DARI ASAL USUL HINGGA SARANA INILAH PESONA GOA GONG PACITAN

Goa Pacitan

Saat ini geowisata sedang digemari, mungkin karena sensasi yang berbeda ketika menelusuri keunikan rangkaian bentang alam yang terbentuk dari proses geologis selama jutaan tahun. Salah-satunya adalah gua-gua karst berhias ornamen kalsit seperti stalaktit dan stalagmit. Goa Gong Pacitan di Jawa Timur adalah salah satu rekomendasi destinasi yang bisa Sobat Akasaka dapatkan untuk wisata jenis ini.

Berbagai Hal yang Perlu Diketahui Tentang Goa Gong Pacitan

Beberapa tahun yang lalu, goa yang terletak di kabupaten Pacitan, Jawa Timur, sempat ramai di media. Hal ini disebabkan oleh kunjungan Bapak Presiden Susilo Bambang Yudoyono ke Goa Gong yang fotonya kemudian tersebar di lini masa media. Tak tanggung-tanggung, Pak SBY mengajak seluruh anggota keluarganya mengunjungi wisata Goa Gong Pacitan.

Selain pernah dikunjungi seorang presiden, Goa Gong tenyata memilki banyak sekali hal yang menarik yang mungkin saja belum kamu ketahui. Lokasinya, pesona warna-warni lampu berpadu dengan eksotisme staklaktit dan staklagmit, bahkan asal-usulnya Goa Gong sendiri, memiliki banyak hal menarik untuk diketahui.

Lalu, apa saja hal menari tentang Goa Gong Pacitan Jawa Timur? Berikut uraian lengkapnya.

Lokasi Goa Gong

Goa Pacitan

Goa Gong relatif mudah dicapai baik menggunakan kendaraan pribadi, angkutan umum, mau pun travel. Gua ini berada 37 km dari pusat kota Pacitan ke arah Wonogiri. Pacitan yang dikelilingi pegunungan kapur memang dikenal dengan julukan 1001 gua, Goa Gong satu di antaranya yang terindah dan sangat layak disambangi.

Asal-usul Nama Goa Gong

Goa Gong

Menurut legenda, nama Goa Gong diambil karena masyarakat sekitar kerap mendengar gema tabuhan seperti suara gong yang berasal dari dalam gua. Secara ilmiah, sebenarnya yang terdengar oleh masyarakat merupakan pantulan suara tetesan air yang menimpa batuan stalagmit. Jika disimak dengan seksama, bunyi yang dihasilkan cukup enak dinikmati.

Penemuan Goa Gong sendiri terjadi secara tidak disengaja sekitar tahun 1930, yang kemudian dijadikan sebagai objek wisata seperti sekarang. Goa Gong Pacitan Jatim belum terlalu populer di kalangan wisatawan mancanegara, bahkan bagi wisatawan lokal sekali pun. Mungkin karena tampilan luar Goa Gong yang terkesan suram sehingga tampak kurang menarik.

Pesona Stalaktit dan Stalagmit Goa Gong

Stalaktit dan Stalagmit Goa Gong

Ketika menjejakkan kaki di mulut Goa Gong, Sobat Akasaka akan dibuat terkesima mendapati pemandangan gua yang berbeda dari yang lain. Stalaktit dan stalagmit seolah tertata sedemikian rapi membentuk formasi yang sangat menawan, bagaikan pagar-pagar kristal dipadu sorot lampu beraneka warna.

Pada ruang gua yang langit-langitnya membentuk lengkungan raksasa laksana kapel. tinggi langit-lanhgit Goa Gong mencapai 20-30 meter serta lebar berkisar 15-40 meter, berisi stalaktit dan stalagmit beragam ukuran dengan bentuk-bentuknya yang unik tersebar di seluruh penjuru. Goa Gong laksana surga bagi para fotografer, walau memang membutuhkan keahlian khusus untuk mengabadikan keindahan stalaktit dan stalagmit dengan kondisi pencahayaan di dalam gua.

Goa Gong memiliki enam ruang. Salah satunya adalah ruang sendang bidadari dengan airnya yang begitu menyejukkan dan sangat bersih. Paling istimewa ialah ruang bidadari; menurut cerita yang berkembang, kadang perempuan cantik serupa bidadari melintas di ruang ini. Selanjutnya ada ruang kristal, ruang marmer, ruang pertapaan, dan ruang batu gong.

Prasarana Goa Gong yang Sudah Memadai

Goa Gong

Diperlukan tidak kurang dari 2 jam untuk dapat menelusuri seluruh lorong dan ruang-ruang seperti yang disebutkan sebelumnya. Sobat Akasaka tidak perlu khawatir ketika menyusuri gua ini. Pengelola melengkapi gua dengan prasarana yang cukup memadai, seperti pegangan besi agar tidak terpeleset, pagar pengaman, tangga, penerangan, dan kipas angin.

Dengan membayar tiket masuk Goa Gong Pacitan seharga Rp. 5000, sobat Akasaka sudah dapat menikmati indahnya keseluruhan goa. Jika membutuhkan pemandu, maka perlu disiapkan biaya tambahan sebesar Rp. 30.000, dan Rp. 5000 untuk menyewa senter jika merasa membutuhkan alat penerangan tambahan. Biaya yang cukup murah untuk merasakan pengalaman geowisata yang luar biasa.

Oya, agar penjelajahan di Goa Gong terasa nyaman, Sobat Akasaka sebaiknya memilih pakaian dan alas kaki yang disesuaikan dengan kondisi gua. Sandal gunung terbaik Akasaka yang telah teruji ketangguhannya akan sangat aman untuk perjalanan di dalam gua. Bagian depan sandal didesain agar kaki menjepit sandal dan tidak merosot pada kontur jalanan yang menurun.

Selanjutnya, selamat bertualang di Goa Gong, ya!

Baca Ini Juga Yuk!

5 KISAH SURVIVAL DI GUNUNG YANG PALING TERKENAL
5 KISAH SURVIVAL DI GUNUNG YANG PALING TERKENAL
Survival adalah sebuah kondisi di mana seorang survivor (sebutan orang yang melakukan kegiatan survival) berusaha dengan semaksimal yang ia bisa untuk tetap bertahan hidup dalam kondisi yang penuh ...
Read More
5 FILM PENDAKIAN GUNUNG TERPOPULER YANG PERNAH DIBUAT
5 FILM PENDAKIAN GUNUNG TERPOPULER YANG PERNAH DIBUAT
Source image: mailbolder   Setiap orang yang memutuskan untuk mendaki sebuah gunung, tentunya memiliki dorongan yang beraneka ragam. Ada yang sekedar ikutan teman-temannya, mengikuti trend yang sed...
Read More
INI JENIS MAKANAN SAAT PENDAKIAN YANG HARUS DIHINDARI
INI JENIS MAKANAN SAAT PENDAKIAN YANG HARUS DIHINDARI
Mendaki merupakan kegiatan menyenangkan sekaligus menantang. Pasalnya, Anda dituntut untuk siap menghadapi berbagai kondisi cuaca dan medan jalan. Karena itu, perbekalan harus lengkap, termasuk mak...
Read More

Leave a comment

All comments are moderated before being published