7 BINATANG BUAS YANG PALING SERING DIJUMPAI PENDAKI GUNUNG INDONESIA

binatang buas

Kamu pernah berjumpa binatang buas apa saat bertualang atau mendaki gunung?

Dengan kontur pegunungan dan iklim hutan tropis yang lebat, hutan dan gunung-gunung Indonesia memang menjadi habitat bagi banyak hewan dan binatang yang mendiaminya. Fauna ini ada yang tidak berbahaya bagi manusia. Akan tetapi tidak sedikit pula yang berpotensi untuk mecelakai seorang petualang atau pendaki gunung seperti kamu.

Nah, apa saja sih, jenis bahaya binatang buas yang paling sering dijumpai oleh para pendaki gunung dan petualang di Indonesia itu? Dan bagaimana pula tips sederhana untuk menanganinya?

Yuk, simak ulasannya dalam Akasaka Journal berikut ini.

BACA JUGA:

7 Binatang Buas dan Berbisa yang Paling Sering Dijumpai oleh Pendaki Gunung dan Petualang di Indonesia

 

binatang buas

Kamu mungkin masih ingat kan, berita tentang seorang petani yang diserang oleh seekor harimau sumatera di wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat atau TNBTS beberapa tahun lalu?

Nah, hal semacam ini meskipun jarang terjadi kepada para pendaki gunung, namun tidak menutup kemungkinan untuk terjadi, lho. Apalagi wilayah TNBTS adalah tempat yang juga menjadi destinasi favorit para pendaki yang ingin mendaki gunung Kerinci. Jadi, meskipun kemungkinannya kecil,  potensi untuk berpapasan dengan hewan-hewan buas di Indonesia saat mendaki gunung seperti di TNBTS itu tetap ada.

Pada banyak kasus, binatang buas yang dijumpai umumnya menghindar dari manusia. Ketika mereka mendengar suara atau indikasi adanya manusia, mereka pada dasarnya akan segera menyingkir. Akan tetapi, kadang ada pula yang entah bagaimana, kemudian berpapasan dengan manusia dan membuat mereka justru menjadi lebih agresif.

binatang buas

Lantas, bagaimana sih, caranya mengantisipasi kejadian semacam ini?

Untuk berbagai macam binatang buas atau pun binatang berbisa lainnya, kadang dibutuhkan teknis menghadapinya dengan cara yang berbeda-beda pula. Kamu mungkin tidak dapat menerapkan tips menghadapi singa yang sama seperti kamu menghadapi babi hutan. Atau kamu juga tidak dapat menerapkan tips menghadapi harimau, seperti tips mengantisipasi monyet.

Langkah terbaik memang adalah dengan menghindari rute-rute yang paling sering dilalui oleh binatang buas tersebut. Itu adalah tips yang paling penting untuk kamu lakukan yang pertama kali. Namun, jika memang dalam kondisi emergency, beberapa tips lain tentu saja layak untuk kamu pahami pula.

Nah sekarang, apa saja binatang buas dan binatang berbisa yang paling sering dijumpai para petualangan Indonesia itu?

Berikut adalah beberapa di antaranya.

Babi Hutan

binatang buas

Binatang liar pertama dan cukup berbahaya bagi para pendaki gunung di Indonesia adalah babi hutan. Hayo, kamu mungkin pernah ketemu juga dengan binatang bertaring mencuat yang satu ini, kan?

Dalam banyak konten tentang hewan yang ditemui para pendaki, babi hutan atau yang juga biasa disebut celeng ini masuk dalam 3 hewan buas yang paling serig dijumpai. Dua binatang lain yang juga memiliki interaksi cukup sering dengan para pendaki adalah monyet liar dan juga reptil seperti ular dan kelabang.

Babi hutan secara genetika, dianggap sebagai nenek moyangnya babi ternak. Binatang satu ini terkenal kotor, dan sangat menyukai yang kotor. Habitatnya hampir merata di semua pulau dan hutan Indonesia.

binatang buas

Di samping cukup berbahaya bagi para pendaki, babi hutan juga kadang dapat menjadi agresif. Tidak banyak kasus adanya serangan babi hutan kepada para pendaki. Namun, pertemuan para pendaki dengan binatang yang satu ini dapat dikatakan cukup sering terjadi.

Untuk tips sederhana dalam menghindari gangguan babi hutan beberapa di antaranya adalah;

  • Simpan makanan yang kamu bawa dengan baik.
  • Hindari membawa makanan yang memiliki bau tajam dan menarik kehadiran babi hutan.
  • Jangan ada tumpukan sampah di dekat camp ground, tenda, dan sekitarnya.

Kalajengking

binatang buas

Kamu pernah dengar jika kalajengking masuk ke dalam sepatu hiking yang diletakkan di luar tenda atau nesting perlengkapan memasak yang habis digunakan?

