HARI HUTAN SEDUNIA DAN 9 AKIBAT DEFORESTASI YANG PALING MENGERIKAN

Hari Hutan Sedunia

Setiap tanggal 21 Maret setiap tahunnya diperingati Hari Hutan Sedunia yang menjadi momentum pengingat tentang pentingnya peran hutan dalam kehidupan manusia. Momen ini juga sebenarnya menjadi semacam peringatan kegiatan deforestasi atau kehancuran hutan yang akan berdampak sangat buruk bagi kehidupan manusia. Dalam konsep yang lebih ektrim bahkan deforestasi dianggap sebagai awal dari punahnya umat manusia di bumi.

Ngeri banget, kan?

Lantas, apa saja sih, efek atau akibat hancurnya hutan bagi kehidupan manusia?

Yuk, baca ulasan lengkapnya berikut ini.

Pentingnya Hari Hutan Sedunia dan Beberapa Dampak Paling Buruk dari Deforestasi yang Tak Terkendali

Hari Hutan Sedunia

Apakah kamu tahu apa itu maksud dari deforestasi?

Iya benar, deforestasi adalah sebuah proses yang memprihatinkan dimana berkurangnya jumlah hutan dikarenakan beralih fungsi. Deforestasi hampir selalu disebabkan oleh ulah manusia. Dan menariknya, ulah manusia ini pada akhirnya akan berakibat buruk pada manusia itu pula secara keseluruhan.

Pada momen peringatan selamat hari hutan sedunia yang diperingati setiap bulan Maret tanggal 21, penting sekali untuk mengkampanyekan kembali dampak dan bahaya dari deforestasi. Deforestasi menjadi salah satu penyebab paling utama dari bencana ekologis yang menimpa umat manusia di berbagai belahan dunia. Sayangnya, meskipun hal itu kerap kali terjadi, deforestasi saat ini justru tetap saja terjadi.

Deforestasi dapat terjadi dengan berbagai macam cara. Dan cara yang paling umum adalah dengan pembakaran hutan secara sengaja untuk peralihan fungsinya menjadi lahan pertanian, perkebunan, pemukiman penduduk, dan lain sebagainya.

Hari Hutan Sedunia

Nah, berbagai kegiatan ini jika tanpa dibarengi dengan kontrol yang tepat, akan membuat kehidupan manusia semakin buruk karena hutan sendiri memiliki fungsi yang vital bagi kelangsungan hidup manusia. Atas dasar itulah bahwa kepentingan hari hutan sedunia juga dimaksudkan sebagai cara untuk mengingatkan masyarakat luas mengenai fungsi signifikan hutan bagi manusia tersebut.

Nah, kira-kira apa saja sih, dampak yang bisa saja terjadi terkait dengan deforestasi yang demikian massif terjadi?

Berikut ini, Akasaka Journal telah merangkumnya dalam 9 poin yang paling penting. Baca sampai selesai, ya.

BACA JUGA:

Perubahan Iklim yang Lebih Cepat

Hari Hutan Sedunia

Hutan memproduksi oksigen atau O2 dan membuat zat yang paling dibutuhkan oleh manusia ini berlimpah di atmosfer. Ketika deforestasi terjadi, tentu saja tingkat produktivitas oksigen menjadi menurun. Hal ini jika terjadi terus menerus tanpa ada upaya untuk dikendalikan secara serius, tentu saja akan berakibat pada berkurangnya jumlah oksigen di atmosfer.

Oya Sobat Akasaka, tahukah kamu berapa banyak hutan yang menghilang setiap tahunnya di dunia?

Dunia setiap tahun kehilangan 7,3 juta hektar hutan yang tentu saja berpengaruh pada tingkat oksigen di udara. Dengan luas 7,3 juta hektar, artinya dunia kehilangan hutan seluas negara Inggris setiap tahunnya. Dan jumlah itu tentu saja akan sangat berpengaruh pada kualitas dan kuantitas oksigen dunia.

Terganggunya Siklus Air

Hari Hutan Sedunia

Akibat selanjutnya dari deforestasi adalah terganggunya siklus air yang bisa berujung bencana. Seperti yang kamu tahu, hutan dan pepohonan menyimpan air di dalam tanah melalui akar-akarnya.

Dapat kamu bayangkan apa yang akan terjadi jika akar-akar pohon sudah tidak ada lagi karena hutannya sendiri sudah ditebang?

Ya, siklus air akan menjadi terganggu dengan sangat signifikan.

