3 HAL YANG WAJIB DIKETAHUI PARA PENDAKI GUNUNG DALAM BERTUALANG

Mendaki Gunung

Bertualang di gunung memiliki tata cara tersendiri, mengingat kebutuhan tertentu tidak bisa didapatkan begitu saja. Selain mempersiapkan segalanya secara matang, masalah stamina juga harus diperhatikan agar perjalanan tidak terhambat. Untuk para pendaki gunung yang gemar bertualang menyisir lembah-lembah dan tebing-tebing, ada beberapa hal yang penting untuk diketahui sebagai panduan utama dalam mendaki.

3 Hal Penting yang Harus Diketahui Para Pendaki Gunung Sebelum Mulai Bertualang

Di atas gunung ada begitu banyak tantangan dan rintangan yang harus dihadapi, dan karenanya menuntut kesiapan yang baik dari para pendakinya sendiri. Tidak jarang karena kurangnya kesiapan yang dimiliki, cerita para pendaki gunung yang mengalami masalah seperti tersasar, hipotermia, sakit, terjatuh dan lain sebagainya, cukup sering terdengar dalam pemberitaan.

Nah untuk menghadapi hal tersebut, kira-kira apa saja sebenarnya yang mesti disiapkan oleh para pendaki sebelum mereka bertualang? Simak penjelasan berikut untuk lebih jelasnya.

Mengetahui Tentang Bagaimana Cara Bertahan Hidup atau Survival

Pendaki Gunung

Mengalami keadaan kritis memang sangat tidak diinginkan. Namun, demi menjamin keselamatan saat mendaki, maka teknik bertahan hidup harus pula dipahami oleh setiap pendaki.

Suhu gunung yang relatif dingin menjadikan seseorang dengan mudah mengalami hipotermia. Oleh karena itu, usahakan agar tubuh selalu kering. Sobat Akasaka bisa berlindung di dalam tenda atau membuat bivak dari jas hujan. Kemudian, buatlah api menggunakan korek atau cara tradisional yang memanfaatkan bahan-bahan kering. Untuk urusan makanan, seorang pendaki harus cermat memilih tumbuhan-tumbuhan aman konsumsi seperti jamur, cantigi, atau ciplukan.

Sementara itu, komponen tubuh manusia yang didominasi oleh air mengharuskan pengonsumsian cairan tetap terjaga. Agar kebutuhan tercukupi, seorang pendaki bisa memanfaatkan air hujan, teknik penguapan menggunakan sinar matahari, transpirasi pada tumbuhan, memotong akar rotan serta tumbuhan rambat lain, mengikuti hewan di sekitar pada pagi dan sore hari.

Kalau hal di atas sudah dilakukan, saatnya menggunakan teknik S.T.O.P yang berarti Sit (duduk), Think (berpikir), Observe (mengamati), Plan (merencanakan). Oya, hal paling penting dalam kondisi sulit selama mendaki adalah sikap mental dan kemampuan mengendalikan rasa panik. Kisah para pendaki gunung yang mengalami masalah kemudian berakibat fatal seringkali diawali dengan kapanikan yang berlebihan dan tidak dapat dikontrol.

Mengetahui Tentang Perlengkapan Standar Dalam Mendaki Gunung

Perlengkapan Pendakian

Untuk mempermudah segala sesuatunya, perlengkapan mendaki dibagi menjadi tiga yaitu; keperluan diri sendiri, alat penunjang, dan perangkat bertahan hidup. Tiga bagian ini adalah satu kesatuan yang harus ada untuk mendapatkan pengalaman pendakian terbaik.

Perlengkapan pertama untuk diri sendiri terdiri dari tas gunung atau ransel, sepatu gunung, jaket gunung, pelindung kepala, sarung tangan, kaus kaki, pakaian lapangan, tas kecil, kantung sampah, jam tangan, deker, dan kacamata.

Sementara itu, alat-alat penunjang yang wajib dibawa misalnya adalah tenda, hammock, senter, tongkat pendakian, mantel tas, kantung tidur, pelindung kaki, matras, jas hujan, pisau, lampu tenda, peralatan navigasi, tali karmantel, perangkat komunikasi (HT), dan dokumentasi.

