9 FAKTA DAN MISTERI GUNUNG SLAMET YANG PALING TERKENAL HINGGA KINI

gunung slamet

Jika gunung Semeru adalah yang tertinggi di Jawa Timur, maka gunung Slamet adalah yang tertinggi di Jawa Tengah. Menariknya lagi, gunung Slamet ternyata juga dipenuhi oleh berbagai macam fakta dan misteri yang tak terpecahkan hingga kini. Seperti gunung Semeru, gunung Slamet juga menjadi magnet bagi para pendaki dengan segudang keindahan dan misterinya.

Nah, kali ini Akasaka Journal akan mengajak kamu untuk melihat 9 fakta dan misteri dari gunung selamet yang belum terpecahkan hingga sekarang.

Yuk, dibaca sampai habis, ya!

BACA PULA:

9 Fakta dan Misteri Gunung Slamet yang Paling Populer Hingga Sekarang

gunung slamet

Secara administratif, gunung Slamet berada di lima kabupaten sekaligus yaitu kabupaten Brebes,  kabupaten Banyumas, kabupaten Purbalingga, kabupaten Tegal dan kabupaten Pemalang. Gunung ini telah terkenal sebagai gunung yang keramat sejak lama. Ada banyak legenda gunung Slamet yang populer sejak dahulu kala.

Dengan banyaknya hal menarik dari gunung Slamet ini, tidak mengherankan banyak pengunjung yang penasaran untuk mendaki hingga ke puncaknya. Meskipun demikian, beberapa misteri dan legenda dari gunung ini sendiri, tetap menjadi hal yang misterius hingga sekarang.

Lantas apa sajakah yang dianggap sebagai fakta dan misteri dari gunung Slamet tersebut?

Berikut beberapa di antaranya;

Gunung Slamet adalah Gunung Terbesar di Pulau Jawa

gunung slamet

Fakta gunung Slamet yang pertama adalah gunung ini merupakan gunung dengan predikat yang paling besar di pulau Jawa dilihat dari ukurannya. Dibandingkan gunung Semeru, gunung Raung atau pun gunung Sumbing, gunung dikenal sebagai gunung yang paling besar di Pulau Jawa.

Indikator yang mengatakan kalau gunung Slamet adalah yang terbesar diambil dari lokasi administratif jangkauan kaki gunung yang terletak di lima kabupaten sekaligus. Badan gunung ini juga sangat besar dengan diameter kubah yang paling besar di seantero gunung api Pulau Jawa.

Kabupaten yang menjadi wilayah dimana gunung Slamer berdiri dengan gagah antara lain adalah kabupaten Tegal, kabupaten Pemalang, kabupaten Brebes, kabupaten Purbalingga dan kabupaten Banyumas.

Meskipun menyandang predikat sebagai gunung terbesar di Pulau Jawa, gunung Slamet dikenal sebagai gunung yang adem atau pendiam. Gunung berapi satu ini tidak pernah meletus secara besar-besaran layaknya gunung api yang lainnya.

Gunung Slamet adalah Gunung Tertinggi di Jawa Tengah

gunung slamet

Di samping predikatnya sebagai yang terbesar di keseluruhan pulau Jawa, gunung Slamet juga memiliki fakta lain berupa ketinggiannya yang signifikan yaitu 3.432 meter.

Dengan ketinggian ini, gunung Slamet adalah gunung tertinggi di propinsi Jawa Tengah dan tertinggi kedua di seantero pulau Jawa setelah gunung Semeru. Faktor ketinggian ini pula yang kemudian membuat gunung Slamet menjadi salah satu tujuan favorit para pendaki.

Status gunung Slamet sebagai gunung yang paling tinggi di Jawa Tengah telah ikut mempopulerkan gunung ini sebagai destinasi utama pendakian di Jawa Tengah. Di bawah gunung Slamet, berdiri gunung Sumbing, gunung Merbabu dan gunung Sindoro yang juga memiliki ketinggian cukup signifikan di propinsi Jawa Tengah.