Jika sebelumnya air hujan yang terbawa oleh proses penguapan dapat diikat dalam tanah dengan fungsi dari akar-akar pohon di hutan, maka deforestasi akan meniadakan hal itu. Air hujan tidak dapat lagi ditampung di dalam tanah yang menyebabkan air akan meluap kemana-mana menjadi banjir dan abrasi.

Hilangnya Berbagai Jenis Spesies

Hari Hutan Sedunia

Hutan merupakan rumah bagi 80% spesies mahluk hidup di daratan. Dapat kamu bayangkan apa yang akan terjadi dengan spesies-spesies ini jika kemudian rumah mereka menghilang?

Deforestasi beruba pembalakan, perambahan hutan, alih fungsi menjadi pemukiman atau perkebunan, semuanya memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap hilang atau punahnya spesies yang menjadikan hutan sebagai rumah mereka. Ketika hal ini terjadi, manusia secara tidak langsung telah membuat keseimbangan ekosistem menjadi terganggu.

Sudah cukup banyak spesies yang punah karena hilangnya habitat mereka untuk hidup. Lingkungan yang rusak, perburuan manusia yang tidak pernah mengenal kata puas, membuat kondisi spesies mahluk hidup tersebut semakin buruk dan memperihatinkan.

Kekeringan

Hari Hutan Sedunia

Hari Hutan Sedunia tentu saja memiliki korelasi yang erat dengan Hari Air Sedunia yang memberi informasi dan ajakan untuk lebih peduli terhadap kondisi air dunia yang semakin kritis. Selain kuantitas air di daratan yang memang sudah berkurang dengan intensitas pemanasan global yang kian parah, kualitas air yang ada juga sudah sangat jauh dari standar kesehatan yang telah disepakati.

Ketika hutan musnah, daya serap tanah terhadap air hujan juga berkurang dengan signifikan. Kondisi ini membuat struktur tanah tidak lagi mampu menyimpan kandungan air yang memadai untuk musim kemarau. Dan klimaks dari proses ini tentu saja adalah semakin meningkatnya kekeringan yang melanda di banyak tempat.

Meningkatnya Abrasi Tanah dan Potensi Banjir Bandang

Hari Hutan Sedunia

Kerusakan struktur pengikat dan abrasi tanah memiliki korelasi yang kuat dengan deforestasi. Semakin tidak terkendalinya deforestasi yang dilakukan oleh umat manusia dengan berbagai dalih yang mereka miliki, akan memicu banyak musibah ekologis yang lain, yang salah satunya adalah abrasi tanah.

Hari bumi Indonesia juga kadang memberikan peringatan ini kepada masyarakat bahwa deforestasi akan menjadi sebab banyak bencana terkait abrasi tanah. Membangun kepedulian dan kesadaran masyarakat akan hal ini tentu saja tidak mudah meskipun banjir bandang, longsoran, atau banjir secara umum, telah merebak ke hampir seluruh wilayah Indonesia.

Kerusakan Ekosistem Laut dan Darat

Hari Hutan Sedunia

Tidak hanya di darat yang notabene memang memiliki kedekatan erat dengan aktivitas deforestasi yang terus terjadi, namun laut juga dapat terkena imbas dari semua ini.

Tahukah Sobat Akasaka apa yang terjadi dengan ekosistem laut jika deforestasi terus terjadi tanpa terkendali?

Banjir dan abrasi yang terjadi akibat deforestasi, membawa partikel-partikel tanah dalam jumlah yang sangat besar ke dalam laut. Hal ini kemudian akan berlanjut pada sedimentasi yang tentu saja bukan hal yang baik bagi ekosistem laut seperti ikan dan terumbu karang. Kondisi ini pada mata rantainya juga akan berpengaruh pada hasil tangkapan nelayan atau budidaya ikan karamba yang ada di wilayah pantai.

Intensitas Abrasi Pantai yang Semakin Luas

Hari Hutan Sedunia

Pemanasan global yang disebabkan oleh meningkatnya gas rumah kaca membuat desakan yang semakin besar terhadap keberadaan oksigen di atmosfer. Di daratan dengan kandungan es raksasa seperti Antartika dan Artika, peningkatan suhu secara global ini juga berarti pencairan es besar-besaran yang mengakibatkan naiknya permukaan air laut di seluruh dunia.

Ketika air laut meningkat secara merata, gelombangnya juga akan membuat abrasi pantai semakin besar. Risiko lain dari kondisi ini adalah terendamnya banyak wilayah pemukiman manusia yang level daratannya sudah bisa dijangkau oleh ketinggian air laut.