Terakhir, perangkat bertahan hidup atau survival kit yang juga harus disiapkan adalah misalnya; pisau, pemantik api darurat, peluit, obat-obatan, kompas, peta, dan lain sebagainya. Dengan mempersiapkan perlengkapan yang tepat dan lengkap selama pendakian, selain nyaman dan menyenangkan, hal ini akan pula membuat seorang pendaki lebih siap dalam menghadapi berbagai macam keadaan.

Mengetahui Tentang Hal-Hal Sederhana yang Harus Dilakukan

Gambar Pendaki Gunung

Tidak ada aturan yang ditulis secara khusus tentang pendakian, melainkan didasarkan pada kesadaran diri masing-masing, norma kebiasaan dan juga tata krama dan kearifaan lokal. Hal ini tentu saja erat kaitannya dengan etika dan bagaimana menjadi seorang pendaki yang baik.

Sebelum mendaki sebuah gunung, ada baiknya mempelajari kondisi medan terlebih dahulu supaya seorang pendaki dapat lebih mengenal gunung tujuannya sebelum benar-benar sampai di sana. Hal ini menjadi sangat krusial, jika kemudian misalnya terjadi kondisi sulit yang mengharuskan pendaki untuk setidaknya tahu gunung seperti apa yang sedang ia daki.

Selain itu, sebagai pendaki yang baik juga dituntut untuk tidak membuang sampah sembarangan, mengambil apa-apa milik gunung seperti bunga, dan menjaga sikap selama pendakian. Jangan salah lho, Sobat Akasaka, bukankah sering pula kejadian bahwa para pendaki gunung yang hilang atau mengalami masalah di gunung diawali oleh sikap mereka sendiri yang dianggap kurang tepat selama mendaki?

Selain keindahannya, gunung juga menyimpan misteri. Karenanya, jika sobat Akasaka mengalami kejadian aneh, jangan bercerita sampai kembali di bawah. Mistisme adalah bagian penting dari kultur masyarakat dan budaya. Baik Sobat Akasaka mempercayainya atau tidak, namun menjaga nilai-nilai kebudayaan dengan cara bersikap bijaksana adalah sesuatu yang patut dikedepankan.

Bagaimana Sobat Akasaka, hal yang wajib diketahui untuk menekuni hobi mendaki tidaklah sulit bukan?

Sobat hanya dituntut untuk faham cara bertahan hidup dengan memanfaatkan sumber daya alam serta memiliki mental kuat dan semangat yang terjaga. Peralatan lengkap pun akan berperan penting dalam menunjang perjalanan. Sementara itu, bersikap bijak pada hal-hal  sederhana juga akan membuat perjalanan pendakian Sobat Akasaka semakin menyenangkan.

Oya, untuk para pendaki gunung seperti Sobat Akasaka yang enerjik dan aktif bertualang, jangan lupa untuk menggunakan alas kaki yang kuat, solid dan tangguh. Nah, sudah pasti tahu bukan? Bahwa tidak ada sandal gunung terbaik di Indonesia yang performance-nya sama seperti produk Akasaka yang satu ini.

Yuk, check it out!

Baca Ini Juga Yuk!

5 TIPS MENDAKI GUNUNG DI MUSIM HUJAN YANG HARUS DIKETAHUI
5 TIPS MENDAKI GUNUNG DI MUSIM HUJAN YANG HARUS DIKETAHUI
Sobat Asakasa, kerinduan mendaki gunung memang tidak mengenal waktu. Keinginan untuk kembali menikmati pendakian kerap muncul di saat-saat yang tidak terduga, bahkan di musim hujan sekali pun. Kala...
Read More
BAGAIMANA CARA MELAKUKAN MANAJEMEN LANGKAH SAAT MENDAKI?
BAGAIMANA CARA MELAKUKAN MANAJEMEN LANGKAH SAAT MENDAKI?
Dalam pendakian, kesalahan melangkah sedikit apa pun bisa berdampak besar pada tubuh secara menyeluruh. Oleh karena itu Sobat Akasaka disarankan untuk lebih mengetahui bagaimana cara berjalan yang ...
Read More
7 ETIKA PENDAKIAN YANG HARUS DIMILIKI PENCINTA ALAM
7 ETIKA PENDAKIAN YANG HARUS DIMILIKI PENCINTA ALAM
Kita harus memiliki etika yang baik di mana saja kaki menginjak. Tidak terkecuali saat berada di atas gunung untuk melakukan pendakian. Etika tetap harus dimiliki dan dijunjung tinggi agar tidak me...
Read More

Leave a comment

All comments are moderated before being published