Namun bagaimana pun juga, gunung Slamet adalah yang paling tinggi di antaranya.

Nama Asli Gunung Slamet adalah Gunung Agung atau Gunung Ageng

gunung slamet

Hal selanjutnya dari gunung Slamet ini adalah kaitannya dengan kepercayaan Hindu di Pulau Bali. Bahkan salah satu Resi terkenal di pulau Bali yang bernama Resi Markandya, konon pernah bertapa di dataran Tinggi Dieng sebagai cara untuk berkomunikasi dengan gunung Slamet yang dianggap sebagai gunung jantan dan Diengnya sendiri sebagai pasangannya.

Epik yang paling lekat dimana gunung Slamet disebut sebagai gunung Agung atau gunung Ageng terdapat dalam Babad Bujangga Manik. Sementara dalam Babad Pasir, gunung Slamet lebih akrab dengan sebutan gunung Lanang.

Hayo, kamu mesti berpikir kalau sebutan gunung Slamet sebagai gunung Lanang memiliki kemiripan dengan gunung Merapi, bukan?

Menariknya jika gunung Merapi disebut gunung Lanang dengan gunung Merbabu sebagai gunung Wadon-nya. Maka status gunung Lanang yang disandang oleh gunung Slamet masih menjadi pertanyaan mengenai gunung apa yang menjadi gunung Wadon-nya.

Berdasarkan legenda yang datang dari Resi Markandya yang mendirikan Pura Besakih di Bali, dapat disimpulkan bahwa gunung Wadon bagi gunung Slamet sebenarnya adalah gunung Dieng.

Dipercaya Sebagai Kunci dari Pulau Jawa

gunung slamet

Oh ya, pernahkah kamu mendengar mitos jika gunung Slamet meletus maka pulau Jawa akan terbelah menjadi dua?

Nah, ini adalah salah satu misteri gunung Slamet yang cukup terkenal dan dipercaya secara luas pada masyarakat. Dengan statusnya sebagai gunung tertinggi di Jawa Tengah, tertinggi kedua di Pulau Jawa, dan yang terbesar di pulau Jawa secara keseluruhan, mitos letusan gunung Slamet dapat membelah pulau Jawa menarik untuk diperhatikan.

Misteri ini terasa masuk akal terutama jika kamu mempelajari bagaimana letusan gunung Krakatau Purba mampu memisahkan pulau Jawa dan pulau Sumatera.

Jadi, jika ada yang percaya jika kunci pulau Jawa adalah gunung Slamet dan jika kuncinya terlepas atau meletus maka pulau Jawa akan terpisah menjadi dua bagian, tentu saja adalah hal yang memiliki alasan.

Memiliki Sejarah Erupsi yang Lebih Silence

gunung slamet

Dibandingkan gunung-gunung berapi yang lainnya, status gunung Slamet dapat dikatakan lebih adem dan tenang. Jika pun gunung ini mengalami erupsi atau letusan, maka aktivitas letusannya sendiri tidak pernah besar.

Berdasarkan banyak catatan vulkanologi di Indonesia, gunung Slamet termasuk gunung yang pendiam atau silence. Gunung ini memiliki aktivitas vulkanik yang aktif, namun letusannya tidak pernah besar dan membahayakan penduduk di kaki gunung.

Catatan gunung Slamet meletus 2014 atau tahun-tahun sebelumnya tidak pernah mencapai level yang benar-benar besar. Padahal dengan bentuknya, potensi untuk erupsi secara besar-besaran adalah hal yang sangat mungkin bagi gunung Slamet.

Hal ini nampaknya memiliki kaitan dengan dua hal yang menjadi bagian dari misteri gunung Slamet itu sendiri.

Hal pertama adalah nama gunung Slamet yang berarti Selamat yang secara umum diartikan sebagai gunung yang mampu ‘memberi’ keselamatan pada penduduk sekitarnya. Sementara hal kedua adalah mitos kunci yang disandang oleh gunung Slamet itu sendiri.

