5 Jalur Pendakian Paling Ekstrem di Gunung Indonesia Versi Akasaka

Indonesia terkenal dengan bentang alamnya yang luar biasa, tidak terkecuali dengan suguhan bentang pegunungan yang menantang bagi para pecinta alam. Jalur yang terjal, medan berbahaya, hingga hutan belantara merupakan hal-hal yang akan ditemui di lima jalur daki ekstrem Indonesia versi Akasaka berikut ini.

 

Gunung Binaiya


Gunung Binaiya - triptrus 

 

Gunung Binaiya yang merupakan puncak tertinggi di Maluku menyajikan jalur pendakian yang sangat panjang. Sobat Akasaka yang ingin sampai di puncak gunung ini harus melewati serangkaian rute yang menantang. Mulai dari melewati hutan berlumut, melalui pohon-pohon raksasa di sepanjang jalur, hingga sungai berarus yang harus diseberangi.

Gunung Binaiya yang termasuk ke dalam Seven Summit Indonesia menjadi salah satu jalur pendakian yang banyak diincar oleh para pendaki.

 

Gunung Arjuno


Gunung Arjuno - backpackerjakarta

 

Terletak di Jawa Timur, Gunung Arjuno merupakan gunung berapi kerucut dengan ketinggian mencapai 3.339 mdpl. Gunung ini tidak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan gunung lain yang memiliki jalur pendakian ekstrem. Meski demikian, jalur pendakian penuh hutan belantara yang akan ditemui di gunung ini tetap tidak boleh diremehkan.

Di Gunung Arjuno, terdapat satu jalur pendakian yang dipenuhi oleh pohon cemara. Kawasan pendakian rimbun yang terkenal dengan nama hutan Lali Jiwo ini merupakan jalur tersulit untuk mencapai puncak Arjuno. Konon, seperti namanya, Lali Jiwo bisa membuat para pendaki yang melewatinya menjadi lupa jiwa, linglung, hingga kemudian tersesat atau terpisah dari rombongan.

 

Gunung Latimojong


Gunung Latimojong - Surbaktineva

 

Gunung Latimojong memiliki medan pendakian yang berat serta tanjakan terjal, curam, dan berliku. Bebatuan besar dengan sudut kemiringan mencapai 70 derajat merupakan medan yang harus dilalui untuk sampai ke Puncak Rante Mario, puncak tertinggi di Gunung Latimojong yang ketinggiannya mencapai 3.450 mdpl.

Medan menuju puncak Gunung Latimojong dianggap sangat menyiksa dan melelahkan. Oleh karena itu, Sobat Akasaka yang berniat untuk menaklukan gunung ini harus mempersiapkan mental dan fisik serta tenaga dan keseabaran ekstra saat berada di jalur pendakian.

 

Gunung Leuser


Gunung Leuser - indonesia

 

Hutan belantara menjadi salah satu rintangan yang harus dihadapi oleh pendaki Gunung Leuser. Gunung beserta area hutan yang berada di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara ini merupakan rumah bagi bermacam-macam hewan buas, dari ular hingga harimau.

Selain harus menghadapi binatang buas dalam perjalanan menuju puncak, jalanan yang curam juga membuat pendakian di Gunung Leuser menjadi kian sulit. Meski begitu, curamnya jalur pendakian Gunung Leuser tidak terlalu membahayakan dan masih dianggap lebih aman dibandingkan dengan jalur curam di Gunung Raung atau Gunung Binaiya.

 

Gunung Cartensz


Gunung Cartensz - idntimes

 

Dari Gunung Leuser di titik barat Indonesia, jalur daki ekstrem lainnya berada di bagian timur, yakni di Gunung Cartensz, Pegunungan Jayawijaya, Papua. Dengan ketinggian 4.884 mdpl, puncak gunung ini merupakan yang tertinggi di Indonesia. Itulah mengapa banyak pendaki yang tertantang untuk sampai di puncak Gunung Cartensz meskipun harus mengorbankan tenaga dan waktu, hingga mempertaruhkan nyawa.

Medan pendakian yang terjal serta cuaca yang sulit diprediksi merupakan beberapa kesulitan yang harus dihadapi oleh pendaki jika ingin sampai ke bagian puncak Gunung Cartensz. Jalur pendakian gunung ini tidak jarang menelan korban jiwa akibat kurangnya kehati-hatian saat melalui medan terjal atau tak bisa bertahan menghadapi cuaca ekstrem. Oleh karena itu, Gunung Cartensz dianggap sebagai jalur pendakian paling ekstrem di Indonesia.

 

Itulah lima jalur daki ekstrem di Indonesia versi Akasaka. Dari kelima jalur pendakian di atas, adakah yang menjadi tujuan pendakian selanjutnya bagi Sobat Akasaka?

Leave a comment

All comments are moderated before being published