7 GUNUNG TERTINGGI DI DUNIA DENGAN ZONA KEMATIAN PALING BRUTAL

Di seantero bumi, ada deretan gunung tertinggi di dunia yang dianggap paling berbahaya untuk didaki manusia. Selain memiliki tantangan teknis yang sangat tidak mudah untuk dilewati, gunung-gunung ini juga memiliki tantangan lain yang disebut dengan death zone. Tantangan jenis ini benar-benar memaksa setiap pendaki yang mengunjunginya untuk mencapai batas kemampuan mereka.

Nah, apakah sebenarnya yang disebut dengan death zone  itu dan gunung-gunung apa saja di dunia yang memilikinya?

Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Daftar Gunung Tertinggi di Dunia Dengan Death Zone  yang Paling Mematikan

Sudah bukan rahasia lagi bahwa gunung Himalaya yang terletak di Asia Tengah adalah pusat dari pegunungan yang ada di planet bumi ini. Himalaya yang berdiri di atas wilayah teritorial beberapa negara sekaligus, memiliki serangkaian menara-menara gunung paling tinggi di muka bumi.

Gunung Everest yang terletak pada perbatasan antara negara Nepal di bagian selatan dan Tibet di bagian utara, merupakan salah satu gunung di Himalaya dengan magnet terkuat untuk didatangi manusia. Statusnya sebagai gunung tertinggi di dunia telah menjadikan Everest sebagai destinasi mountaineering   sejak lama. Pada zaman modern seperti sekarang ini, orang-orang yang tertarik dengan ketinggian Everest justru bertambah ribuan kali lipat.

Namun gunung seperti Everest dengan ketinggian menjulang di atas 8.000 meter di atas permukaan laut (Mdpl), tentu saja memiliki banyak tantangan untuk bisa ditaklukkan. Dan di Everest, tantangan yang paling mematikan juga adalah daya tariknya itu sendiri yaitu; ketinggiannya.

Pada ketinggian di atas 8.000 meter, kadar oksigen di udara menjadi sangat sedikit, suhu menurun dengan drastis, kemampuan tubuh manusia beradaptasi menjadi sangat riskan. Tanpa asupan oksigen yang cukup, jantung memiliki lebih sedikit kemampuan untuk memompa partikel-partikel darah ke paru-paru, otak, dan juga organ vital lainnya.

Semakin lama seseorang terpapar di atas ketinggian semacam ini, semakin rentan pula tubuhnya akan hancur oleh tekanan udara di sekitarnya. Dan untuk tempat dengan segala tantangan ketinggian semacam ini, dimana tubuh mengalami keterbatasan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, adalah yang kemudian disebut sebagai death zone  atau zona kematian.

Nah, Sobat Akasaka sudah pasti tahu kan, kalau gunung dengan ketinggian di atas 8.000 meter tidak hanya Everest? Dengan kata lain bahwa ada lebih banyak death zone  di berbagai gunung dunia selain Everest. Bahkan ada pula death zone  yang berpadu secara sempurna dengan tantangan teknis medan pendakian gunung itu sendiri yang membuat pamornya semakin brutal dan mematikan.

Dan  berikut ini Akasaka Journal telah mengumpulkan 7 gunung tertinggi di dunia dengan death zone  yang paling brutal dan mematikan. Daftar ini diperoleh dan dikutip dari buku Mahkota Himalaya karya Anton Sujarwo. Bukunya sendiri dapat kamu peroleh secara mudah dengan men-download-nya DISINI.

Lantas, apa sajakah 7 gunung tertinggi di dunia dengan death zone  yang paling brutal untuk dikunjungi manusia?

Berikut ini daftar lengkapnya.

BACA JUGA:

Gunung Annapurna di Himalaya, Nepal

Annapurna adalah salah satu gunung tertinggi di dunia dan ketinggiannya mencapai 8.091 meter menjulang ke langit Himalaya. Meskipun berada di urutan ke-9 sebagai gunung tertinggi di dunia di belakang Nanga Parbat dan Manaslu, Annapurna termasuk salah satu gunung yang sangat ganas untuk dikunjungi.

Secara statistik, kematian para pendaki gunung yang terjadi di Annapurna adalah yang terbanyak dibandingkan gunung delapan ribu meter lainnya di Himalaya. Longsoran atau avalanche adalah mesin pembunuh utama yang seringkali menyebabkan kematian para pendaki gunung di Annapurna. Selain itu, death zone  Annapurna juga merupakan salah tempat di mana para pendaki banyak kehilangan nyawa mereka.