Bukankah ia tidak akan meletus kecuali untuk membelah pulau Jawa, bukan?

Dianggap Sebagai Gunung Keramat

gunung slamet

Hampir semua gunung di pulau Jawa memiliki gelar sebagai gunung keramat berdasarkan kepercayaan masyarakat di sekitarnya. Begitu pula gunung Slamet, gunung ini juga dianggap sebagai sebuah gunung dengan kekeramatan yang lekat.

Kekeramatan gunung Slamet ini dibuktikan dengan banyaknya masyarakat yang ‘ngalap berkah’ di gunung ini dan mempercayai kekuatannya. Hal ini mungkin tidak eksis lagi di zamam modern sekarang, namun beberapa orang tetap percaya bahwa juru kunci gunung Slamet adalah sosok penting yang harus ada dalam apa pun kegiatan yang dilakukan oleh pendaki di gunung ini.

Ada cukup banyak mitos yang masih bertahan di gunung Slamet terkait dengan pantangan-pantangan untuk para pendaki. Umumnya pada pendaki sangat dilarang untuk mengeluh, memaki, berkata jorok dan memegang lutut saat mendaki gunung Slamet.

Jika hal ini dilakukan, beberapa orang percaya bahwa para pelanggarnya akan menemui kesulitan atau tidak akan bisa mencapai puncak gunung Slamet dalam pendakian mereka.

Mitos Mbah Jamur Dipa

gunung slamet

Oh ya Sobat Akasaka, pernahkah kamu mendengar mitos Mbah Jamur Dipa di gunung Slamet?

Seperti halnya mitos Kyai Jalak di Gunung Lawu atau mitos Pasar Setan di gunung Merapi, gunung Slamet juga dipenuhi dengan banyak mitos yang menggelitik.

Salah satu mitos yang cukup populer tersebut adalah keberadaan Mbah Jamur Dipa yang diyakini merupakan pendaki pertama yang mendaki gunung Slamet kemudian bersemayam di atas gunung tersebut. Hingga sekarang Mbah Jamur Dipa dipercaya sebagai sosok mistis penguasa Gunung Slamet.

Uniknya Mbak Jamur Dipa bukanlah sosok yang menakutkan.

Lagi-lagi menurut mitosnya yang beredar, Mbah Jamur Dipa kerapkali membantu para pendaki yang mengalami kesulitan di gunung Slamet dengan berbagai cara.

Bulan Januari dan Februari Larangan Mendaki di Gunung Slamet

gunung slamet

Di antara banyak kematian yang terjadi di gunung Slamet, sebagian besar terjadi pada bulan Januari dan Februari. Hal ini kemudian menimbulkan persepsi tersendiri bagi beberapa kalangan bahwa pendakian di gunung Slamet tidak boleh dilakukan pada bulan Januari atau pun bulan Februari.

Dari tahun 1944 – 1975 tercatat sekitar 17 orang meninggal di atas gunung Slamet dengan berbagai cara. Sementara pada tahun 1992, sebuah sumber menyebutkan ada 10 kematian terjadi di areal puncak Gunung Slamet karena hujan badai dan cuaca yang ekstrim.

Masih menurut sumber yang sama, pada tahun 2007 bahkan ada banyak orang yang meninggal dengan alasan cuaca buruk seperti sebelumnya. Sementara untuk angka pendaki yang hilang di gunung Slamet sudah mencapai angka 25 orang hingga hari ini.

Dan tahukah Sobat Akasaka kalau mayoritas kematian dan hilangnya pendaki di gunung Slamet itu hampir selalu terjadi pada bulan Januari dan Februari?

Alasan yang paling masuk akal untuk menjelaskan hal ini adalah karena pada bulan Januari atau Februari, cuaca di gunung Slamet memang sedang dalam puncak ekstrimnya.

Hal itu tentu saja sangar berisiko bagi para pendaki.

