5 KISAH SURVIVAL DI GUNUNG YANG PALING TERKENAL

Survival adalah sebuah kondisi di mana seorang survivor (sebutan orang yang melakukan kegiatan survival) berusaha dengan semaksimal yang ia bisa untuk tetap bertahan hidup dalam kondisi yang penuh keterbatasan, baik karena faktor lingkungan, kejadian tak terduga, dan hal yang lainnya. Karena tekanan yang demikian hebat, kisah survival memang selalu menarik untuk diceritakan.

Sejatinya, survival bukanlah tentang bagaimana kita bisa makan, namun bagaimana kita bisa tetap bertahan untuk terus hidup. Jadi ada sebuah perluasaan definisi tentang survival yang harus dipahami.

Jika Sobat Akasaka menganggap pengertian survival hanya pada bagaimana bisa makan saja, maka akan ada kemungkinan abainya elemen lain dari sebuah kondisi survival. Elemen lain itu misalnya menjaga mental dan emosi untuk tetap stabil, serta yang paling penting; mencari cara agar segera keluar dari kondisi tersebut.

Sebagai seorang yang biasa bertualang di alam bebas, Sobat Akasaka tentu sudah terbiasa mendengar tentang istilah survival. Nah, kali ini kita akan mengulas beberapa kisah survival di gunung yang mungkin pernah diketahui oleh Sobat Akasaka. Apa sajakah itu? Berikut ulasan lengkapnya.

Beberapa Kisah Survival Di Gunung yang Paling Terkenal di Dunia

Tema tentang bertahan hidup akan selalu memilik daya tarik untuk diceritakan. Tak terhitung sudah berapa buku, film, artikel dan lain sebagainya, yang bercerita tentang survival dan perjuangan untuk terus bertahan hidup di tengah kesulitan dan keterbatasan.

Untuk kisah bertahan hidup yang terjadi di atas gunung sendiri, sebenarnya juga cukup banyak dan tidak sulit ditemukan. Akan tetapi di antara yang banyak itu, tentu saja ada yang paling populer. Kira-kira apa saja kisah survival di atas gunung yang paling populer versi Akasaka? Ini dia daftarnya;

Aron Ralston di 127 Jam

kisah survival di gunung
Source: Valgardena

 

Nama Aron Ralston mejadi begitu akrab di telinga banyak orang setelah kisahnya untuk  bertahan hidup difilmkan dalam sebuah film Hollywood yang cukup sukses berjudul 127 hours. Film ini juga mengangkat nama James Franco yang sukses memerankan toko Aron Ralston dengan sangat gemilang.

Kisah Aron Ralston bermula ketika ia bersepeda dan hiking ke Blue John Canyon. Dalam petualangannya itu, Aron tidak memberitahu siapa pun prihal kepergiannya. Setelah bertemu beberapa hiker lain dan sempat berenang bersama dua perempuan cantik di sebuah kolam yang tersembunyi di balik cadas dan keringnya Grand Canyon, Aron melanjutkan perjalanannya menyusuri sebuah celah tebing seorang diri.

Mimpi buruk kemudian terjadi saat ia terpeleset karena sebuah batu ikut menggelinding bersamanya dan menjepit lengannya di dinding ngarai sempit itu. Berbagai usaha yang Aron lakukan untuk melepaskan tangannya dari batu tersebut tidak berhasil. Aron terjebak di ngarai tersebut sekitar lima hari, semua perbekalannya telah habis, air minum, makanan, cokelat, bahwa juga semangat untuk hidup dan terus bertahan.

Dalam rasa marah, kesal, frustasi dan juga putus asa, Aron mulai berhalusinasi, sebelum akhirnya ia mengambil keputusan nekad untuk memotong lengannya sendiri agar bisa lepas dari jepitan batu!

Christopher Johnson McCandles di Alaska

kisah survival di gunung
Source: Alaskanadventures

John McCandles atau Alexander Supertramp adalah seorang pemuda cerdas dengan tingkat IQ yang tinggi, serta memiliki idealisme yang juga tinggi. McCandles adalah salah satu sosok anak muda yang merasa kecewa dengan keadaan sosial di sekelilingnya, ia merasa kecewa dan marah dengan segala bentuk kepura-puraan hidup hanya untuk mengejar harta dan kekayaan.

