Jangan Tinggalkan Sholat Walaupun Lagi Hiking

Melakukan kegiatan di alam terbuka memang menyenangkan, tetapi bukan berarti sobat Akasaka melupakan tugas sebagai umat beragama, yakni beribadah pada Allah Swt. Bagi seorang muslim, salat fardhu merupakan kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan dengan sengaja. Salat adalah tiang agama, meninggalkan salat sama saja merusak fondasi keimanan pada Allah Awt. Bahkan, sangat jelas besarnya dosa bagi orang yang tidak salat.

Tidak ada alasan untuk melalaikan salat. Meskipun saat itu sobat Akasaka tengah berada di dalam hutan belantara atau di atas gunung. Ketika waktu salat tiba, Sobat Akasaka harus segera melaksanakannya. Agar acara hiking tetap berjalan dan salat pun lancar, ada sejumlah tips sholat saat mendaki yang bisa sobat Akasaka terapkan, di antaranya sebagai berikut.

 

Mengkaji Ilmu


Mengkaji Ilmu - aquariuslearning

 

Sebelum melakukan hiking, ada baiknya sobat Akasaka membaca buku mengenai salat Jama’ dan Qashar. Hal ini sangat penting untuk memberikan gambaran tentang tata cara pelaksanaan salat.

Sesuai dengan kesepakatan ulama, orang yang melakukan perjalanan minimal 81 kilometer, dalam keadaan bahaya, dan tidak sedang melakukan kegiatan untuk berbuat mungkar maka dibolehkan untuk melaksanakan salat Jama’ dan Qashar.

Ilmu tayamum tak kalah penting, setidaknya sobat Akasaka harus mengetahui hal apa saja yang membolehkan tayamum, bagaimana niat, dan cara pelaksanaan tayamum.

 

Mengenali Medan Pendakian

Sangat penting untuk mengenali medan yang akan sobat Akasaka lalui. Catat jumlah pos yang harus dilewati, hitung berapa lama perjalanan dari basecamp hingga pos terakhir. Buat sketsa tentang keadaan alam di sepanjang jalan tersebut, apakah ada tanah lapang, sungai, mata air, atau sesuatu yang dapat dimanfaatkan.

Dengan mengetahui medan secara detail akan memudahkan sobat Akasaka mengatur waktu perjalanan, menentukan kapan dan di mana harus berhenti sejenak untuk melaksanakan salat. Cara ini sangat ampuh untuk memaksimalkan waktu tempuh tanpa mengabaikan kewajiban sebagai umat beragama.

Sebagai contoh, di sejumlah gunung yang membutuhkan waktu pendakian lebih dari 12 jam, sobat Akasaka dapat melakukan pendakian sebelum zuhur atau setelah asar. Selama waktu magrib atau isya, dapat digunakan untuk beristirahat.

Perjalanan dapat dilakukan sebelum atau setelah waktu subuh sehingga tidak akan menggangu jadwal salat selanjutnya. Aturlah waktu sebaik mungkin.

 

Gunakan Jam Tangan


Gunakan Jam Tangan - ruggedwatches

 

Saat melakukan pendakian, sobat Akasaka akan berada jauh dari jangkauan suara azan dari mushola ataupun masjid. Gunakan jam tangan untuk mengetahui waktu salat.

Membawa Kompas

Tips sholat saat mendaki selanjutnya adalah membawa kompas. Alat ini merupakan perlengkapan wajib yang harus sobat Akasaka bawa selama hiking. Selain untuk menentukan arah kiblat, kompas berguna untuk menunjukkan arah yang tepat sehingga meminimalkan risiko tersesat saat mendaki.

 

Bekal Air

Di samping membawa bekal air minum, sebaiknya sobat Akasaka membawa air khusus untuk berwudhu. Air ini berguna jika selama perjalanan sobat Akasaka tidak menemukan sungai ataupun mata air. Meski bersuci dengan tayamum dibolehkan, tetapi selama sobat Akasaka masih sanggup berwudhu dengan air, mengapa tidak?

 

Membawa Alat Salat


Membawa Alat Salat - phinemo

 

Salah satu syarat sah salat adalah suci dari hadast dan najis. Bawalah alat salat, seperti sajadah, sarung, atau mukena yang bersih. Di samping menutupi aurat dengan sempurna, beribadah pun menjadi lebih khusyuk.

 

Mendaki Bersama Teman


Mendaki Bersama Teman - jalan2kejepang

 

Mendaki bersama teman memang lebih seru ketimbang mendaki sendiri. Ajaklah teman yang rajin beribadah sehingga dapat saling mengingatkan satu sama lain.

Itulah sejumlah tips sholat saat mendaki yang dapat sobat Akasaka terapkan selama pendakian berlangsung. Agar kegiatan mendaki semakin mengasyikkan, pilih sandal Akasaka sebagai teman bertualang. Desainnya modern dengan bahan berkualitas yang aman, kuat, dan tahan lama. Sandal Akasaka membuat hiking lebih menyenangkan!

Leave a comment

All comments are moderated before being published