Cara Asik Menikmati Sunrise di Gunung

Salah satu momen yang paling banyak diburu oleh pendaki saat melakukan perjalanan ke puncak tertinggi adalah sunrise. Tak hanya bagi para pendaki pemula, tetapi pendaki berpengalaman pun juga masih banyak yang mengejar kesempatan ini.

Namun, mengejar sunrise selalu membutuhkan banyak persiapan, pun demikian ketika di gunung. Nah, bagi Sobat Akasaka yang ingin berburu waktu matahari terbit di gunung, berikut tipsnya.

Mencari Informasi Cuaca

Musim hujan tentu bukan waktu yang terbaik bila Sobat Akasaka berencana pergi ke gunung untuk berburu sunrise. Kabut akan sangat tebal dan langit begitu mendung, sehingga eksotisme yang diharapkan pun cenderung tidak akan maksimal. Bahkan bukan tidak mungkin, hujan yang mengguyur deras bahkan membuat Sobat Akasaka jadi tidak dapat meninggalkan tenda sama sekali.

Karena itu, ada baiknya Sobat Akasaka selalu update dengan perkiraan cuaca. Bila menunggu musim yang lebih kering datang dirasa terlalu lama, setidaknya pilih waktu saat cuaca sedang tidak terlalu buruk.

Memperkirakan Waktu Keberangkatan

Momen puncak sunrise tidaklah lama. Dalam hitungan yang sangat singkat, semua dapat berubah dengan cukup signifikan. Maka dari itu, Sobat Akasaka perlu mempunyai perhitungan waktu yang tepat agar tak kecewa.

Kalkulasikan dengan baik jarak tempuh yang harus dilakukan untuk mencapai lokasi tujuan. Bila track pendakian mempunyai jalan yang cukup menantang atau membutuhkan waktu yang lebih lama, ada baiknya Sobat Akasaka berangkat jauh lebih awal. Dengan begitu, setidaknya masih ada waktu untuk istirahat sejenak yang dimiliki.

Menentukan Titik Terbaik

Terutama bila Sobat Aksaka termasuk pendaki pemula, tenang saja. Menikmati sunrise tidak harus selalu dilakukan di puncak tertinggi gunung ya didaki, kok. Ada beberapa spot lainnya di ketinggian yang dapat menjadi pemberhentian untuk menangkap momen munculnya matahari dari ufuk timur. 

Setiap gunung tentu mempunyai titik terbaiknya masing-masing. Sobat Akasaka dapat mencari banyak informasi soal ini dari berbagai pengalaman pendaki lainnya.

Menggunakan Pakaian yang Tebal dan Menghangatkan

Jangan sampai hanya karena ini menikmati keindahan yang satu ini Sobat Akasaka jadi lupa dengan kesehatan dan keselamatan sendiri. Suhu udara di gunung yang rendah akan menjadi semakin rendah pada malam hingga dini hari. Bukan tidak mungkin, suhunya mencapai minus dalam skala Celsius.

Karena itu, gunakan pakaian yang tebal dan menghangatan. Selain jaket, gunakan pula pelindung kepala dan telinga (bisa menggunakan sejenis beanie hat), syal, sarung tangan, kaus kaki, dan tentu sepatu. Selain itu, aktiflah untuk melakukan gerakan kecil unuk membuat tubuh tetap hangat.

Demikianlah beberapa tips berburu sunrise di gunung dengan aman, nyaman, dan mudah. Jangan lupa, siapkan kamera terbaik untuk megabadikan momen ini, ya!

Selamat berburu sunrise!

Leave a comment

All comments are moderated before being published