Dengan tubuhnya yang kecil dan gerakannya yang sulit dideteksi, kalajengking adalah binatang liar dan berbisa yang juga harus kamu waspadai. Sengatan binatang ini meskipun tidak mematikan, namun juga dapat mengakibatkan rasa sakit dan panas yang hebat.

Pada ketinggian yang lebih rendah atau pada wilayah gunung dengan kondisi hutan yang masih cukup lebat, kalajengking cukup sering ditemui. Lobang-lobang kecil, celah bebatuan, di balik akar pepohonan, adalah beberapa tempat yang sering menjadi rumah bagi kalajengking.

binatang buas

Meskipun bukan termasuk binatang buas berbahaya di dunia yang paling mematikan, kamu juga perlu mengetahui beberapa tips dalam menghindari kalajengking. Tips yang bisa kamu lakukan misalnya adalah;

  • Jangan meletakkan sepatu di luar tenda yang memiliki potensi dimasuki kalajengking
  • Periksa dengan baik sebelum digunakan barang-barang yang memiliki rongga dan berpotensi menjadi tempat kalajengking seperti sepatu, tas, dan alat masak.
  • Semprotkan wangi lavender untuk menjauhkan gangguan kalajengking.

Monyet Liar

binatang buas

Nah, ini adalah salah satu jenis binatang liar dan kadang berubah menjadi buas yang paling sering ditemui para pendaki. Gunung-gunung Indonesia dengan hutan yang masih cukup luas, telah menjadi habitat yang ideal bagi kelompok monyet liar dan sejenisnya.

Hal yang patut disesalkan adalah; bahwa banyak pendaki atau pengunjung suatu wisata alam yang terbiasa memberi makan hewan hewan buas di Indonesia, termasuk pula monyet liar. Hal ini akan membuat monyet menjadi terbiasa dan menjadi agresif jika tidak diberi makan. Bahkan pada satu kondisi, monyet liar juga tidak takut untuk mencuri dan merebut barang-barang para pendaki.

binatang buas

Supaya hal tersebut tidak terjadi pada kamu  ketika bertualang di alam bebas, kamu bisa menerapkan tips-tips berikut ini;

  • Jangan biasakan memberi makan monyet liar dalam kesempatan apa pun
  • Usir monyet dengan sesuatu yang bisa membuat mereka takut seperti tongkat. Tetapi ingat, ini hanya untuk mengusir, bukan untuk memukul atau menyakiti si monyet.
  • Jangan membawa barang, makanan, atau apa pun yang dengan lengah sehingga mudah direbut monyet liar.

Kelabang

binatang buas

Seperti halnya kalajengking, kelabang juga adalah reptil liar dan berbisa yang harus kamu hindari sewaktu bertualang.

Habitat kelabang umumnya menyukai tempat yang gelap, lembab, atau bersemak. Lobang kecil dan celah bebatuan juga dapat menjadi tempat yang nyaman bagi kelabang. Sengatan binatang satu ini juga sangat menyakitkan, yang akan membuat rasa terbakar hebat sepanjang malam.

Tidak ada yang mencoba membuat duel hewan buas dan berbisa seperti kelabang ini, namun  tips untuk menghadapinya bisa kamu lakukan dengan beberapa cara berikut ini;

binatang buas
  • Pastikan alat masak, sepatu, pakaian, dan lain sebagainya ditempatkan dengan baik supaya tidak menjadi sarang kelabang.
  • Lipatan dan footprint tenda juga berpotensi menjadi tempat singgah kelabang, gunakan sesuatu untuk memastikan kondisinya sebelum digunakan.
  • Semprotkan kapur barus atau kapur anti serangga untuk menjauhkan kelabang.

Buaya Muara

binatang buas

Apakah kamu pernah camping di tepi sungai atau di tepi pantai yang berdekatan dengan aliran sungai?

Nah, kamu tentu harus berhati-hati karena tempat seperti itu menjadi habitat buaya muara yang terkenal ganas dan agresif. Daerah di Indonesia seperti Kalimantan dan daerah lain yang memiliki wilayah rawa yang luas, juga dapat menjadi habitat yang nyaman bagi buaya muara.

Para petualang atau penjelajah yang melakukan kegiatan susur pantai, camping ceria tepi pantai, diwajibkan untuk mewaspadai keberadaan buaya muara. Serangannya yang brutal membuat binatang satu ini juga diklaim sebagai salah satu binatang buas berbahaya di dunia yang cukup ganas dan mematikan.

binatang buas

Beberapa tips yang bisa kamu lakukan dalam menghindari buaya muara misalnya adalah;

  • Hindari camping di areal yang menjadi habitat buaya ganas ini.
  • Terapkan kehati-hatian yang ekstra jika kamu terpaksa berada di areal habitat buaya.
  • Ketahui waktu-waktu paling signifikan agresif buaya muara dan hindari sebisa mungkin waktu tersebut.

