5 FILM SURVIVAL TERBAIK DI ATAS GUNUNG BERDASARKAN KISAH NYATA

film survival terbaik

Film dengan genre bertahan hidup atau survival adalah salah satu tema film yang tak pernah kekurangan penonton. Sepanjang masa, ada ratusan film survival terbaik yang telah dirilis ke publik. Beberapa dari film-film ini murni adalah cerita rekaan atau fiksi, sementara beberapa cerita yang lain justru malah terinspirasi dari kehidupan yang sebenarnya.

Hal yang menarik dari film bertahan hidup ini kemudian adalah; bahwa hampir 60% mengambil setting di alam bebas. Tingkat persentase ini semakin tinggi lagi ketika film-film ini hanya difokuskan pada film yang berdasarkan kejadian nyata atau true story. Gunung, hutan, lembah-lembah, perut bumi, dan lain sebagainya, telah menjadi medan paling mengagumkan dari sebuah drama bertahan hidup kisah manusia.

Nah, apa sajakah kemudian daftar film tentang survival dengan setting alam bebas yang menjadi rekomendasi Akasaka Outdoor untuk kamu nikmati? Yuk, simak uraiannya berikut ini.

5 Film Survival Terbaik Berdasarkan Kisah Nyata di Atas Gunung

Tidak semua film tentang bertahan hidup yang mengambil setting di atas gunung-gunung adalah tentang pendakian atau mountaineering murni. Film seperti Alive yang menceritakan kisah bertahan hidup para pemain rugby Argentina di atas belantara Pegunungan Andes yang kejam, adalah salah satu contohnya. Orang-orang dalam film itu bukan pendaki gunung, namun keadaan darurat membuat mereka kemudian harus bertahan hidup layaknya seorang pendaki gunung.

Film survival di gunung selalu membawa banyak tantangan yang menjadi ciri khasnya. Orang-orang bertahan hidup di atas gunung harus menghadapi cuaca dingin yang menusuk tulang, longsoran salju atau avalanche, terjebak di ceruk es, penyakit ketinggian dan lain sebagainya. Berdasarkan popularitasnya, film dengan judul Vertical Limit yang ber-setting pendakian di gunung K2 adalah salah satu contoh yang bisa diambil.

Vertical Limit berkisah tentang dua orang anak dari Royce Garret, pendaki veteran yang mengorbankan dirinya sendiri untuk menyelamatkan dua anaknya dalam sebuah tragedi rock climbing.

Selain Vertical Limit, Into Thin Air juga seringkali dijadikan contoh bagaimana kerasnya upaya bertahan hidup di atas gunung. Perbedaannya adalah, jika Vertical Limit adalah fiksi, maka Into Thin Air adalah kejadian nyata yang terinspirasi dari kisah pendakian di gunung Everest pada tanggal 10 Mei 1996.

Nah, untuk lebih jelasnya, berikut adalah daftar 5 adventure film survival terbaik versi Akasaka Outdoor yang dapat kamu jadikan referensi.

North Face

Film pertama yang menjadi referensi terbaik dari Akasaka Outdoor tentang survival di atas gunung adalah Eiger North Face. Film yang mengambil cerita pendakian di sisi utara gunung Eiger di Swiss ini, adalah salah satu film kisah nyata terbaik kategori pendakian gunung. Drama kematian dan upaya untuk bertahan hidup di tebing neraka gunung Eiger, benar-benar menjadi sebuah kisah epik untuk diceritakan.

Selain North Face, atau Eiger North Face, film satu ini kadang juga diberi judul Norwand. Namun, kata apa pun yang dipergunakan untuk membuat judulnya, kisah dan inti dari film ini adalah sesuatu yang sama yakni; upaya pendakian gunung yang berakhir tragedi dramatis di tebing utara dinding gunung Eiger.

Kisah nyata yang menjadi inpspirasi film ini terjadi pada tahun 1936 dimana empat pendaki Jerman berusaha memanjat wajah utara gunung Eiger untuk menjadi orang pertama yang melakukannya. Empat pendaki tersebut adalah Tony Kurz, Willy Angerer, Edi Rainer dan Andreas Hinterstoisser. Keempat pendaki ini sebelumnya adalah dua tim yang berbeda, namun tantangan yang sulit dan membutuhkan kerjasama akhirnya menyatukan mereka.

Ada banyak masalah yang terjadi selama proses pendakian; mulai dari cuaca buruk, badai, longsoran salju, rockfall dan juga terjatuh. Pada akhirnya tidak ada satu pun dari keempat pendaki ini yang berhasil selamat dari keganasan Eiger North Face.