Memiliki Banyak Jalur Pendakian yang Menakjubkan

gunung slamet

Fakta terakhir dari gunung Slamet adalah gunung ini memiliki cukup banyak jalur pendakian yang menakjubkan. Hampir di setiap wilayah kaki gunung ada jalur pendakian untuk mencapai puncak gunung Slamet.

Dari sekian banyak jalur pendakian di gunung Slamet, dapat dikatakan bahwa jalur pendakian Bambangan adalah yang paling terkenal. Selain dikenal lebih pendek dan ramah untuk para pendaki pemula, jalur Bambangan juga terkenal karena keindahan panorama alamnya.

Di samping jalur Bambangan, setidaknya ada lebih dari sepuluh jalur pendakian lain yang tersebar di lima kabupaten kaki gunung Slamet. Rata-rata semua jalur tersebut akan bertemu pada satu jalur utama untuk mencapai puncak Slamet.

Beberapa jalur pendakian gunung Slamet yang cukup populer misalnya adalah;

  • Jalur pendakian Bambangan di kabupaten Purbalingga.
  • Jalur pendakian Gunung Malang di kabupaten Pemalang.
  • Jalur pendakian Guci via kabupaten Tegal.
  • Jalur pendakian Dukuh Liwung di kabupaten Tegal.
  • Jalur pendakian Kaliwadas di kabupaten Brebes.
  • Jalur pendaian Baturaden di kabupaten Banyumas.
  • Jalur pendakian Cemara Sakti di kabupaten Pemalang.
  • Dan lain sebagainya.

BACA JUGA:

gunung slamet

Nah itu adalah 9 mitos, fakta dan juga misteri gunung Slamet yang layak untuk Sobat Akasaka ketahui. Dengan informasi ini harapannya Sobat Akasaka semakin berhati-hati saat misalnya ingin mengunjungi gunung Slamet di suatu hari nanti.

Oh ya, supaya pendakian dan petualangan Sobat semakin asyik di gunug Slamet, yuk, gunakan produk Akasaka Outdoor selalu, ya. Ketangguhan dan kenyamanan produk kebanggaan anak negeri satu ini akan menemani setiap langkah Sobat Akasaka dimana pun saja.

Jadi, stay strong and energic bersama Akasaka Outdoor, ya!

BUKTIKAN KETANGGUHAN PRODUK AKASAKA OUTDOOR DISINI

 

 

Baca Ini Juga Yuk!

PENGERTIAN DAN JENIS BIVAK SERTA PENGGUNAANNYA DALAM AKTIVITAS OUTDOOR
PENGERTIAN DAN JENIS BIVAK SERTA PENGGUNAANNYA DALAM AKTIVITAS OUTDOOR
Dalam aktivitas petulangan alam terbuka atau outdoor, dikenal beberapa jenis bivak yang dipergunakan secara luas. Bivak tentu memiliki perbedaan dengan shelter perlindungan lain seperti tenda atau ...
Read More
10 FAKTA FILM 14 PEAKS NOTHING IS IMPOSSIBLE YANG TIAP PENDAKI HARUS TAHU
10 FAKTA FILM 14 PEAKS NOTHING IS IMPOSSIBLE YANG TIAP PENDAKI HARUS TAHU
Halo, Sobat Akasaka! Kamu pastinya sudah nonton film 14 Peaks Nothing Is Impossible yang lagi ramai diperbincangkan itu, kan? Bagaimana filmnya? keren dan inspiratif benget, bukan? Nah, ternyata da...
Read More
INI 9 TEMPAT DENGAN AURA CAMP VIBES PALING TERKENAL DI INDONESIA
INI 9 TEMPAT DENGAN AURA CAMP VIBES PALING TERKENAL DI INDONESIA
Istilah camp vibes beberapa tahun terakhir semakin populer di Indonesia. Istilah ini tidak hanya diartikan sebagai suasana camping dengan segala unsurnya. Namun, camp vibes juga kadang diperluas la...
Read More

Leave a comment

All comments are moderated before being published