Ular

binatang buas

Ular tidak hanya berbahaya karena gigitan dan bisanya. Namun, ular juga adalah binatang buas dan seram yang kerapkali menjadi simbol dari kengerian dan muslihat.

Ular bagi seorang petualang atau pendaki gunung, tentu bukan hal yang asing untuk ditemui. Binatang ini memiliki banyak spesies dan mendiami banyak tempat di dunia. Klasifikasi berdasarkan tingkat bisanya pun dibagi dalam beberapa jenis misalnya, ular tidak berbisa, ular berbisa rendah, dan ular berbisa tinggi.

Nah, supaya kamu terhindar dari gigitan binatang yang satu ini selama berkegiatan di alam bebas atau di lokasi tenda, kamu bisa mencoba mempraktikkan beberapa tips berikut ini;

binatang buas
  • Hindari membuat tenda, menginjak secara langsung, atau beristirahat di dekat tumpukan semak, timbunan daun-daun, dan sejenisnya.
  • Gunakah pengharum beraroma kuat untuk menjauhkan ular.
  • Selalu periksa perlengkapan bertualang yang diletakkan di luar tenda sebelum digunakan kembali.

Harimau

binatang buas

Kepanikan adalah hal yang biasa terjadi ketika berjumpa dengan si raja hutan yang sesungguhya ini. Di hutan liar Sumatera, aumannya  yang menggelegar adalah ketakutan petualangan yang sebenarnya.

Dalam urutan hewan hewan buas di Indonesia, harimau selalu menduduki peringkat pertama yang paling berbahaya. Meskipun cukup jarang terjadi, namun kejadian manusia diserang harimau selalu membawa dampak yang fatal dan mematikan.

Pada dasarnya harimau adalah binatang yang cenderung menghindari keramaian. Binatang ini sering bertindak soliter dan cukup aktif baik di siang mau pun malam hari.

binatang buas

Nah, meskipun binatang ini menghindari rute pendakian yang ramai, kamu bisa juga menerapkan tips-tips berikut untuk mengindari gangguan harimau.

  • Jangan mendaki atau bertualang seorang diri di wilayah yang diketahui masih menjadi habitat harimau.
  • Buat suara atau bunyi-bunyian di rute yang sepi dan dikhawatirkan adanya keberadaan harimau.
  • Kenakan topeng di bagian belakang kepala. Tips ini unik, namun beberapa pengalaman mengatakan bahwa harimau menghindari menyerang seseorang dari arah depan, sehingga topeng di belakang kepala mungkin bisa mengecoh mereka.

BACA JUGA:

binatang buas

Nah, itu adalah beberapa binatang buas yang paling sering dijumpai oleh para pendaki gunung dan petualang di Indonesia beserta tips sederhana untuk menghindarinya. Semoga tipsnya berguna dan kamu selalu berhati-hati dalam bertualang, ya.

Oh ya, untuk membuat petualangamu semakin aman dan nyaman, yuk, gunakan selalu produk terbaik dari Akasaka Outdoor, ya. Kualitas yang telah terbukti dalam balutan desain yang super keren, akan membuat setiap langkahmu semakin mantap dan penuh percaya diri.

KLIK DISINI SEKARANG DAN DAPATKAN PRODUK TERBARU AKASAKA DENGAN HARGA PALING ISTIMEWA

Baca Ini Juga Yuk!

9 ACCESSORIES PENDAKI GUNUNG YANG PALING BANYAK DIGUNAKAN DI INDONESIA
9 ACCESSORIES PENDAKI GUNUNG YANG PALING BANYAK DIGUNAKAN DI INDONESIA
Aksesoris atau accessories bukan hal yang asing bagi pegiat aktivitas hiking  di tanah air. Accessories pendaki gunung telah menjadi semacam  style  wajib bagi para pendaki untuk menunjukkan identi...
Read More
INI 19 GAMBAR PEMANDANGAN ALAM HITAM PUTIH PALING KEREN DI DUNIA
INI 19 GAMBAR PEMANDANGAN ALAM HITAM PUTIH PALING KEREN DI DUNIA
Tanpa warna, sebuah tempat yang hebat pun dapat memancarkan pesona yang luar biasa. Jika kamu jeli melihat berbagai gambar pemandangan alam hitam putih pada potret-potret istimewa, kamu akan sepaka...
Read More
MEMILIH TAS GUNUNG MURAH YANG TIDAK MURAHAN, INI CIRI-CIRINYA
MEMILIH TAS GUNUNG MURAH YANG TIDAK MURAHAN, INI CIRI-CIRINYA
Memiliki tas gunung murah dengan kualitas yang memuaskan tentu saja menjadi impian banyak pendaki gunung, termasuk juga kamu mungkin saja. Tetapi masalahnya adalah, produk yang dilabeli murah dari ...
Read More

Leave a comment

All comments are moderated before being published