Dalam puncak kekecewaannya, setelah tamat kuliah dan memperoleh gelar akademisnya yang cum laude, McCandles malah menghilang. Ia mengembara untuk mencari dirinya yang sesungguhnya.

Ia meninggalkan mobilnya, membakar uang miliknya, dan berjalan kaki melintasi padang luas, menyusuri jalan pedalaman Amerika dengan perasaan merdeka. Untuk bertahan hidup ia pernah bekerja sebagai seorang buruh di ladang gandum, juga pernah bergabung bersama orang-orang gipsy. Namun ia tak pernah bertahan lama karena tidak ingin terlalu jauh membuat ikatan sosial dengan orang-orang yang dikenalnya.

Kisahnya memang berakhir tragis, McCandles tewas di Alaska, di dalam sebuah bis tua di tengah belantara pepohonan.

McCandles memang tidak selamat, namun apa yang ia lakukan di Alaska seorang diri, juga alasannya bertualang, adalah sebuah pelajaran yang baik untuk banyak orang tentang survival dan bertahan hidup di alam liar, dan juga menentukan pilihan dalam kehidupan.

Lincoln Hall di Everest

kisah survival di gunung
Source: Everestnews

Kisah nyata survival di gunung selanjutnya adalah tentang Lincoln Hall atau yang kadang disebut juga sebagai The White Limbo. Lincoln Hall adalah seorang pendaki veteran dari Australia, ia adalah salah satu anggota tim Australia yang mendaki puncak Everest pada tahun 1984.

Selain sebagai pendaki gunung, Lincoln juga seorang penulis. Total ada tujuh buku yang ia tulis, dan pada buku terakhir yang ia tulis, Lincoln menuturkan bagaimana sebuah keajaiban menghampirinya ketika ia bertahan hidup dalam kebekuan punggung gunung Everest di ketinggian 8700 meter.

Tahun 2006, Lincoln mengunjungi Everest lagi, sebenarnya bukan untuk mendaki, namun untuk menemani seorang pendaki muda Australia. Namun sang pendaki  muda malah gagal sebelum benar-benar mencoba meraih Everest, sehingga entah bagaimana, akhirnya Lincoln memutuskan untuk mendaki puncak yang 20 tahunan lalu pernah juga ia daki.

Namun kali ini berbeda, Lincoln ternyata ditakdirkan untuk menemui hari naas sekaligus keajaibannya di punggung Timur Laut Everest. Karena sudah menunjukkan gejala-gejala akan tewas, dengan berhalusinasi, tidak dapat menguasai diri, Lincoln ditinggalkan oleh sherpanya. Karena memang sudah tidak ada yang dapat mereka lakukan untuk menyelamatkannya.

Para sherpa itu tidak mungkin memaksa diri mereka untuk menunggu dan menurunkan Lincoln. Melakukan tindakan penyelamatan di tengah situasi buruk dan kelelahan sama saja dengan membunuh diri mereka sendiri. Dan itu artinya akan menambah banyak jenazah yang harus ditangisi. Jadi dengan berat hati para Sherpa itu kemudian meninggalkan Lincoln seorang diri.

Besoknya seorang pendaki sekaligus guide gunung dari Amerika Serikat bernama Daniel Mazur yang berjalan pertama menuju puncak Everest, terkejut saat mendapati Lincoln sedang duduk di punggung gunung mematikan itu. Tanpa topi, tanpa sarung tangan, downsuit yang tidak terkancing, tanpa kacamata, tanpa masker oksigen,  dan ajaibnya ia masih tetap hidup.

Melihat mimik keheranan di wajah Daniel Mazur, Lincoln kemudian menyapanya dengan berkata;

“I imagine you're surprised to see me here…”

Ya memang sebuah hal yang luar biasa, bagaimana Lincoln Hall berhasil melewati malam beku di ketinggian mematikan Everest tanpa tenda, matrass, masker oksigen, tanpa sarung tangan, dan juga tanpa topi.

Melihat betapa besar risiko kematian yang telah berhasil dilalui oleh Lincoln, tidak heran memang mengapa kemudian kisah survivalnya di atas gunung Everest sangat menarik untuk diceritakan.