Pada tahun 1950 ketika ekspedisi Perancis berhasil mencapai puncak Annapurna untuk yang pertamakalinya, dua pendakinya nyaris saja kehilangan nyawa. Di zona kematian Annapurna, dua pendaki perancis bernama Maurice Herzog dan Louis Lachenal, kehilangan jari-jari tangan dan kaki mereka karena radang dingin yang parah.

Kamu mungkin bisa membayangkan betapa dinginnya di sana, kan? Sampai-sampai para pendaki Perancis harus kehilangan jari-jari mereka.

Gunung Nanga Parbat di Karakoram, Pakistan

Gunung tertinggi di dunia ada di wilayah Himalaya selanjutnya yang memiliki death zone  mematikan adalah Nanga Parbat. Secara geografis, Nanga Parbat sebenarnya tidak terletak di pegunungan Himalaya, namun di pegunungan Karakoram. Akan tetapi mengacu pada penyebutan populer istilah Himalaya, pada umumnya Nanga Parbat juga dianggap bagian dari Himalaya.

Nanga Parbat memiliki julukan yang cukup menakutkan yakni; The Killer Mountain atau si Gunung Pembunuh. Memang, sepanjang sejarah pendakiannya yang terkenal, Nanga Parbat telah membunuh banyak sekali pendaki gunung yang mencoba meraih puncaknya. Bahkan sebelum puncaknya sendiri berhasil dicapai pada tahun 1953, gunung ini setidaknya telah membunuh sekitar 30 orang pendaki.

Sebagai salah satu gunung tertinggi di dunia terdapat di Karakoram ini, Nanga Parbat memang memiliki reputasi yang sangat tidak ramah untuk para pendaki. Bahkan pada tahun 2018 dan 2019, tiga orang pendaki gunung terkenal di dunia tewas diamuk oleh angin badai dan kebekuan zona kematiannya. Tiga orang pendaki tersebut adalah Tomek Mackiewicz dari Polandia, Tom Ballard dari Inggris dan Daniele Nardi dari Italia.

Gunung Kangchenjunga di Himalaya, India

Ada cukup banyak pendaki gunung terkenal di dunia yang tewas dalam pelukan death zone  gunung Kangchenjunga. Namun dalam kesempatan ini, akan ditampilkan dua nama yang paling populer saja yakni bintang pendaki gunung dari Perancis bernama Benoit Chamoux, dan pendaki gunung perempuan terbesar dari Polandia bernama Wanda Rutkiewicz.

Sebagai gunung tertinggi ke dunia yang ke-3 di belakang Everest dan K2, Kangchenjunga tentu saja sangat istimewa. Zona kematian gunung ini banyak membuat para pendaki menjadi terjebak karena berpadu pula dengan medan pendakian yang sangat teknis. Belum lagi hembusan angin badai yang kecepatannya dapat membuat seseorang pendaki dengan mudah terhempas.

Dalam daftar gunung yang paling mematikan di dunia, Kangchenjunga biasanya mendapat posisi ke tiga setelah Annapurna dan K2. Death zone  gunung ini menyambut para pendaki yang berusaha mencapai puncaknya dengan tiga tantangan murni yaitu; suhu yang melorot tajam, kesulitan teknis yang maksimum dan juga cuaca yang sangat tidak menentu.

Gunung Makalu di Himalaya, India

Dari sisi ketinggiannya, gunung Makalu adalah gunung tertinggi di dunia yang kelima. Seperti halnya gunung-gunung tinggi lainnya di Himalaya mau pun di Karakoram, Makalu juga menjadi medan jagal banyak pendaki gunung terkenal di dunia.

Salah satu pendaki gunung terkenal dan sangat tangguh di dunia yang kemudian tewas di Makalu adalah Jean Christophe Lafaille yang berasal dari Perancis. Saat itu Lafaille sedang dalam ekspedisinya untuk menjadi pendaki gunung pertama di dunia yang mendaki Makalu di musim  dingin dan secara solo.

Zona kematian Makalu akhirnya membuat Lafaille bertekuk lutut. Setelah berusaha melakukan pendakian terakhir menuju puncak, ia tidak pernah kembali lagi. Death zone  telah memeluknya dan tak ingin melepaskannya lagi.

Gunung Manaslu di Himalaya, Nepal

Meskipun Manaslu terletak di negara Nepal dan menjadi bagian dari pegunungan Himalaya yang megah, namun dalam sejarah Manaslu sering disebut sebagai gunungnya orang Jepang. Hal ini disebabkan oleh usaha-usaha untuk mencapai puncak Manaslu sejak awal memang  selalu didominasi oleh para pendaki dari Negeri Sakura.

