INI JENIS MAKANAN SAAT PENDAKIAN YANG HARUS DIHINDARI

Mendaki merupakan kegiatan menyenangkan sekaligus menantang. Pasalnya, Anda dituntut untuk siap menghadapi berbagai kondisi cuaca dan medan jalan. Karena itu, perbekalan harus lengkap, termasuk makanan.

Nah, jika Anda berencana naik gunung dalam waktu dekat, berikut ada empat jenis makanan saat pendakian yang—sebaiknya—tidak dikonsumsi.

  • Cabai

    Cabai dipercaya mampu meningkatkan selera makan saat mendaki. Namun, di balik pedasnya cabai, ada hal yang merugikan tubuh Sobat Akasaka. Jika dikonsumsi—terlalu banyak—selama mendaki, perut Sobat Akasaka bisa mulas.

    Tidak hanya menyebabkan mulas, cabai juga bisa mengakibatkan refluks asam. Gangguan kesehatan ini berawal dari isi lambung yang mengalir kembali ke kerongkongan. Kalau hal tersebut Sobat Akasaka alami saat naik gunung, bisa mengakibatkan peradangan dan nyeri.

    • Makanan Kaleng

      Membawa makanan kaleng saat mendaki, sepertinya praktis. Selain ukurannya kecil, makanan ini mudah dimasak. Namun, ternyata, makanan kaleng berisiko merusak trash bag.

      Jadi, sebagai pengganti makanan kaleng, bawalah abon. Biasanya, abon menggunakan kemasan plastik sehingga lebih aman. Tidak hanya abon, Sobat Akasaka juga boleh membawa kentang untuk menggantikan nasi.

      • Telur Mentah

        Telur merupakan makanan sumber protein yang bagus untuk memperkuat tubuh. Protein juga membantu mengenyangkan meskipun Sobat Akasaka tidak mengonsumsi karbohidrat. Namun, hindari membawa telur mentah. Pasalnya, telur mentah mudah pecah.

        Sebaiknya, Sobat Akasaka membawa telur matang. Kalaupun pecah, telur matang bisa langsung dimakan. Selain telur matang, sosis atau ham juga tidak kalah tinggi proteinnya. Bawalah makanan ini secukupnya—minimal sampai Sobat Akasaka turun dari jalur pendakian.

        • Mi Instan

          Siapa sih, yang tidak mengenal mi instan? Penyajian makanan ini praktis dan cepat. Sobat Akasaka hanya perlu merebusnya di dalam air mendidih selama beberapa menit.

          Namun, mi instan bukan makanan yang dianjurkan untuk dibawa saat pendakian. Mengapa? Pertama, mi instan memberikan efek kenyang hanya sebentar. Akibatnya, Sobat Akasaka mudah lapar. Ketika lapar, tentu mi instan menjadi pilihan santapan paling utama saat itu.

          Kedua, mi instan yang disantap dalam porsi banyak saat pendakian, tidak baik untuk kesehatan tubuh. Selain memiliki sedikit kandungan gizi, mi instan juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan.

          Lalu, apa makanan terbaik untuk menggantikan mi?

          Sobat Akasaka bisa mengganti mi instan dengan oatmeal. Makanan ini sama praktis seperti mi instan. Bedanya, oatmeal memiliki kandungan nutrisi lebih tinggi. Tidak hanya itu, oatmeal juga membantu menambah energi selama mendaki.

          Demikian ulasan seputar makanan saat pendakian yang sebaiknya tidak dibawa. Di samping menghindari makanan di atas, Sobat Akasaka juga harus menyediakan stok logistik wajib di tas gunung (carrier). Pastikan, logistik tersebut bisa memenuhi kebutuhan nutrisi 4 sehat 5 sempurna.

          Baca Ini Juga Yuk!

          INDAHNYA STALAKTIT DI GOA GONG PACITAN
          INDAHNYA STALAKTIT DI GOA GONG PACITAN
          Saat ini geowisata sedang digemari, mungkin karena sensasi yang berbeda ketika menelusuri keunikan rangkaian bentang alam yang terbentuk dari proses geologis selama jutaan tahun. Salah-satunya adal...
          Read More
          NIKMATI PANJANGNYA GOA LOWO TRENGGALEK
          NIKMATI PANJANGNYA GOA LOWO TRENGGALEK
          Jika Sobat Akasaka berniat mengisi liburan dengan sesuatu yang berbeda, cobalah nikmati panjangnya Goa Lowo, Trenggalek. Tentu akan memberikan sensasi tersendiri menjelajahi gua yang dinyatakan ter...
          Read More
          RAFTING DI SUNGAI BOGOWONTO
          RAFTING DI SUNGAI BOGOWONTO
          Pernahkah Sobat Akasaka mendengar tentang Sungai Bogowonto? Sungai ini masuk dalam daftar sungai besar di Jawa Tengah. Seperti halnya Sungai Serayu, air Sungai Bogowonto pun bermuara ke pantai sela...
          Read More

          Leave a comment

          All comments are moderated before being published