Joe Simpson dan Simon Yates di Siula Grande

kisah survival di gunung
Source: Joesimpson.com

Kisah Joe Simspson dan Simon Yates bermula, ketika mereka memutuskan untuk mendaki sebuah gunung sepi bernama Siula Grande di wilayah Chili. Siula Grande adalah sebuah gunung sepi yang jauh dari hiruk-pikuk keramaian dan perhatian dunia mountaineering. Namun hal ini pulalah yang nampaknya membuat Joe dan Simon tertarik mendatangi gunung tersebut.

Pendakian Joe dan Simon berlangsung tidak mudah. Mereka harus menghadapi berbagai tantangan teknis yang bahkan tidak sempat mereka perkirakan sebelumnya. Kehabisan bahan bakar, kehabisan makanan dan kelelahan, adalah beberapa tantangan tersebut. Akan tetapi bagaimana pun juga, pada akhirnya Joe dan Simon tetap berhasil mencapai puncak.

Namun yang menjadi momok mengerikan ternyata adalah perjalanan turun mereka dari puncak gunung itu. Dalam perjalanan turun ini, sebelah kaki Joe patah karena terjatuh dari sebuah tebing es yang cukup tinggi. Karena kondisi ini, untuk melanjutkan perjalanan, Joe terpaksa diturunkan (di-belay) oleh Simon menggunakan tali.

Beberapa proses belay berjalan lancar, namun pada ke-sekian kalinya, panjang tali untuk mem-belay ternyata sudah tidak mencukupi lagi, sementara dasar tebing  masih belum terlihat karena tertutup kabut.

Joe berusaha maraih bibir tebing, namun tidak bisa karena jemarinya terserang radang dingin. Bergantung terlalu lama pada seutas tali akhirnya membuat Joe Simpson tertidur kelelahan.

Simon yang merasakan tidak ada pergerakan lagi di ujung tali tempat Joe bergantung, menatap tali dengan perasaan campur aduk. Lelah, takut, cemas, khawatir, dan juga tidak sabar ingin tahu. Mengapa Joe sejak tadi tidak bergerak?

Setelah menunggu beberapa jam, juga memberi kode melalui sentakan tali namun tidak mendapat respon sama sekali, rasa lelah, sakit, dan penat akhirnya membuat Simon mengambil keputusan untuk memotong tali tersebut.

Dan dari sanalah kisah survival Joe yang sebenarnya berawal, sebuah kisah bertahan hidup dan mencari jalan pulang yang telah menjadi legenda dalam dunia mountaineering.

Nando Parrado di Andes

kisah survival di gunung
Source: Peruviansurvivors

Apakah Sobat Akasaka pernah membaca sebuah buku yang berjudul Alive? Atau juga yang berjudul Miracle in Andes?

Pada dasarnya kedua buku ini sama, yakni bercerita tentang sebuah kisah bertahan hidup dan mencari jalan pulang dalam ganas dan liarnya pegunungan Andes, Amerika Selatan.

Kisah ini mengangkat nama Nando Parrado, seorang atlet rugby yang bersama timnya berangkat menuju Chili guna mengikuti kompetisi. Di tengah perjalanan musibah melanda mereka, pesawat yang mereka tumpangi, mengalami kecelakaan dan jatuh ke pegunungan Andes yang liar. Untungnya pesawat itu tidak terbakar, jadi meskipun banyak yang terluka, namun masih lebih banyak lagi yang selamat.

Ada beberapa yang meninggal, terluka parah, atau hanya terluka ringan dalam pristiwa itu. Para korban menunggu helikopter rescue yang mencari mereka, namun ternyata sia-sia, tidak ada yang datang hingga beminggu-minggu lamanya. Setelah hampir satu bulan menunggu dan tidak ada yang datang menjemput, mereka mulai kehilangan harapan.

Dalam keputusasaan dan harapan untuk diselamatkan yang semakin menghilang, para korban mulai kehabisan makanan. Kondisi ini kemudian memaksa mereka untuk memakan apa saja yang bisa dimakan. Dan itu termasuk memakan mayat teman-teman mereka sendiri yang telah membeku di balik es pegunungan Andes.