Menurunkan Kualitas Hidup Manusia

Hari Hutan Sedunia

Bagaimana pun, dampak  deforestasi akan selalu berujung pada penderitaan manusia juga pada akhirnya. Dengan semakin sedikitnya hutan yang tersisa, berarti lebih sedikit pepohonan yang mampu memproduksi oksigen, dan itu memiliki arti pula bahwa kualitas hidup manusia yang mendiami bumi semakin rendah.

Salah satu contoh yang paling sederhana terkait hal ini adalah sedimentasi yang terjadi karena massifnya abrasi tanah ketika kehilangan hutan. Partikel berbahaya dari pupuk organik dan bahah kimia lainnya akan terbawa ke danau, sungai, laut dan lain sebagainya yang kemudian akan dikonsumsi manusia. Dan hal itu tentu saja akan menurunkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat luas.

Kerugian Ekonomi

Hari Hutan Sedunia

Dampak terakhir dari deforestasi yang sering disuarakan pada setiap peringatan hari hutan sedunia dan Hari Bumi Sedunia adalah berujung pula pada ekonomi dan materil. Ketika hutan menjadi rusak, beberapa masyarakat tidak lagi bisa menjadikannya sebagai tempat bercocok tanam. Dan ini tentu saja menjadi musibah ekonomi bagi masyarakat yang menjadikan hutan sebagai sumber penghidupan mereka selama ini.

Pun misalnya ketika bencana datang yang disebabkan oleh deforestasi. Banjir, tanah longsor, abrasi, kebakaran hutan, dan berbagai bencana lainnya akan membuat banyak orang kehilangan tempat tinggal, kehilangan harta benda bahkan juga nyawa mereka.

BACA JUGA:

Hari Hutan Sedunia

Nah, itu adalah beberapa dampak yang akan terjadi dengan semakin massifnya deforestasi di Indonesia dan juga dunia. Mudah-mudahan dengan persuasi seperti ini akan memberikan pengetahuan lebih luas tentang bahaya yang akan terjadi ketika manusia tidak mampu menjaga hutan mereka dengan sebaik mungkin.

Sobat Akasaka, di Hari Hutan Sedunia, yuk menjadi bagian dari orang-orang terus mendukung dan menjaga keberadaan hutan sebagai paru-paru dunia.  Dengan hutan yang terus terjaga keasrian dan kelestariannya, umat manusia juga kemudian yang akan mendapatkan manfaatnya.

Oya, sembari membulatkan tekad untuk menjadi bagian dari pelestarian hutan, kamu juga bisa mendapatkan berbagai perlengkapan bertualang super keren dari Akasaka, lho. Dari topi rimba yang nyaman dan stylish, sandal gunung yang super tangguh, t-shirt, celana lapangan, bahkan hingga sajadah dari Akasaka, semuanya akan membuat petualangamu di hutan menjadi semakin nyaman dan menyenangkan.

Baca Ini Juga Yuk!

5 TEMPAT YANG MENJADI SURGA SEJARAH ROCK CLIMBING DI DUNIA
5 TEMPAT YANG MENJADI SURGA SEJARAH ROCK CLIMBING DI DUNIA
Sebagai seorang petualang, kamu mungkin saja adalah salah satu penggemar dari aktivitas panjat tebing atau rock climbing. Sejarah rock climbing yang bermula dari pegunungan Mont Blanc di Eropa kini...
Read More
12 TEMPAT BERBURU FOTO PEMANDANGAN ALAM PALING INDAH DI DUNIA
12 TEMPAT BERBURU FOTO PEMANDANGAN ALAM PALING INDAH DI DUNIA
Menghabiskan liburan sambil berburu foto pemandangan alam yang mempesona tentu saja sangat menyenangkan untuk dilakukan. Di samping kamu dapat menenangkan pikiran dengan menikmati panorama pemandan...
Read More
9 REKOMENDASI GUNUNG UNTUK PEMULA YANG BISA KAMU DAKI SAAT BERPUASA
9 REKOMENDASI GUNUNG UNTUK PEMULA YANG BISA KAMU DAKI SAAT BERPUASA
Ada cukup banyak gunung untuk pemula yang bisa kamu pilih jika kamu adalah orang yang baru pertamakalinya mengenal dunia pendakian gunung. Gunung-gunung ini secara umum dikelompokkan berdasarkan ti...
Read More

Leave a comment

All comments are moderated before being published