KISAH LENGKAP TRAGEDI EIGER NORTH FACE 1936 DAN SEJARAH LENGKAP PENDAKIAN GUNUNG EIGER DAPAT DIBACA DISINI

Nanga Parbat

Film adventure terbaik  berdasarkan kisah nyata dengan tema survival selanjutnya adalah Nanga Parbat. Film ini menjadi salah satu film petualangan terbaik yang membuat kamu dapat merasakan sensasi bertualang melalui karakter yang diperankannya. Alur cerita dan kisah menarik yang disampaikan dalam film ini akan mampu membuat sudut pandang kamu tentang pendakian gunung menjadi lebih kaya.

Kisah yang diceritakan dalam Nanga Parbat terjadi pada tahun 1970, dimana sang Dewa Gunung; Reinhold Messner, berusaha mencapai puncak gunung Nanga Parbat melalui punggungan yang disebut dengan Rupal Face. Dalam pendakian ini, adik dari Reinhold Messner bernama Gunther Messner, tewas dan menghilang dalam perjalanan turun.

Bagaimana upaya Reinhold Messner dan Gunther Messner mencapai puncak, penderitaan dan kesakitan yang mereka alami saat diamuk badai gunung yang ganas, kehabisan makanan dan bahan bakar, serta turun gunung tanpa menggunakan tali, adalah serangkaian tantangan yang menjadi fokus  upaya survival dalam film Nanga Parbat.

BACA KISAH LENGKAP PENDAKIAN MESSNER BERSAUDARA DI NANGA PARBAT TAHUN 1970 DAN KONTROVERSI KEMATIAN GUNTHER DISINI

Everest

Dibandingkan judul-judul film bertema pendakian yang lain, Everest bisa saja menjadi yang paling tenar dan populer. Everest adalah sebuah film pendakian gunung yang mengambil setting gunung Everest sebagai tempat utama terjadinya cerita. Sama seperti film Eiger North Face dan juga Nanga Parbat, dalam Everest pun beberapa karakter utamanya tewas pada akhir cerita.

Everest bukan film survival action yang penuh adegan laga seperti yang banyak tayang di streaming online atau bioskop. Namun, Everest adalah film yang diangkat dari kisah nyata dengan cerita yang tidak kalah menegangkan. Meskipun tidak ada adegan laga, pertarungan daya tahan manusia dengan keganasan alam dan gunung-gunung, adalah hal utama yang membuat film survival seperti Everest tidak pernah sepi peminat.

Kisah nyata di balik cerita film Everest terjadi pada tahun 1996 tanggal 10 Mei, dimana enam orang pendaki tewas dalam satu hari karena badai yang mengamuk di gunung tertinggi dunia. Dua nama yang paling populer dalam musibah tersebut adalah Scott Fischer dan Rob Hall, keduanya adalah pemandu gunung pionir dalam pendakian komersial di gunung Everest.

Oya, sebagai tambahan informasi buat kamu, kisah tentang kematian enam orang pendaki di gunung Everest pada bulan Mei tahun 1996 juga pernah difilmkan sebelumnya dengan judul Into Thin Air. Pembuatan film yang pertama ini berdasarkan pada tulisan John Krakauer, seorang penulis dan pendaki gunung yang juga menulis buku tentang kisah petualang muda yang tewas di Alaska bernama Christopher Johnson McCandles dalam buku Into The Wild.

CERITA LENGKAP TERBUNUHNYA SCOTT FISCHER DAN ROB HALL DI EVEREST DAPAT DIBACA SECARA LENGKAP MELALUI TAUTAN BERIKUT INI

Alive

Selanjutnya film bertahan hidup di pegunungan dan diangkat dari kisah nyata adalah Alive. Film ini seperti yang telah disampaikan sebelumnya, adalah film yang bercerita tentang para pemain rugby yang terdampar di ganasnya pegunungan Andes setelah pesawat yang mereka tumpangi terjatuh. Ada banyak kematian dalam cerita ini, namun seperti pada banyak kisah survival lainnya, inti dari cerita ini adalah kemampuan dan kegigihan seorang manusia untuk bertahan hidup.

Berdasarkan kronologi penyebabnya, Alive dapat diumpamakan seperti film sejenis Cast Away yang populer itu. Seperti yang mungkin sudah kamu tahu, Cast Away adalah film survival yang dibintangi oleh aktor Tom Hank, dan mendapat banyak penghargaan. Cast Away berkisah tentang seorang karyawan perusahaan cargo FeedEx yang juga terdampar di sebuah pulau terpencil karena pesawat yang ia tumpangi mengalami crash dan jatuh.