Seseorang harus keluar dan mencari bantuan, itulah yang diputuskan. Dan orang yang kemudian berangkat sejauh puluhan kilometer menembus es dan salju, gunung karang yang kejam, dan udara membeku yang tak berbelas kasih, adalah Nando Parrado dan Roberto Canessa, dua orang survivor yang mungkin memiliki sikap mental paling kuat di antara mereka semua.

Setelah kurang lebih 10 hari perjalanan, akhirnya mereka memasuki wilayah Chili dan bertemu dengan seseorang  bernama Sergio Catalan. Hal ini juga menjadi akhir dari kesengsaraan teman-teman mereka yang masih menunggu di bangkai pesawat belantara es Andes.

Pada akhirnya semua korban yang masih hidup di dalam bangkai pesawat berhasil diselamatkan melalui bantuan helikopter. Setelah bertahan selama 73 hari di pegunungan ganas  Andes yang membeku, mereka akhirnya bisa kembali pulang dengan selamat.

Nando Parrado adalah seorang tokoh sentral dalam kisah ini. Meskipun ia kehilangan saudaranya dalam musibah tersebut, namun perjuangan, tekad, motivasi dan, kekuatan mentalnya dalam upaya tetap hidup dan mencari jalan keluar, merupakan sebuah dorongan besar bagi teman-temannya untuk juga tetap bertahan hidup.

Pelajaran Dari Kondisi Survival

kisah survival di gunung

Dari dalam negeri juga sebenarnya ada banyak kisah survival yang cukup menarik untuk diikuti. Misalnya kisah Martunis yang bertahan hidup dalam ombang-ambing ombak saat tsunami. Atau kisah tentang beberapa orang pendaki yang tersesat di pegunungan Argopuro selama kurang lebih seminggu, kemudian berhasil keluar dengan selamat. Yang salah satu cara mereka lakukan untuk bertahan hidup adalah dengan memakan burung merak.

Mempelajari kisah survival akan membuat kita lebih menghargai hidup, juga menyadarkan betapa berartinya kehidupan yang telah Tuhan berikan untuk kita.

Survival adalah sebuah kondisi yang sulit sekaligus penuh hikmah dan pelajaran. Semakin kuat sebuah keadaan ingin merebut kehidupan dari kita, maka akan semakin kuat juga kekuatan dan tekad kita untuk mempertahankannya, itulah sejatinya survival.

Nah, dari 5 kisah survival di atas, mana yang menurut Sobat Akasaka paling hebat?

Apa pun pilihan Sobat Akasaka, setiap kisah survival di gunung memang selalu menarik untuk diikuti. Sama seperti koleksi terbaik dari Akasaka yang satu ini, yang kehangatannya dapat membantu menjaga kondisi tubuh Sobat Akasaka untuk tetap stabil dan nyaman saat mendaki gunung.

Jadi, silahkan dilihat, ya!

Baca Ini Juga Yuk!

7 ETIKA PENDAKIAN YANG HARUS DIMILIKI PENCINTA ALAM
7 ETIKA PENDAKIAN YANG HARUS DIMILIKI PENCINTA ALAM
Kita harus memiliki etika yang baik di mana saja kaki menginjak. Tidak terkecuali saat berada di atas gunung untuk melakukan pendakian. Etika tetap harus dimiliki dan dijunjung tinggi agar tidak me...
Read More
INILAH ALASAN MENGAPA HARUS HINDARI ALKOHOL SAAT DI GUNUNG
INILAH ALASAN MENGAPA HARUS HINDARI ALKOHOL SAAT DI GUNUNG
Mendaki gunung adalah salah satu aktivitas yang sedang digandrungi oleh banyak kalangan, dari tua sampai muda, dari berbagai latar profesi yang berbeda-beda. Banyak pengalaman menarik yang akan did...
Read More
INDAHNYA STALAKTIT DI GOA GONG PACITAN
INDAHNYA STALAKTIT DI GOA GONG PACITAN
Saat ini geowisata sedang digemari, mungkin karena sensasi yang berbeda ketika menelusuri keunikan rangkaian bentang alam yang terbentuk dari proses geologis selama jutaan tahun. Salah-satunya adal...
Read More

Leave a comment

All comments are moderated before being published