk melalaikan sholat. Meskipun saat itu sobat Akasaka tengah berada di dalam hutan belantara atau di atas gunung. Ketika waktu sholat tiba, Sobat Akasaka harus segera melaksanakannya. Agar acara hiking tetap berjalan dan sholat pun lancar, ada sejumlah tips sholat saat mendaki yang bisa sobat Akasaka terapkan, di antaranya adalah sebagai berikut.

Perdalam Ilmu Tentang Sholat

Mengkaji Ilmu

Sebelum melakukan hiking, ada baiknya sobat Akasaka membaca buku mengenai sholat Jama’ dan Qashar. Hal ini sangat penting untuk memberikan gambaran tentang tata cara pelaksanaan sholat.

Sesuai dengan kesepakatan ulama, orang yang melakukan perjalanan minimal 81 kilometer, dalam keadaan bahaya, dan tidak sedang melakukan kegiatan untuk berbuat mungkar maka dibolehkan untuk melaksanakan sholat Jama’ dan Qashar.

Ilmu tayamum tak kalah penting, setidaknya sobat Akasaka harus mengetahui hal apa saja yang membolehkan tayamum, bagaimana niat, dan cara pelaksanaan tayamum.

Mengenali Medan Pendakian

Sangat penting untuk mengenali medan yang akan sobat Akasaka lalui. Catat jumlah pos yang harus dilewati, hitung berapa lama perjalanan dari basecamp hingga pos terakhir. Buat sketsa tentang keadaan alam di sepanjang jalan tersebut, apakah ada tanah lapang, sungai, mata air, atau sesuatu yang dapat dimanfaatkan.

Dengan mengetahui medan secara detail akan memudahkan sobat Akasaka mengatur waktu perjalanan, menentukan kapan dan di mana harus berhenti sejenak untuk melaksanakan sholat. Cara ini sangat ampuh untuk memaksimalkan waktu tempuh tanpa mengabaikan kewajiban sebagai umat beragama.

Sebagai contoh, di sejumlah gunung yang membutuhkan waktu pendakian lebih dari 12 jam, sobat Akasaka dapat melakukan pendakian sebelum zuhur atau setelah asar. Selama waktu magrib atau isya, dapat digunakan untuk beristirahat.

Perjalanan dapat dilakukan sebelum atau setelah waktu subuh sehingga tidak akan menggangu jadwal sholat selanjutnya. Aturlah waktu sebaik mungkin.

Gunakan Jam Tangan

Jam Tangan Outdoor

Saat melakukan pendakian, sobat Akasaka akan berada jauh dari jangkauan suara azan dari mushola atau pun masjid. Gunakan jam tangan untuk mengetahui waktu sholat. Selain jam tangan, penunjuk waktu seperti kamera atau handphone juga bisa dimanfaatkan.

Membawa Kompas

Tips sholat saat mendaki selanjutnya adalah membawa kompas. Alat ini merupakan perlengkapan wajib yang harus sobat Akasaka bawa selama hiking. Selain untuk menentukan arah kiblat, kompas berguna untuk menunjukkan arah yang tepat sehingga meminimalkan risiko tersesat saat mendaki.

Membawa Bekal Air

Di samping membawa bekal air minum, sebaiknya sobat Akasaka membawa air khusus untuk berwudhu. Air ini berguna jika selama perjalanan sobat Akasaka tidak menemukan sungai atau pun mata air. Meski bersuci dengan tayamum dibolehkan, tetapi selama sobat Akasaka masih sanggup berwudhu dengan air, mengapa tidak?

Membawa Alat Sholat

Mendaki Bersama

Salah satu syarat sah sholat adalah suci dari hadast dan najis. Bawalah alat sholat, seperti sajadah, sarung, atau mukena yang bersih. Di samping menutupi aurat dengan sempurna, beribadah pun menjadi lebih khusyuk.

Saling Mengingatkan Tentang Sholat Bersama Teman

Mendaki bersama teman memang lebih seru ketimbang mendaki sendiri. Ajaklah teman yang rajin beribadah sehingga dapat saling mengingatkan satu sama lain. Perjalanan mendaki gunung dan bertualang menjelajahi rimba raya akan semakin terasa nilainya jika juga diiringi dengan kepatuhan kepada Sang Pencipta. Dan sholat dalam hal ini adalah manifestasi yang paling sempurna.

Oya, sebagai bentuk dukungan akan keluhuran budi dalam medan petualangan, Akasaka Outdoor memiliki produk yang memang dipersembahkan untuk membuat sholat di alam bebas terasa lebih bermakna. Dengan sajadah pendaki dari Akasaka Outdoor berikut ini, sholat di gunung akan terasa lebih nyaman dan semakin tenang.

Selamat bertualang dan bertafakur alam, Sobat Akasaka!

 

Baca Ini Juga Yuk!

6 KOLEKSI KAOS PENDAKI GUNUNG TERBARU DARI AKASAKA OUTDOOR
6 KOLEKSI KAOS PENDAKI GUNUNG TERBARU DARI AKASAKA OUTDOOR
  Kaos pendaki gunung terbaik tentu saja tidak hanya memiliki gambar atau desain yang menarik, namun juga harus nyaman saat digunakan dalam beraktivitas di alam bebas. Selain itu, sebuah kaos untuk...
Read More
SEBERAPA PENTING PENGGUNAAN TAS SELEMPANG DALAM PENDAKIAN GUNUNG?
SEBERAPA PENTING PENGGUNAAN TAS SELEMPANG DALAM PENDAKIAN GUNUNG?
Dalam aktivitas pendakian gunung saat ini, ransel atau carrier bukan satu-satunya alat untuk membawa perlengkapan. Tas selempang yang biasanya hanya digunakan untuk aksesoris semata, kini mulai pul...
Read More
REKOMENDASI MEMILIH TOPI GUNUNG NYAMAN UNTUK AKTIVITAS  PETUALANGAN
REKOMENDASI MEMILIH TOPI GUNUNG NYAMAN UNTUK AKTIVITAS  PETUALANGAN
 Istilah topi gunung sebenarnya digunakan untuk menyebutkan beberapa jenis topi yang pada umumnya banyak digunakan dalam aktivitas pendakian gunung. Berdasarkan pengertian ini maka topi gunung kupl...
Read More

Leave a comment

All comments are moderated before being published