Dalam upaya untuk mencapai puncak gunung Manaslu, banyak musibah yang terjadi. Buruknya, beberapa musibah itu tidak hanya membuat celaka para pendaki gunung saja, namun juga penduduk yang ada di kaki gunung Manaslu. Longsoran, badai  dan angin kencang seringkali menjadi momok yang mengerikan di death zone  Manaslu.

Salah satu pendaki terkenal di dunia yang tewas di Manaslu adalah Susan Erica Fear atau yang lebih akrab dipanggil Sue Fear. Ia adalah salah satu pendaki terbesar Australia yang bersahabat erat dengan pendaki gunung Lincoln Hall yang  juga pernah menulis buku berjudul Dead Lucky.

PERLUAS WAWASAN KAMU TENTANG SEJARAH MOUINTAINEERING DUNIA DENGAN MEMBACA BUKU-BUKU PENDAKIAN GUNUNG TERBAIK DI INDONESIA DISINI

Gunung Everest di Himalaya, Nepal

Gunung Everest terletak di jantung pegunungan Himalaya dan merupakan gunung tertinggi di dunia. Ketinggian Everest adalah 8.848,9 meter, dan menjadi titik paling tinggi yang ada di planet bumi. Dengan ketinggian ini, artinya Everest memiliki nyaris 1 kilometer areal death zone  yang penuh dengan keganasan cuaca pegunungan.

Nah, kamu yang pernah membaca tentang sejarah pendakian di gunung Everest tentu sangat paham dengan nama-nama para pendaki gunung yang tewas di Everest, kan?

Zona kematian Everest pada tahun 1924 telah membunuh dua legenda pendaki gunung dari Inggris yaitu George Leigh Mallory dan Andrew Irvine. Kemudian nama lain dari Inggris yang juga tewas di zona kematian gunung ini ada cukup banyak, misalnya dua pendaki gunung sekaligus penulis terkenal bernama Peter Boardman dan Joe Tasker.

Dan yang mungkin paling kamu ingat adalah bahwa areal death zone  gunung ini pada tahun 1996 pernah menjadi medan terbunuhnya banyak pendaki dunia seperti Rob Hall dan Scott Fischer.

Kamu masih ingat film Everest, kan? Nah, itu adalah film yang juga menceritakan brutalnya zona kematian di Everest.

Gunung K2 di Karakoram, Pakistan

Zona kematian gunung tertinggi di dunia yang paling ganas adalah di gunung K2 yang terletak antara wilayah Gilgit Baltistan, Pakistan dan Xinjiang, China. Gunung yang berjuluk The Savage Mountains ini adalah gunung tertinggi ke-2 di dunia setelah Everest. Ketinggian gunung K2 adalah 8.611 meter dan memiliki reputasi yang paling sulit ditaklukkan di dunia.

Dalam catatan pendakian di gunung K2, setidaknya ada 1 orang pendaki yang akan tewas dari setiap 4 orang yang berhasil mencapai puncak. Bahkan jika kamu mengikuti informasi gunung tertinggi di dunia akhir-akhir ini, kamu juga akan tahu jika setidaknya ada 5 orang pendaki yang terbunuh di gunung K2 pada awal tahun 2021 ini saja.

Ada beberapa alasan yang membuat gunung K2 demikian ganas dan menjadi altar penjagalan para pendaki terbaik dunia. Alasan tersebut misalnya adalah karena ketinggiannya, medan pendakiannya yang sangat teknis dan berbahaya, serta bentuknya yang benar-benar terbuka sehingga memberikan peluang yang lebih besar akan gempuran angin dengan kekuatan yang sangat mematikan.

BACA JUGA:

gunung tertinggi di dunia

Nah, Sobat Akasaka, itu adalah 7 gunung tertinggi di dunia yang memiliki death zone  atau zona kematian paling brutal dan mematikan bagi para pendaki gunung.

Kombinasi ketinggian dengan kadar oksigen yang tipis, kesulitan medan yang sangat teknis, berpadu pula dengan potensi bahaya longsoran yang selalu mengintai, benar-benar membuat zona kematian gunung-gunung tersebut menjadi sangat berbahaya untuk dilewati.

Oya Sobat Akasaka, jika kamu menyukai berbagai informasi yang lebih komprehensif tentang dunia mountaineering  , kamu bisa lho, men-download buku lengkapnya DISINI.

Selain itu, kamu juga bisa melihat berbagai produk outdoor terbaru dari Akasaka Outdoor untuk menemani petualanganmu dalam mendaki gunung melalui tautan di bawah ini.

NIKMATI PERJALANANMU KE BERBAGAI GUNUNG TERTINGGI DI DUNIA BERSAMA PRODUK TERBARU DARI AKASAKA BERIKUT INI

Leave a comment

All comments are moderated before being published