6 PERBEDAAN PALING MENDASAR ANTARA TURIS DAN TRAVELLER

Beda Traveler Dan Turis

Turis dan traveller seringkali dianggap sebagai dua jenis yang bertolak belakang dalam dunia penjelajahan. Beberapa hal  mendasar yang menjadi perbedaan antara turis dan traveller adalah alasan yang paling sering disampaikan untuk hal ini. Nah, apa sih sebenarnya yang membedakan antara turis dan traveller itu? Berikut ulasan lengkapnya.

Beberapa Perbedaan Paling Penting Antara Turis dan Traveller

Di dunia ini ada dua jenis penjelajah atau wisatawan, pertama adalah traveller dan yang kedua adalah turis. Dua penjelajah ini secara umum memiliki karakteristik yang berbeda. Bisa dibilang, perbedaan antara turis dan traveller cukup besar sehingga beberapa orang memberi label baik dan buruk pada mereka.

Untuk membedakan mana yang turis dan mana yang traveller, coba perhatikan penggolongan ala Akasaka di bawah ini ya.

Kemampuan Menyatu Dengan Budaya

Menyatu Dengan Budaya

Turis biasanya akan tampil seperti apa yang mereka inginkan. Mereka tidak peduli dengan kebudayaan sekitar dan tidak mau membaur. Bagi turis, apa yang dia bawa harus dilihat oleh orang lokal.

Traveller tidak demikian. Dengan cara apa pun mereka berlibur mau backpacker atau biasa, mereka tetap berusaha menyatu dengan penduduk sekitar. Mereka akan menyesuaikan penampilan agar tidak dianggap berbeda.

Apa yang Dicari Selama Liburan

Selama liburan, turis hanya mencari apa yang dianggap terkenal. Mereka akan mendatanginya untuk sekadar melihat atau berfoto saja. Setelah itu akan kembali ke hotel atau tempat lain yang dianggap terkenal.

Yang dilakukan traveller sedikit berbeda. Mereka justru menyukai hal-hal baru dan lepas dari zona nyaman. Mereka akan mencari tempat baru dan berbaur dengan penduduk setempat. Bagi traveller, mencoba hal yang unik dan menyatu dengan penduduk tidak bisa dibeli dengan apa pun.

Makanan yang Disantap

Makanan Yang Di Santap

Traveller selalu terobsesi dengan makanan yang disantap oleh penduduk lokal. Terlepas dari rasa yang akan didapatkan mereka tidak peduli. Bagi traveller, buat apa makan ke restoran cepat saji kalau di negerinya juga ada. Lebih baik mencoba makan yang lokal, autentik, dan kalau nikmat, berarti bonus.

Selama liburan, turis akan makan apa yang disediakan oleh hotel. Mereka juga makan sesuatu yang dianggap enak. Mereka enggan menyantap sesuatu yang baru karena dianggap tidak enak dan tidak sesuai dengan standarnya.

Komunikasi dengan Penduduk Lokal

Komunikasi Dengan Penduduk Lokal

Turis hanya akan berkomunikasi dengan orang yang dibutuhkan saja, misal pemandu wisata atau orang yang dianggap bisa menjawab pertanyaannya. Mereka cenderung diam di jalanan dan menganggap penduduk lokal seperti tidak ada.

Traveller suka berkomunikasi dengan penduduk lokal. Dengan keterbatasan pemahaman  kedua belah pihak, traveller tetap ingin melakukannya. Bahkan sebelum datang mereka kerap mempelajari bahasa penduduk lokal terlebih dahulu meski hanya dasar-dasarnya saja.

Membeli Produk Lokal

Turis jarang membeli produk yang dianggap tidak bagus atau sesuai dengan seleranya. Mereka juga akan datang ke toko suvenir terkenal meski harganya lebih mahal.

Traveller suka membeli di pasar tradisional. Mereka juga berusaha menawar dengan berbagai cara. Sebenarnya membeli langsung juga bisa, tapi aktivitas tawar-menawar ini memiliki kesenangan tersendiri dan jarang ditemui di daerahnya.

Kepekaan dengan Jalan

Kepekaan Dengan Jalan

Peta digital seperti Google Maps memang sangat membantu dalam penjelajahan. Namun, ada kalanya peta juga menyesatkan sehingga turis lebih sering kesasar karena berpatokan pada peta. Selai itu, malasnya berkomunikasi dengan penduduk lokal membuat mereka semakin kesulitan.

Traveller juga mengandalkan peta yang dimiliki. Namun, mereka juga mengandalkan insting. Terpenting lagi, traveller juga terbiasa bertanya langsung ke penduduk lokal. Jadi, kemungkinan kesasar semakin kecil.

Nah, itu adalah perbedaan traveller dan turis. Menurut kamu sendiri, apa perbedaan mencolok dari keduanya? Yang pasti, apa pun pendapatmu tentang turis dan traveller, tetap gunakan sandal gunung terbaik dari Akasaka Outdoor saat kamu menjelajah, ya.

Leave a comment

All comments are moderated before being published