Dalam Alive, tokoh yang paling memegang peranan bernama Nando Parrado. Kekuatan mental dan kegigihan Nando lah kemudian yang menjadi kunci keberhasilan para survivor untuk bertahan hidup dan memperoleh bantuan. Nando dalam kisah yang diceritakan pula versi bukunya, harus berjalan berhari-hari bersama seorang rekannya bernama Roberto Canessa, membelah bekunya pegunungan Andes untuk mencari bantuan bagi dirinya dan juga teman-temannya yang terjebak di atas gunung.

Salah satu sisi menarik dari film Alive adalah sebuah adegan dimana para pesintas yang kehabisan makanan, terpaksa memakan mayat teman-teman mereka untuk bertahan hidup. Dengan segala semangat untuk tetap hidup dalam kondisi yang paling sulit sekali pun, Alive benar-benar layak untuk menjadi rekomendasi film tentang bertahan hidup nomor satu.

BACA JUGA: KUMPULAN KISAH SURVIVAL DI ATAS GUNUNG YANG PALING LUAR BIASA

Touching The Void

Rekomendasi selanjutnya untuk kamu nikmati dari film bertahan hidup di gunung dengan inspirasi berasal dari kisah nyata adalah Touching the Void.

Seperti halnya Everest, Eiger North Face atau pun Nanga Parbat, Touching the Void juga adalah sebuah film yang memang menuturkan aktivitas mountaineering. Hanya saja yang kemudian membedakannya adalah, jika tokoh-tokoh dalam ketiga film sebelumnya tewas di atas gunung, maka tokoh yang diceritakan dalam Touching the Void berhasil keluar dengan selamat.

Adalah Joe Simpson dan Simon Yates, dua orang pendaki gunung dari Inggris yang berambisi untuk menjadi orang pertama yang mencapai puncak Siula Grande di Peru dari sisi tenggara. Keduanya kemudian melakukan pendakian dengan susah payah. Walaupun penuh rintangan, pada akhirnya keduanya juga berhasil mencapai puncak dengan sukses.

Namun petualangan sebenarnya justru terjadi saat perjalanan turun, persisnya ketika kedua kaki Joe patah karena terjatuh. Kondisi Joe Simpson yang tidak mungkin berjalan membuat belaying adalah satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk menuruni tebing Siula Grande. Pada suatu kondisi, pekat mulai menyelimuti dan badai juga meraung di dinding gunung, kondisi ini membuat proses belaying semakin sulit dilakukan.

Pada puncaknya dikarenakan keputusasaan dan miskomunikasi, Simon dengan terpaksa memotong tali yang menjadi tempat bergantung Joe karena mengira Joe sudah tewas.

Di sisi yang lain tanpa sepengetahuan Simon, ternyata Joe Simpson masih hidup. Kemudian, kegigihan Joe untuk mencari jalan keluar dari ceruk es dengan kedua kaki patah adalah inti cerita film legendaris tentang bertahan hidup di atas gunung yang satu ini.

BACA JUGA: HASILKAN UANG JUTAAN DENGAN MENULIS KISAH PENDAKIAN KAMU DI AKASAKA OUTDOOR MELALUI PROGRAM AFFILIATE MARKETING

film survival terbaik

Nah, itu adalah film-film survival terbaik versi Akasaka Outdoor yang dapat kamu jadikan rekomendasi untuk mengisi waktu luang. Selain ber-setting alam bebas khususnya gunung-gunung yang luar biasa, 5 film di atas juga diangkat dari kejadian sebenarnya yang membuatnya tentu saja menjadi lebih menarik untuk disaksikan.

Oya, untuk membuat suasana menonton film-film survival yang kamu lakukan lebih menyenangkan, yuk, gunakan juga berbagai produk terbaru dari Akasaka Outdoor  yang koleksinya semakin keren dan menarik.

Kamu bisa menggunakan jaket hoodie, sandal gunung, headwear dan masih banyak lagi. Untuk lebih jelasnya kamu bisa langsung mengunjungi tautan di bawah ini saja, ya.

DAPATKAN BERBAGAI PRODUK OUTDOOR TERBARU DARI AKASAKA UNTUK MENEMANI HARIMU MENONTON BERBAGAI FILM SURVIVAL TERBAIK DENGAN MENGKLIK TAUTAN INI

 

Leave a comment

All comments are moderated before being published